Eks Kabareskrim: Dugaan Sutrimo Sempat Berselisih dengan Keluarga Febrie Adriansyah Harus Diusut
Tiara Shelavie July 29, 2026 07:34 PM

TRIBUNNEWS.COM - Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim Polri) Susno Duadji menilai dugaan perselisihan antara Sutrimo (42) dan keluarga eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI (Kejagung) Febrie Adriansyah perlu diusut.

Sutrimo adalah seorang pria yang ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri di depan Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7/2026) pagi.

Selanjutnya, ia dilarikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring. Namun, setibanya di sana, Sutrimo diketahui sudah tidak lagi bernafas. 

Sutrimo diduga merupakan kepala rumah tangga (Karumga) di rumah dinas Febrie Adriansyah semasa menjabat sebagai Jampidsus Kejagung RI.

Kabar identitas ini sempat beredar melalui pesan berantai di aplikasi perpesanan WhatsApp.

Sementara, klinik tempat Sutrimo ditemukan diketahui sudah tidak beroperasi sejak masa pandemi Covid-19.

Adapun Sutrimo dilaporkan berasal Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Meninggalnya Sutrimo terjadi hanya 12 hari setelah Febrie Adriansyah ditetapkan sebagai tersangka oleh tim penyidik Polri pada Sabtu (11/7/2026) lalu dalam kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) atau satu hari sebelum eks Jampidsus Kejagung RI itu ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (24/7/2026).

Di tengah misteri kematian Sutrimo, muncul pula kabar bahwa mendiang Sutrimo sempat berselisih dengan salah satu anggota keluarga Febrie Adriansyah.

Kabarnya, perselisihan tersebut berkaitan dengan proyek batu bara di Provinsi Jambi.

Menurut Susno, ada beberapa aspek dari dugaan perselisihan antara mendiang Sutrimo dan anggota keluarga Febrie Adriansyah yang harus diusut.

Baca juga: Saut Situmorang: KPK Penakut di Kasus Febrie Adriansyah, Punya Wewenang Supervisi Kok Tak Digunakan

Yakni, siapa yang berselisih dengan Sutrimo dan apa permasalahannya.

Terutama, perlu diusut pula apakah benar jika memang ada perselisihan, masalahnya terkait dengan tiga perkara rasuah yang menjerat Febrie Adriansyah.

"Sangat perlu pengungkapan itu," kata Susno dalam program On Focus yang diunggah di kanal YouTube Tribunnews, Rabu (29/7/2026).

"Misal, dengan siapa dia bersitegang terhadap sesuatu informasi misalnya, oh dia bersitegang dengan keluarga daripada Jampidsus namanya siapa? Masalah apa?"

"Oh masalah ketegangannya itu bukan masalah pribadi, tetapi terkait dengan pemahaman masalah tata niaga batubara ke PLN, masalah asuransi, masalah Krakatau Steel, atau masalah apa, dan itu sekarang yang menjadi kejahatan pokok di dalam tindak pidana yang diduga dilakukan oleh mantan Jampidsus ini."

"Sangat perlu, semua perlu [didalami oleh pihak kepolisian]."

Sutrimo Diduga Tahu Banyak Informasi Soal Febrie Adriansyah

Selanjutnya, Susno menilai, pihak kepolisian tidak hanya perlu mengusut kematian Sutrimo yang kabarnya adalah Karumga rumah dinas Febrie Adriansyah, tetapi juga harus mendalami semua orang yang pernah bekerja sama dengan sang mantan Jampidsus.

Sebab, menurut purnawirawan Polri yang pernah menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat (Jabar) itu, Sutrimo sebagai Karumga tahu banyak soal rumah dan kehidupan pribadi Febrie Adriansyah.

Jika masih hidup, kata Susno, maka Sutrimo akan bisa menjadi saksi kunci terkait kasus korupsi yang menjerat Febrie Adriansyah.

Apalagi, barang bukti berupa emas batangan 74 kilogram dan uang dalam berbagai pecahan mata uang senilai Rp476 miliar ditemukan di rumah milik eks Jampidsus yang terletak di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor.

Namun, karena sudah meninggal, tambah Susno, maka kematian Sutrimo sangat perlu diusut oleh pihak kepolisian.

"Karena ini kan dia menempel dengan kehidupan sehari-hari Bapak Febrie Adriansyah, karena kepala rumah tangga. Jadi, dia tahu persis kehidupan pribadi mantan Jampidsus ini. Siapa saja tamunya, siapa saja yang berhubungan," tutur Susno.

"Mungkin dia pernah mendengar percakapan telepon, mungkin dia pernah melihat sesuatu yang dimasukkan ke rumah Bapak Febrie dan sebagainya."

"Artinya yang bersangkutan ini, Bapak Sutrimo ini, karena posisinya sebagai kepala rumah tangga Jampidsus dan Jampidsus tersebut tersangkut suatu perkara dan di dalam rumah Jampidsus ditemukan banyak sekali barang bukti yang diduga sangat erat kaitannya dengan perkara yang disangkakan kepada Jampidsus ini."

"Maka dia statusnya kalau dia masih hidup, sangat-sangat menentukan kesaksiannya untuk menentukan membuktikan perlakuan atau perbuatan yang disangkakan kepada Jampidsus dan kawan-kawan. banyak yang dia ketahui. Saya yakin."

KEMATIAN SUTRIMO - Kondisi depan rumah almarhum Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Selasa (28/7/2026). Pihak keluarga memastikan tidak akan menempuh jalur hukum terkait kematian Sutrimo meskipun masih menyisakan tanda tanya.


Artikel ini telah tayang di TribunBanyumas.com dengan judul Kesaksian Tetangga, Sutrimo sempat Pulang Kampung sebelum Meninggal di Jakarta, https://banyumas.tribunnews.com/barlingmascakeb/94475/kesaksian-tetangga-sutrimo-sempat-pulang-kampung-sebelum-meninggal-di-jakarta.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: khoirul muzaki
KEMATIAN SUTRIMO - Kondisi depan rumah almarhum Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Selasa (28/7/2026). Pihak keluarga memastikan tidak akan menempuh jalur hukum terkait kematian Sutrimo meskipun masih menyisakan tanda tanya. (TribunBanyumas.com/Permata Putra Sejati)

Keluarga Benarkan Sutrimo Bekerja di Rumah Eks Jampidsus Kejagung RI Febrie Adriansyah

Pihak keluarga telah mengonfirmasi bahwa mendiang Sutrimo bekerja di rumah eks Jampidsus Kejagung RI Febrie Adriansyah.

Menurut perwakilan keluarga, Sudiono, Sutrimo telah bekerja di rumah Febrie selama puluhan tahun. Namun, dia mengaku tidak tahu Sutrimo tepatnya bekerja sebagai apa.

"Saudara Sutrimo yang menjadi korban di Jakarta itu benar bekerja di rumahnya Bapak Febrie Adriansyah, (mantan) Jampidsus," kata Sudiono, dikutip dari tayangan KompasTV, Selasa (28/7/2026).

"Bekerja sebagai apa? Saya juga kurang tahu. Dia tapi sudah cukup lama, puluhan tahun di rumahnya Pak Febrie Adriansyah."

Sudiono pun menyatakan pihak keluarga telah ikhlas menerima kematian Sutrimo. Ia memastikan keluarga Sutrimo tidak akan membuat tuntutan apa pun.

Menurut dia, keluarga mengikhlaskan karena Sutrimo diketahui memiliki riwayat penyakit diabetes.

"Sutrimo itu memiliki riwayat penyakit diabetes mellitus kronis," ucap Sudiono.

Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Mengaku Tak Tahu Soal Kematian Sutrimo

Kuasa hukum Febrie Adriansyah, Febri Diansyah, menyebut pihaknya tidak tahu-menahu mengenai kasus kematian Sutrimo.

Febri menyatakan pihaknya fokus pada perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat kliennya.

Mantan juru bicara KPK tersebut mengaku hanya mengetahui kasus kematian Sutrimo dari media, dan mengimbau publik untuk menunggu informasi resmi dari Polda Metro Jaya.

"Kami fokus di substansi pekara, saya juga tidak dapat informasi tentang hal itu (kematian Sutrimo). Yang saya baca di media-media kan sudah di-publish dan Polda mulai lakukan, saya nggak tahu penyelidikan atau apa," kata Febri kepada awak media di Rutan KPK, Senin (27/7/2026).

"Mungkin memang lebih baik agar isunya nggak campur aduk, lebih baik kita tunggu saja bersama-sama informasi resmi dari Polda, karena kami kan advokat untuk perkara (TPPU) di Kejaksaan Agung."

(Tribunnews.com/Rizki A.)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.