Isu Sutrimo Berselisih dengan Keluarga Febrie Adriansyah Sebelum Tewas, Susno Duadji: Perlu Didalami
ninda iswara July 30, 2026 01:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Kasus kematian Sutrimo (42) terus menjadi sorotan seiring munculnya berbagai dugaan yang mengiringi peristiwa tersebut.

Mantan Kabareskrim Polri Susno Duadji menilai dugaan adanya perselisihan antara Sutrimo dengan keluarga mantan Jampidsus Kejaksaan Agung RI, Febrie Adriansyah, layak didalami secara menyeluruh.

Menurutnya, seluruh kemungkinan yang berkaitan dengan kematian Sutrimo harus diusut agar fakta sebenarnya dapat terungkap.

Sutrimo diketahui ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di depan Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7/2026) pagi.

Korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, sesampainya di rumah sakit, Sutrimo dinyatakan telah meninggal dunia.

Belakangan, beredar informasi bahwa Sutrimo diduga pernah bertugas sebagai kepala rumah tangga (Karumga) di rumah dinas Febrie Adriansyah saat masih menjabat sebagai Jampidsus Kejaksaan Agung RI.

Baca juga: Siapa Ajudan yang Antar Jasad Sutrimo Karumga Febrie? Tak Minta Autopsi, Mahfud MD Desak Ekshumasi

Identitas tersebut pertama kali ramai diperbincangkan melalui pesan berantai yang beredar di aplikasi WhatsApp.

Di sisi lain, lokasi ditemukannya Sutrimo juga menarik perhatian publik karena klinik tersebut diketahui sudah tidak lagi beroperasi sejak pandemi Covid-19.

Sutrimo sendiri diketahui berasal dari Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Waktu kematian Sutrimo pun dinilai bertepatan dengan perkembangan penting dalam perkara yang menjerat Febrie Adriansyah.

Peristiwa itu terjadi hanya 12 hari setelah Febrie ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polri pada Sabtu (11/7/2026).

Penetapan tersangka tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Sementara itu, sehari setelah Sutrimo meninggal dunia, Febrie Adriansyah resmi ditahan di Rumah Tahanan KPK pada Jumat (24/7/2026).

Rangkaian peristiwa yang saling berdekatan tersebut membuat berbagai dugaan bermunculan dan mendorong desakan agar seluruh fakta di balik kematian Sutrimo diungkap secara transparan.

Di tengah misteri kematian Sutrimo, muncul pula kabar bahwa mendiang Sutrimo sempat berselisih dengan salah satu anggota keluarga Febrie Adriansyah.

Kabarnya, perselisihan tersebut berkaitan dengan proyek batu bara di Provinsi Jambi.

Menurut Susno, ada beberapa aspek dari dugaan perselisihan antara mendiang Sutrimo dan anggota keluarga Febrie Adriansyah yang harus diusut.

Yakni, siapa yang berselisih dengan Sutrimo dan apa permasalahannya.

Terutama, perlu diusut pula apakah benar jika memang ada perselisihan, masalahnya terkait dengan tiga perkara rasuah yang menjerat Febrie Adriansyah.

"Sangat perlu pengungkapan itu," kata Susno dalam program On Focus yang diunggah di kanal YouTube Tribunnews, Rabu (29/7/2026).

"Misal, dengan siapa dia bersitegang terhadap sesuatu informasi misalnya, oh dia bersitegang dengan keluarga daripada Jampidsus namanya siapa? Masalah apa?"

"Oh masalah ketegangannya itu bukan masalah pribadi, tetapi terkait dengan pemahaman masalah tata niaga batubara ke PLN, masalah asuransi, masalah Krakatau Steel, atau masalah apa, dan itu sekarang yang menjadi kejahatan pokok di dalam tindak pidana yang diduga dilakukan oleh mantan Jampidsus ini."

"Sangat perlu, semua perlu [didalami oleh pihak kepolisian]."

Sutrimo Diduga Tahu Banyak Informasi Soal Febrie Adriansyah

Selanjutnya, Susno menilai, pihak kepolisian tidak hanya perlu mengusut kematian Sutrimo yang kabarnya adalah Karumga rumah dinas Febrie Adriansyah, tetapi juga harus mendalami semua orang yang pernah bekerja sama dengan sang mantan Jampidsus.

Sebab, menurut purnawirawan Polri yang pernah menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat (Jabar) itu, Sutrimo sebagai Karumga tahu banyak soal rumah dan kehidupan pribadi Febrie Adriansyah.

Jika masih hidup, kata Susno, maka Sutrimo akan bisa menjadi saksi kunci terkait kasus korupsi yang menjerat Febrie Adriansyah.

Apalagi, barang bukti berupa emas batangan 74 kilogram dan uang dalam berbagai pecahan mata uang senilai Rp476 miliar ditemukan di rumah milik eks Jampidsus yang terletak di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor.

Namun, karena sudah meninggal, tambah Susno, maka kematian Sutrimo sangat perlu diusut oleh pihak kepolisian.

"Karena ini kan dia menempel dengan kehidupan sehari-hari Bapak Febrie Adriansyah, karena kepala rumah tangga. Jadi, dia tahu persis kehidupan pribadi mantan Jampidsus ini. Siapa saja tamunya, siapa saja yang berhubungan," tutur Susno.

"Mungkin dia pernah mendengar percakapan telepon, mungkin dia pernah melihat sesuatu yang dimasukkan ke rumah Bapak Febrie dan sebagainya."

"Artinya yang bersangkutan ini, Bapak Sutrimo ini, karena posisinya sebagai kepala rumah tangga Jampidsus dan Jampidsus tersebut tersangkut suatu perkara dan di dalam rumah Jampidsus ditemukan banyak sekali barang bukti yang diduga sangat erat kaitannya dengan perkara yang disangkakan kepada Jampidsus ini."

"Maka dia statusnya kalau dia masih hidup, sangat-sangat menentukan kesaksiannya untuk menentukan membuktikan perlakuan atau perbuatan yang disangkakan kepada Jampidsus dan kawan-kawan. banyak yang dia ketahui. Saya yakin."

Baca juga: Kejanggalan Kematian Sutrimo, IPW Desak Ekshumasi, Diduga Tahu Barang Bukti Kasus Febrie Adriansyah

SUTRIMO TEWAS - Tangkapan layar rekaman video CCTV saat Sutrimo tiba di Rumah Sakit Muhammadiyah
SUTRIMO TEWAS - Tangkapan layar rekaman video CCTV saat Sutrimo tiba di Rumah Sakit Muhammadiyah (Tribun Trends/TribunnewsBogor)

Keluarga Benarkan Sutrimo Bekerja di Rumah Eks Jampidsus Kejagung RI Febrie Adriansyah

Pihak keluarga telah mengonfirmasi bahwa mendiang Sutrimo bekerja di rumah eks Jampidsus Kejagung RI Febrie Adriansyah.

Menurut perwakilan keluarga, Sudiono, Sutrimo telah bekerja di rumah Febrie selama puluhan tahun. Namun, dia mengaku tidak tahu Sutrimo tepatnya bekerja sebagai apa.

"Saudara Sutrimo yang menjadi korban di Jakarta itu benar bekerja di rumahnya Bapak Febrie Adriansyah, (mantan) Jampidsus," kata Sudiono, dikutip dari tayangan KompasTV, Selasa (28/7/2026).

"Bekerja sebagai apa? Saya juga kurang tahu. Dia tapi sudah cukup lama, puluhan tahun di rumahnya Pak Febrie Adriansyah."

Sudiono pun menyatakan pihak keluarga telah ikhlas menerima kematian Sutrimo. Ia memastikan keluarga Sutrimo tidak akan membuat tuntutan apa pun.

Menurut dia, keluarga mengikhlaskan karena Sutrimo diketahui memiliki riwayat penyakit diabetes.

"Sutrimo itu memiliki riwayat penyakit diabetes mellitus kronis," ucap Sudiono.

Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Mengaku Tak Tahu Soal Kematian Sutrimo

Kuasa hukum Febrie Adriansyah, Febri Diansyah, menyebut pihaknya tidak tahu-menahu mengenai kasus kematian Sutrimo.

Febri menyatakan pihaknya fokus pada perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat kliennya.

Mantan juru bicara KPK tersebut mengaku hanya mengetahui kasus kematian Sutrimo dari media, dan mengimbau publik untuk menunggu informasi resmi dari Polda Metro Jaya.

"Kami fokus di substansi pekara, saya juga tidak dapat informasi tentang hal itu (kematian Sutrimo). Yang saya baca di media-media kan sudah di-publish dan Polda mulai lakukan, saya nggak tahu penyelidikan atau apa," kata Febri kepada awak media di Rutan KPK, Senin (27/7/2026).

"Mungkin memang lebih baik agar isunya nggak campur aduk, lebih baik kita tunggu saja bersama-sama informasi resmi dari Polda, karena kami kan advokat untuk perkara (TPPU) di Kejaksaan Agung."

(TribunTrends/Tribunnews/Rizki A.)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.