Tribunlampung.co.id, Jawa Barat - Terbongkar rahasia Satpam Sumarna sebelum meninggal dengan tangan terborgol di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.
Polisi menduga kuat bahwa satpam Sumarna meninggal karena dibunuh. Kini kematian pria berusia 24 tahun tersebut masih didalami pihak kepolisian.
Ternyata diam-diam Sumarna menyimpan permasalahan keuangan yang sampai saat ini belum tuntas.
"Terkait dengan permasalahan yang ada di korban (sedang didalami)," ujar Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara, Selasa (28/7/2026) dikutip dari TribunnewsBogor.com.
Perihal permasalahan keuangan yang dialami korban, terungkap saat kepala desa setempat curhat kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Sang kades menyebut bahwa korban yakni Sumarna dipercaya memegang uang Dana Bagi Hasil Pajak (DBHP) sebagai pengganti uang Siltap guna pembayaran BPJS Ketenagakerjaan. Sebab Sumarna adalah Danton di Linmas.
"Uang BPJS itu dititip ke kalau Linmas ke Danton, saya umumkan bahwa uang itu udah dibayarkan, uang ganti BPJS Ketenagakerjaan itu udah dibayarkan tapi dititipkan ke kepalanya," ungkap kades.
Namun saat pembunuhan terjadi, Sumarna diketahui belum membagikan uang DBHP tersebut ke anggota Linmas.
"Uang yang dititipkan sama almarhum itu sudah dibagikan?" tanya Dedi Mulyadi.
"Belum, Saya tahu belum itu begitu saya umumkan, mungkin teman-temannya itu mau ngambil ke pos, tapi ternyata enggak ada," jawab kades.
"Berapa uangnya?" tanya Dedi lagi.
"Rp1.050.000 untuk 14 orang," ujar kades.
Polisi belum menetapkan tersangka ataupun menangkap pelaku pembunuhan Satpam Sumarna. Kendati demikian, sudah ada 15 orang yang diperiksa kepolisian guna mengungkap kematian Sumarna.
"Kita sudah melakukan hipotesa atau beberapa kemungkinan. Sudah banyak kemungkinan yang kita kumpulkan itu kami dalami lebih lanjut," ungkap Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara dilansir dari Kompas TV, Selasa (28/7/2026).
Selain soal permasalahan korban, polisi juga mengungkap hasil autopsi Sumarna yang menunjukkan dugaan penyebab kematian sang satpam.
Dari hasil autopsinya, Sumarna diduga dibunuh terlebih dahulu baru ditenggelamkan. Artinya Sumarna disinyalir dibunuh saat masih di darat lalu diborgol.
Hasil autopsi juga menyebut bahwa tidak terdapat lumpur di paru-paru Sumarna. Lalu cuma ada sedikit volume air yang ada di paru-paru korban.
Dalam laporan pewarta Kompas TV, hasil autopsi korban menunjukan sejumlah luka ditemukan di tubuh Sumarna.
Kabarnya ada beberapa luka di wajah dan kepala belakang Sumarna. Tak cuma itu, di leher Sumarna juga ditemukan luka jeratan.
Selanjutnya, polisi juga menemukan dua borgol di TKP pembunuhan. Satu borgol terpasang di tangan korban, satu lagi terletak di TKP. Polisi juga menemukan ponsel milik korban di sekitaran TKP.(*)