MMA Jadi Gaya Hidup, IBCA MMA Kaltim Maksimalkan Pembinaan Atlet Menuju Kejuaraan Dunia
Amelia Mutia Rachmah July 30, 2026 12:08 AM

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Olahraga bela diri Mixed Martial Arts (MMA) telah berkembang pesat di Indonesia dalam lebih dari lima tahun terakhir, termasuk di Kalimantan Timur. 

Olahraga ini tidak hanya diminati sebagai cabang olahraga prestasi, tetapi juga menjadi pilihan masyarakat untuk bela diri, menjaga kesehatan, hingga meningkatkan kebugaran.

Melihat tingginya antusiasme tersebut, Pengurus Provinsi Indonesia Beladiri Campuran Amatir (Indonesia Beladiri Campuran Amatir Mixed Martial Art atau IBCA MMA) Kalimantan Timur memandang kondisi ini sebagai peluang besar untuk memperluas pembinaan atlet.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Umum Pengprov IBCA MMA Kaltim, Ricky Asriel Refualu, Rabu (29/7/2026).

"Cabor yang identik dengan pertarungan di arena ini dinilai berkembang menjadi bagian dari gaya hidup, terutama di kota-kota besar. Modal itu dinilai penting untuk memperkuat regenerasi atlet," ungkapnya.

Baca juga: Pesilat Kaltim Iqbal Candra Pratama Soroti Mandeknya Program Latihan Pasca Kejuaraan

Sepuluh Daerah Siap Jalankan Pembinaan

Pengprov IBCA MMA Kaltim mengungkapkan, sebanyak 10 kabupaten dan kota telah memiliki kesiapan organisasi beserta pendataan atlet sehingga program pembinaan dapat segera dijalankan setelah Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) IBCA MMA Kaltim yang digelar di Kafe Kuno Samarinda, Rabu (22/7/2026).

Ricky Asriel Refualu mengatakan perkembangan MMA kini tidak lagi hanya diukur dari jumlah atlet yang bertanding. Pertumbuhan anggota sasana serta masyarakat yang berlatih untuk menjaga kebugaran juga meningkat cukup pesat.

"Khususnya MMA di Kaltim sangat banyak, termasuk di Indonesia. MMA ini bukan hanya olahraga prestasi, tetapi sudah menjadi lifestyle," tuturnya.

Menurutnya, meningkatnya minat masyarakat membuka peluang memperbesar bank atlet di daerah. Pengprov juga telah menerima data pembinaan dari masing-masing kabupaten dan kota sebagai dasar penyusunan program latihan.

Digemari karena Efektif untuk Kebugaran

Ricky menjelaskan banyak masyarakat memilih MMA sebagai aktivitas olahraga karena menggabungkan berbagai teknik bela diri dalam satu latihan, mulai dari pukulan, tendangan, bantingan, hingga kuncian.

Baca juga: Tribun Kaltim Award 2026, Daftar 35 Penerima Penghargaan untuk Tokoh dan Instansi Berprestasi

Selain memberikan kemampuan bela diri, intensitas latihan yang tinggi membuat olahraga ini diminati untuk menjaga kebugaran sekaligus membantu menurunkan berat badan.

"Orang-orang yang ingin menurunkan berat badan sekarang banyak memilih MMA. Pergerakannya cepat, pembakaran kalorinya juga tinggi. Semua kategori bela diri ada di sini," ujarnya.

Kini, 10 kabupaten dan kota telah menyatakan kesiapan menjalankan pembinaan. Setiap daerah yang mengajukan kepengurusan diwajibkan melengkapi struktur organisasi sekaligus pendataan atlet.

"Kabupaten kota sebenarnya sudah siap. Kami sudah mempunyai data dari daerah-daerah sebagai dasar pembinaan," ucapnya.

Bidik Kejuaraan Nasional hingga Dunia

Data tersebut akan menjadi pijakan Pengprov dalam menentukan pola pembinaan menghadapi sejumlah agenda besar yang telah menanti tahun ini, termasuk Pekan Olahraga Bela Diri, Kejuaraan Asia di Bali, serta IMMAF World Championship di Georgia.

Baca juga: Dishub Samarinda Larang Siswa tanpa SIM Membawa Motor ke Sekolah

Ricky menegaskan kepengurusan baru tidak memiliki banyak waktu untuk beradaptasi. Seluruh program harus segera dijalankan agar potensi besar yang dimiliki Kalimantan Timur dapat diterjemahkan menjadi prestasi.

"Agenda sudah ada di depan mata. Tugas kami sekarang memastikan pembinaan berjalan baik agar atlet-atlet Kalimantan Timur siap bersaing di level nasional maupun internasional," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.