Rudi Soedjarwo Sengaja Buang Skenario saat Syuting Dan Bandung, Ini Alasan di Baliknya
Budi Sam Law Malau July 29, 2026 10:33 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Sutradara Rudi Soedjarwo kembali menghadirkan pendekatan berbeda dalam menggarap film terbarunya, Dan Bandung.

Demi menghasilkan akting yang lebih natural dan emosional, ia sengaja "membuang" skenario saat proses syuting berlangsung.

Metode yang tak lazim itu dilakukan bukan karena mengabaikan naskah, melainkan agar para pemain tidak terjebak menghafal dialog.

Rudi ingin setiap aktor menghadirkan emosi yang lahir secara alami sehingga karakter di layar terasa hidup dan dekat dengan penonton.

Pendekatan tersebut diungkapkan aktor senior Arswendy Bening Swara, yang menjadi salah satu pemeran dalam film adaptasi karya Pidi Baiq tersebut.

"Menarik buat saya adalah ketika Rudi Soedjarwo, ada skenarionya tapi dia buang jauh-jauh itu skenario," kata Arswendy saat konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026).

Baca juga: Rudi Soedjarwo Angkat Persaudaraan Anak Down Syndrome Lewat Film Tanah Runtuh, Fokus Kemanusiaan

Menurut Arswendy, seluruh pemain tetap diwajibkan membaca naskah sebelum syuting dimulai.

Namun saat kamera mulai merekam, Rudi mendorong para aktor untuk mengeksplorasi karakter berdasarkan emosi dan pengalaman batin mereka.

"Saya sangat menghayati peristiwa-peristiwa proses dengan Rudi Soedjarwo. Dirangsang untuk mengeksplor keaktorannya berdasarkan emosi," ujarnya.

Rudi Soedjarwo membenarkan metode tersebut.

Ia menegaskan skenario tetap menjadi fondasi utama dalam proses kreatif, tetapi sengaja dijauhkan saat latihan maupun pengambilan gambar agar pemain tidak bergantung pada teks.

"Mereka tetap baca, itu kan bagian dari tugas mereka. Cuma kita taruh supaya enggak dilihat lagi," ujar Rudi.

Baginya, yang paling penting adalah menangkap "nyawa" dari setiap karakter, bukan sekadar menyampaikan dialog sesuai tulisan.

"Supaya yang aku lihat waktu di latihan adalah nyawa dari masing-masing pemain-pemain ini," katanya.

Rudi berharap para pemeran mampu menghadirkan karakter yang terasa seperti manusia nyata dengan emosi yang autentik, bukan sekadar tokoh fiksi yang kaku mengikuti naskah.

"Aku berharap dari mereka ngasih nyawa, tulisan yang ini ngasih karakter yang benar-benar kelihatan memang ada dalam hidup ini. Kadang-kadang kalau kita membaca tulisan, itu seolah-olah film banget, nah itu yang kita harus hindari," tuturnya.

Bersamaan dengan konferensi pers tersebut, Verona Films juga merilis final trailer Dan Bandung.

Trailer terbaru menampilkan perjalanan emosional Basil dan Elma, dua insan muda yang harus memperjuangkan cinta mereka di tengah penolakan keluarga.

Rudi mengaku film ini menjadi salah satu karya yang paling berbeda sepanjang kariernya.

Menurutnya, Dan Bandung mengangkat berbagai tema kehidupan yang lebih matang, mulai dari makna keluarga, romantika masa muda, hingga kenyataan hidup yang tidak selalu seindah harapan.

"Ini film yang nggak mungkin saya buat saat muda dulu. Banyak sekali tema-tema yang saya eksplor dalam cerita ini, dari kehadiran keluarga dalam hidup kita, manisnya kisah cinta muda, dan realita yang seringkali tak seindah pikiran kita," ujar Rudi.

Film Dan Bandung dibintangi Samo Rafael, Shanna Shannon, Keisya Levronka, Razan Zu, Theo Supple, Arswendy Bening Swara, Jenny Zhang, Tike Priatnakusumah, Nugie, De Boer William, hingga Ade Habibie.

Film produksi Verona Films itu dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026.



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.