Pernah Didemo karena Dinilai Tak Peduli, Lurah Syerly Kini Viral Lontarkan 'Ciyee Curhat Dia Bah'
Sri Juliati July 30, 2026 02:38 AM

TRIBUNNEWS.COM - Sosok Lurah Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara, Syerly tengah viral dan menjadi sorotan.

Tak lain setelah Syerly diduga mengejek warganya yang sedang berbicara dengan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas.

Syerly yang turut mendampingi kunjungan tertangkap melontarkan celetukan bernada menyindir dan meremehkan.

"Ciyee curhat dia bahh," ucap Syerly dengan nada santai di tengah situasi penyampaian keluhan serius mengenai keamanan warga.

Usut punya usut, ternyata, sebelum kasus ini viral, Syerly yang membawahi sembilan kepala lingkungan pernah didemo oleh warganya sendiri.

Momen ini terjadi pada Desember 2025. Warga yang didominasi ibu rumah tangga menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Camat Medan Marelan, Selasa (9/12/2025).

Mengutip dari Tribun-Medan.com, aksi unjuk rasa spontan tersebut menuntut pencopotan Syerly yang dinilai kurang peduli terhadap warga korban banjir di Paya Pasir.

Puluhan warga membentangkan karton bertuliskan tuntutan aksi.

Mereka menuntut Camat Medan Marelan, Zulkifly Pulungan untuk merekomendasikan pencopotan Syerly karena dinilai kurang aktif dan jarang berkantor.

Padahal Syerly merupakan warga Kelurahan Paya Pasir sendiri.

Baca juga: Sosok dan Harta Kekayaan Lurah Syerly yang Ucap ‘Ciyee Curhat Dia Bah ke Warganya di Medan

"Saat banjir terjadi di tempat yang parah di Paya Pasir, Lurah tidak hadir."

"Bahkan, sewaktu saya datangi, lurah malah marah sembari mengancam tidak akan ada lagi bantuan yang diberikan ke warga lingkungan kami."

"Kami memohon kepada Wali Kota Medan agar Lurah Paya Pasir ini digantikan saja," ujar Syahdan, warga Lingkungan 8 Kelurahan Paya Pasir.

Camat Medan Marelan, Zulkifly Pulungan pun turut menanggapi aksi demo warga.

Ia mengucapkan terima kasih atas aspirasi yang disampaikan warganya.

"Saya menerima kehadiran dan aspirasi dari para warga Paya Pasir. Intinya, aspirasi warga akan saya catat terkait Lurah yang kurang aktif."

"Akan saya tegur dan coba saya bina. Apabila tidak berubah, maka akan saya laporkan langsung pada atasannya," ucap dia.

Diduga Ejek Warga

Belum genap setahun sejak aksi demonstrasi tersebut, Syerly kembali menjadi sorotan publik.

Tepatnya saat ia mendampingi Wali Kota Medan, Rico Waas melakukan kunjungan kerja dan peninjauan langsung ke kawasan Jalan Paya Pasir, sekitar kawasan wisata Danau Siombak.

Kedatangan Rico Waas dimanfaatkan warga setempat untuk menyampaikan berbagai persoalan pelik yang selama ini mereka hadapi di lingkungan tempat tinggal mereka.

Satu di antaranya saat seorang warga bernama Ulfa yang secara langsung menyampaikan keluhannya mengenai maraknya aksi kriminalitas dan minimnya fasilitas umum.

Ia berani maju melaporkan situasi keamanan di wilayahnya yang dinilai sangat mengkhawatirkan.

Ulfa secara blak-blakan mengadukan minimnya lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang membuat kawasan tersebut menjadi sangat gelap gulita pada malam hari.

Tidak hanya mengeluh, warga tersebut juga mengungkapkan fakta, dirinya terpaksa merogoh kocek pribadi demi memasang empat titik lampu penerangan secara swadaya.

Namun, di tengah keseriusan warga menyampaikan aspirasi dan laporan krusial tersebut di hadapan orang nomor satu di Medan itu, justru dijawab Lurah Syerly dengan nada menyindir.

"Ciyee curhat dia bahh," ucap Lurah Syerly.

Seluruh momen interaksi ini terekam jelas oleh kamera dan dengan cepat menyebar luas di berbagai platform media sosial.

Sikap sang lurah itu langsung menuai kecaman keras dari warganet.

Banyak pihak menilai respons tersebut sangat tidak etis, arogan, dan menunjukkan minimnya empati dari seorang pelayan publik terhadap persoalan keselamatan warganya sendiri.

Klarifikasi Syerly

Usai viral, Syerly akhirnya buka suara sembari menegaskan ucapan tersebut sama sekali tidak bermaksud menyindir ataupun merendahkan warga.

Menurutnya, kalimat itu terlontar secara spontan karena dirinya sudah lama mengenal warga tersebut.

"Memang spontan saja. Saya bilang 'Cie, curhat nih'. Tidak ada makna apa-apa karena memang benar dia sedang menyampaikan curhat kepada Pak Wali."

"Kami sudah lama saling kenal, bahkan ada hubungan kekeluargaan dan sehari-hari juga sering bercengkerama," ujarnya saat diwawancarai, Rabu (29/7/2026).

Ia menjelaskan, peristiwa itu terjadi ketika Rico Waas meninjau proyek pengecoran Jalan Tapaneka pada 22 Juli 2026. 

Saat rombongan hendak meninggalkan lokasi, Ulfa menghampiri wali kota untuk meminta penambahan lampu penerangan jalan (LPJU) karena kawasan tersebut dinilai sepi pada malam hari.

Menurut Syerly, permintaan itu bukan hal baru. Kelurahan Paya Pasir bahkan telah mengusulkan pemasangan LPJU kepada Dinas Perhubungan sejak sekitar satu tahun lalu.

"Permohonan sudah kami ajukan sejak tahun lalu. Waktu itu memang ada program pendataan titik lampu jalan. Selain itu, laporan juga kami masukkan melalui program Sapa di kecamatan," katanya.

Syerly membenarkan, selama ini lampu di sekitar rumah Ulfa dipasang menggunakan dana pribadi warga tersebut.

Karena mengetahui kondisi itu, ia mengaku tidak heran ketika Ulfa menyampaikan langsung keluhannya kepada wali kota.

"Sebelum Pak Wali datang pun dia sudah cerita sama saya kalau lampu itu dipasang pakai uang pribadinya. Saya tahu kondisinya, makanya ketika dia menyampaikan ke Pak Wali, saya spontan bilang 'Cie, curhat nih'," ucapnya.

Ia juga membantah tudingan yang menyebut dirinya mengucapkan kalimat "Cie, curhat nih bah" sebagaimana ramai diperbincangkan di media sosial.

"Saya tidak bilang 'bah'. Yang saya ucapkan hanya 'Cie, curhat nih ye'. Mungkin karena angin atau kualitas rekaman, terdengar berbeda," katanya.

Syerly mengungkapkan kawasan Jalan Tapaneka memang minim permukiman sehingga suasananya cenderung sepi pada malam hari. Di sepanjang ruas jalan tersebut, kata dia, hanya terdapat beberapa rumah warga, gudang, kawasan perusahaan, dan tambak.

"Makanya warga memang membutuhkan penerangan jalan karena kondisi di sana cukup sunyi," ujarnya.

(Tribun-Medan.com/Dedy Kurniawan/Haikal Faried Hermawan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.