TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Distrik Tomage, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, dilaporkan hampir merembet ke area perkebunan sawit milik PT Rimbun Sawit Papua (RSP).
Hal itu disampaikan HRD Region Rimbun Sawit Papua, Petrus Sinung Raharja, di Fakfak, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, api sempat mendekati kawasan perkebunan sawit di Satuan Permukiman (SP) 1 yang berbatasan langsung dengan lahan perusahaan.
“Memang kobaran api sudah hampir masuk ke kebun sawit kami, sehingga kami harus siaga penuh. Beberapa tanaman sawit sempat terbakar, tapi jumlahnya tidak banyak,” ujarnya.
Petrus menjelaskan, lokasi kebakaran di Tomage cukup berdekatan dengan perkebunan sawit, sehingga pihak perusahaan melakukan penanganan darurat dengan menyemprotkan air menggunakan tangki untuk mencegah api meluas.
Ia menambahkan, koordinasi juga dilakukan dengan Polsek Bomberai apabila terjadi hal-hal yang mengkhawatirkan.
Baca juga: Karhutla Berulang di Bomberai, Asap Pekat Ancam Kesehatan Warga
“Bomberai dan Tomage memang sering terjadi kebakaran, terutama dipengaruhi musim kemarau panjang yang sudah berlangsung hampir dua bulan,” katanya.
Untuk penanganan internal, PT RSP memiliki divisi lingkungan yang bertugas mengantisipasi gangguan kebakaran.
Para pekerja juga diberi tanggung jawab tambahan menjaga agar api tidak merembet ke kebun sawit.
Dalam kesempatan itu, Petrus mengimbau pemerintah daerah melalui dinas terkait agar lebih masif mengedukasi masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, membuang puntung rokok, maupun membuka lahan dengan cara dibakar.
Sebagai informasi, PT Rimbun Sawit Papua mulai merintis kegiatan perkebunan di Fakfak sejak 2015.
Perusahaan melakukan uji coba operasional pabrik pada November 2023 dan meresmikan operasional penuh pabrik pengolahan sawit pada 20 Januari 2024.