Rencana Aksi Unjuk Rasa Penambang, Polres Belitung Timur Belum Terima Surat Resmi
Ardhina Trisila Sakti July 29, 2026 09:19 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Rencana aksi unjuk rasa yang digagas aliansi penambang timah rakyat di Kabupaten Belitung Timur hingga kini masih dibalut ketidakpastian.

Berdasarkan pantauan Posbelitung.co di Markas Polres Belitung Timur sejak pagi, sekitar pukul 11.00 WIB tampak tujuh orang perwakilan aliansi penambang keluar dari ruang pertemuan Polres Belitung Timur (Beltim).

Satu di antara mereka adalah Ketua Ormas Kampong Kamek Damar yang sekaligus perwakilan penambang timah rakyat Beltim, Wartha Ade Pramana.

Para perwakilan kemudian menyempatkan diri singgah dan duduk di area kantin Mapolres Beltim.

Namun, saat hendak dikonfirmasi sejumlah media yang telah menunggu, perwakilan penambang masih belum bersedia memberikan pernyataan resmi tambahan mengenai kepastian aksi unjuk rasa tersebut.

Mereka menyatakan masih memantau serta menunggu hasil audiensi pimpinan daerah di Jakarta.

Di hari yang sama, Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten dan Ketua DPRD Beltim Fezzi Uktolseja tengah bertolak ke Jakarta untuk melakukan audiensi bersama Wakil Menteri Pertahanan RI untuk menyuarakan masalah kuota RKAB dan harga timah di masyarakat. 

Sikap enggan bersuara dari perwakilan penambang ini memicu terkait kepastian dokumen unjuk rasa yang sempat mereka janjikan sehari sebelumnya.

"Untuk di kami (Humas) masih belum ada (surat masuk). Namun kami tentunya akan tetap memonitor jika nantinya diberikan informasi atau ada perkembangan lebih lanjut," ujar IPDA Asep saat dikonfirmasi Posbelitung.co, Rabu (29/7/2026) pukul 12.56 WIB

(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.