TRIBUNMANADO.CO.ID - Wakil Wali Kota Manado, Richard Sualang mendatangi lokasi kebakaran permukiman di Kelurahan Wanea Lingkungan 1 Manado, Rabu 29 Juli 2026 malam.
Sualang tiba sekitar pukul 22.30 Wita di lokasi. Ia langsung menuju ke titik aman terdekat dari pusat kebakaran.
Didampingi Kadis Damkar Jimmy Rotinsulu; Kepala BPBD Donald Sambuaga; Lurah Wanea dan Ketua Lingkungan, Sualang menapaki jalan setapak sempit terjal sekitar 50 meter.
Dari ketinggian, Sualang melihat langsung petugas damkar yang masih melakukan penyisiran dan penyiraman memastikan tak ada lagi api menyala.
Dari situ, Sualang menuju ke rumah warga tempat para korban mengungsi sementara. Lalu lanjut ke gedung GMIM Zebaoth Wanea, tempat pengungsian lainnya.
Sualang menyapa dan memberikan penguatan kepada sebagian korban. "Bersyukur tidak ada korban jiwa. Kiranya bapak ibu tabah, jangan putus semangat," kata Sualang.
Ia pun turut memberi apresiasi kepada petugas damkar, relawan maupun personel kepolisian dan TNI yang berjibaku memadamkan api.
Sualang turut membawa makanan untuk para korban dan petufas damkar.
Ia memastikan, Pemerintah Kota Manado kelakukan langkah penanganan sesuai aturan. Katanya, BPBD Manado akan mendata dan menyalurkan bantuan pasca kebakaran.
"Memang kerugian materialnya sangat besar tapi kita bersyukur tidak ada korban jiwa," ujar Sualang.
Terkait itu Richard Sualang kembali mengimbau seluruh warga Manado untuk lebih hati-hati menyusul seringnya terjadi kebakaran akhir-akhir ini.
"Saat ini tengah musim kemarau yang sangat berisiko terjadi kebakaran. Karena itu kami imbau, masyarakat jangan sembarang menyalakan api. Musim panas ini, api mudah menyala," katanya berpesan.
Katanya, masyarakat tidak menyalakan api di arena terbuka. Termasuk membakar sampah, membuang puntung rokok sembarang.
"Kami terus mengingatkan bahaya kebakaran. Kami minta juga aparatur dari kota, kecamatan, kelurahan hingga lingkungan untuk tak bosan-bosan mengingatkan, hati-hati, jangan sembarang menyalakan api," katanya.
Begitu pun, warga diminta hati-hati untuk selalu memeriksa peralatan memasak seperti kompor serta peralatan listrik dan jaringan instalasinya.
Diketahui, akibat kebakaran 10 rumah ludes. Terdapat 21 kepala keluarga (KK) dengan sedikitnya 80 jiwa menjadi korban musibah tersebut.
Musibah itu terjadi sekitar pukul 18.00 WITA.
Beberapa saksi mata menyebut, api membesar tidak lama usai maghrib. (ndo)
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK