Ketegangan Laut Merah Naik, Houthi Klaim Serang Tanker Minyak Saudi, Sebut Langgar Larangan Navigasi
Ramadhan Aji Prakoso July 29, 2026 11:56 PM

- Kelompok Houthi Yaman mengaku telah meluncurkan rudal balistik ke kapal tanker minyak Arab Saudi NCC GHAZAL yang melintas di Laut Merah.

Serangan itu diklaim sebagai bagian dari penerapan blokade maritim terhadap kapal-kapal Saudi yang diumumkan Houthi beberapa waktu lalu.

Aksi tersebut terjadi lebih dari sepekan setelah kelompok yang didukung Iran itu menyatakan larangan pelayaran bagi kapal-kapal Saudi di perairan Laut Merah.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree mengatakan kapal tanker tersebut menjadi sasaran karena melanggar larangan navigasi yang telah diumumkan kelompoknya.

"Kami melakukan operasi militer yang menargetkan kapal tanker minyak Saudi (NCC GHAZAL) karena melanggar larangan navigasi maritim," ungkap Saree.

Dilansir Anadolu Agency, Saree mengklaim kelompoknya menembakkan beberapa rudal balistik hingga memaksa kapal tanker itu berbalik arah.

Namun, klaim Houthi belum dapat diverifikasi secara independen, Middle East Monitor melaporkan, pemerintah Arab Saudi maupun operator kapal hingga kini belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden tersebut.

Sementara itu, UK Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan sebuah kapal tanker mengalami ledakan saat berlayar di Laut Merah.

Menurut UKMTO, seluruh awak kapal selamat dan tidak ada pencemaran lingkungan yang dilaporkan.

Houthi mengumumkan blokade maritim terhadap kapal-kapal Saudi pada 20 Juli 2026.

Kelompok itu menuding Riyadh telah memberlakukan blokade terhadap wilayah yang mereka kuasai di Yaman selama hampir 12 tahun, serta mengeksploitasi sumber daya negara tersebut.

"Rakyat kami memiliki hak untuk membalas blokade dengan blokade," demikian pernyataan Houthi saat mengumumkan kebijakan tersebut.

Ini bukan pertama kalinya Houthi mengklaim menyerang kapal tanker Saudi.

Pada 22 Juli, kelompok tersebut juga mengaku menargetkan dua kapal tanker minyak Saudi, Encelia dan Layla, menggunakan rudal balistik dan drone.

Saudi Press Agency melaporkan kapal Encelia memang terkena serangan, namun seluruh awak berhasil selamat. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.