Bikin Naik Kereta Makin Nyaman, Mahasiswa UI Ciptakan Teknologi AC Hemat Energi
Hironimus Rama July 30, 2026 12:14 AM

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - ​Siapa sangka, AC kereta api di negara tropis seperti Indonesia ternyata memakan porsi energi yang sangat besar untuk menjaga kabin tetap dingin.

​Menjawab tantangan tersebut, akademisi dari Universitas Indonesia (UI) berhasil menciptakan inovasi AC kereta hemat energi yang tetap menjamin kenyamanan penumpang.

​Fathurrahman Yudhi Nugraha, mahasiswa program doktoral Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik UI (FTUI), adalah sosok di balik teknologi cerdas ini.

Baca juga: Bukan Cuma Teori Ruang Kelas, FKM UI Turunkan Ilmu K3 untuk Lindungi Anak Panti Asuhan di Depok

​Dalam disertasinya yang mendalam, ia mengembangkan integrasi Loop Thermosyphon Heat Exchanger (LTHX) untuk menyempurnakan sistem pengkondisian udara atau HVAC pada kereta api.

​Inovasi LTHX ini bekerja sebagai penukar kalor pasif yang pintar karena memanfaatkan perpindahan panas alami tanpa membutuhkan daya listrik tambahan.

​Keunggulannya sangat terasa karena teknologi ini mampu mendinginkan udara sebelum masuk ke kondensor sekaligus memanaskan kembali udara setelah proses dehumidifikasi secara bersamaan.

​“Penelitian ini berupaya mengembangkan solusi yang memanfaatkan perpindahan kalor secara pasif sehingga sistem HVAC dapat bekerja lebih efisien dengan konsumsi energi yang lebih rendah,” ungkap Fathurrahman, Rabu (29/7/2026). 

​Eksperimen laboratorium menunjukkan bahwa penggunaan fluida kerja R134a dengan fill ratio sebesar 28 % memberikan performa perpindahan panas yang paling optimal.

​Dampaknya sangat nyata, yakni temperatur udara masuk kondensor menurun, beban kerja kompresor berkurang signifikan, dan efisiensi total sistem pendingin pun melonjak.

​Tak hanya menghemat energi, inovasi LTHX juga berhasil memangkas kelembapan relatif kabin dari yang semula di atas 81 % menjadi di bawah 65 % sesuai standar internasional.

​Menariknya, teknologi ini dirancang agar mudah diproduksi oleh manufaktur HVAC umum tanpa perlu merombak total desain AC kereta api yang sudah ada.

​Fleksibilitas tinggi ini membuat LTHX sangat siap diaplikasikan, baik untuk armada kereta api baru, program pembaruan armada lama, hingga sistem AC bangunan komersial.

​“Riset ini menunjukkan bagaimana inovasi di bidang teknik mesin mampu menjawab tantangan nyata industri transportasi melalui teknologi yang lebih efisien, hemat energi, dan tetap mengutamakan kenyamanan pengguna,” puji Dekan FTUI, Kemas Ridwan Kurniawan.

​Atas kontribusi besarnya bagi dunia transportasi berkelanjutan, Fathurrahman resmi menyandang gelar Doktor dari FTUI dengan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00. (m38)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.