TRIBUN-VIDEO.COM - Raut kesedihan tergambar di wajah Singgih (42), warga Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, saat menceritakan penantian panjang keluarganya.
Putri sulungnya, Mozza Axillia Gunarsa, dilaporkan hilang sejak Juni 2025 dan hingga kini keberadaannya belum menemukan titik terang.
Berdasarkan poster orang hilang yang diterbitkan Polres Semarang pada 28 Juni 2025, Mozza meninggalkan rumah pada 25 Juni 2025 sekitar pukul 10.00 WIB.
Sebelum pergi, Mozza sempat berpamitan kepada orang tuanya melalui WhatsApp.
"Yah, kakak keluar sm mbak ayuk ke rmh tmn mbk ayu yang dikodam. Nganter laptop mau dipinjam teman mbk ayuk," tulis Mozza dalam pesan terakhirnya.
Namun, diketahui alasan mengantar laptop bersama temannya itu hanya siasat Mozza untuk keluar rumah sendirian.
Ia pergi mengendarai Honda Vario 125 warna hitam bernomor polisi H 5344 ALC dengan membawa tas kecil dan mengenakan sandal krem milik ibunya.
"Dia pamit baik-baik. Tapi ternyata dia pergi sendiri, tidak bawa laptop. Padahal biasanya dia tidak pernah seperti itu. Setiap kali keluar rumah, dia selalu mengirim foto ke saya," ungkap Singgih.
Kecurigaan keluarga muncul ketika Mozza tak kunjung pulang hingga sore.
Ponselnya masih aktif saat Magrib, namun selepas Isya sudah tidak dapat dihubungi.
Teman Mozza juga sempat mengirim pesan menanyakan keberadaannya.
"Saat sore, teman bilang 'kamu di mana dicariin ortu?' Mozza bilang 'Mau ke Jogja tiga hari jangan bilang ibu'. Padahal Mozza kalau memanggil itu Mama bukan ibu. Tapi, kita tidak tahu kalau bahasa dengan teman bagaimana, mungkin berbeda," jelas Singgih.
Jejak Barang Mozza
Pencarian sempat menemukan titik terang ketika sejumlah barang milik Mozza ditemukan di Kota Semarang.
KTP dan SIM Mozza ditemukan seorang tukang becak di sekitar Jalan Dr. Cipto, Semarang, pada Juli 2025.
Ponselnya juga ditemukan polisi di sekitar kawasan Kota Lama Semarang dan diketahui sudah dimiliki orang lain.
"Penemu ponsel tidak ada hubungannya dengan hilangnya anak saya," katanya.
Singgih juga melacak jejak digital putrinya dan menemukan akun Instagram yang intens berkomunikasi dengan Mozza.
Dari percakapan tersebut, diketahui Mozza pernah mendatangi sebuah rumah kos di Tegalsari, Semarang.
Namun, saat Singgih mendatangi lokasi, pemilik kos mengaku tidak ada orang dengan nama tersebut yang tinggal di sana.
Pencarian ke Berbagai Kota
Selama setahun, Singgih bersama kepolisian telah melakukan berbagai upaya pencarian.
Pencarian sempat dilakukan hingga Jombang, Jawa Timur, setelah nomor lama Mozza terdeteksi aktif.
Namun, nomor tersebut ternyata telah didaur ulang oleh provider dan digunakan orang lain.
Informasi dari media sosial juga membawa Singgih mencari putrinya hingga Indramayu dan Solo, tetapi belum membuahkan hasil.
Hilangnya Mozza turut berdampak pada keluarga.
Sang ibu sempat mengalami syok, sedangkan adik perempuan Mozza yang kini duduk di kelas 5 SD mengalami penurunan prestasi di sekolah.
"Dia juga sangat dekat dengan adiknya, biasanya apa-apa dia yang mengajari adiknya belajar," kata Singgih.
Meski setahun berlalu, Singgih masih meyakini putrinya hidup dan sehat.
Ia berharap Mozza segera pulang dan bisa melanjutkan pendidikan di kampus impiannya, Universitas Diponegoro.
Mozza belum mengetahui bahwa dirinya diterima menjadi mahasiswa baru Undip sekitar satu bulan setelah menghilang.
"Pulang Mozza. Kasihan adek dan mamanya, terutama orang tua. Kita kumpul bareng seperti dulu. Mozza belum tahu kalau dia ketrima di Undip. Cita-citanya masuk Undip," ucapnya.(*)
Program: Saksi Kata
Sumber: Tribun Jateng
Editor: Akmal Khoirul Habib
#saksikata #MozzaAxilliaGunarsa #MozzaHilang #OrangHilang #Semarang #KabupatenSemarang #Bergas #PolresSemarang