Anak Hilang: Bisakah Marcus Rashford Membangun Kembali Kariernya di Manchester United?
Budi Santoso July 30, 2026 02:43 AM

Hooligan Soccer

·29 Juli 2026

Hooligan Soccer

·29 Juli 2026

Semakin besar kemungkinan Marcus Rashford akan kembali ke Manchester United pada musim panas ini, seiring daftar tujuan transfer potensial bagi penyerang ternama itu terus menyusut.

Penyerang internasional Inggris berusia 28 tahun itu baru saja menuntaskan masa pinjaman yang menghasilkan gelar La Liga bersama Barcelona dan sempat berharap kepindahannya ke Nou Camp akan dipermanenkan. Namun, raksasa Catalan memilih arah berbeda dengan merekrut Anthony Gordon secara mengejutkan senilai $91m pada bulan Mei. Harapan tersisa untuk bertahan di Spanyol makin menipis pada akhir Juli ketika Barca menggelontorkan $25m untuk penyerang serbabisa Karim-David Adeyemi. Harapan itu akhirnya benar-benar pupus setelah muncul kabar Barca akan mendatangkan Yan Diomande dengan biaya lebih dari $133m.

Meski raksasa Jerman Bayern Munich sempat disebut tertarik pada awal bursa, jejak itu juga sudah dingin. Dengan Rashford menerima sekitar $400,000 per pekan—yang membuatnya menjadi salah satu pemain dengan bayaran tertinggi di Liga Primer—jumlah peminat potensialnya kini sangat terbatas.

Untuk saat ini, Rashford diperkirakan akan kembali melapor ke Manchester United pada 9 Agustus untuk mengikuti pemusatan latihan klub di Irlandia, menjelang laga pramusim melawan Leeds United di Dublin.

Mengingat perpisahannya yang penuh ketegangan dengan klub setelah disingkirkan ke “bomb squad” oleh mantan manajer Ruben Amorim, semua mata akan tertuju pada apakah—dan bagaimana—ia bisa diintegrasikan kembali.

Peta di Old Trafford telah berubah jauh sejak Rashford pergi. Ruben Amorim dicopot pada Januari 2026 dan digantikan Michael Carrick. Awalnya ditunjuk sebagai pelatih sementara, Carrick membawa Manchester United yang bangkit kembali finis di posisi ketiga.

Namun, situasinya tidak sesederhana “Amorim pergi, maka Rashford akan bersinar.” Kebangkitan performa United juga bertepatan dengan kepergian para anggota bomb squad yang disebut sebelumnya: Rashford, Alejandro Garnacho, Antony, dan Jadon Sancho.

Riwayat disiplin Rashford juga tidak hanya terjadi pada era Amorim. Erik ten Hag pernah mencoretnya untuk laga Piala FA dan mencadangkannya pada satu pertandingan Liga Primer karena pelanggaran yang berbeda, bahkan secara terbuka mengkritik sang penyerang karena berpesta pada hari ulang tahunnya setelah kekalahan telak 3-0 dari Manchester City.

Walau Rashford mencatat torehan terbaik sepanjang kariernya dengan 30 gol pada musim 2022-23, produktivitasnya anjlok menjadi hanya delapan gol pada musim berikutnya ketika hubungannya dengan klub mulai memburuk.

Namun, jika ada sosok yang bisa menemukan kembali Rashford yang “asli”, orang itu adalah Carrick. Pelatih saat ini bermain bersama Rashford selama dua tahun setelah terobosannya pada musim 2016 dan sempat menanganinya dalam masa singkat sebagai pelatih interim pada 2021, dengan memainkannya dalam dua dari tiga pertandingan yang ia pimpin.

Sebagai sosok yang meraih lima gelar Liga Primer dan satu Liga Champions bersama klub itu, Carrick memahami beratnya mengenakan seragam ini; ia tahu persis apa yang dituntut.

Faktor besar di balik penurunan Rashford di bawah Amorim adalah sistem wing-back yang kaku dan sama sekali tidak cocok dengan atributnya. Lulusan akademi itu paling berbahaya saat bermain di sayap kiri, dalam sistem cair yang memungkinkan para penyerang saling bertukar posisi dan memanfaatkan ruang terbuka dengan kecepatan.

Kita melihat kilasan kemampuan itu selama masa pinjaman suksesnya di Aston Villa dan Barcelona, serta ketika Inggris melaju ke semifinal Piala Dunia 2026.

Kembalinya Carrick ke formasi 4-2-3-1 jauh lebih sesuai dengan kecepatan Rashford dalam serangan balik, meski masih ada pertanyaan mengenai komitmennya terhadap aspek bertahan dalam permainan.

Ada pula opsi untuk memainkannya di tengah. Dengan Benjamin Sesko saat ini menjadi satu-satunya penyerang tengah murni di skuad, Carrick terpaksa merotasi Matheus Cunha dan Bryan Mbuemo di posisi itu musim lalu. Kembalinya Rashford memberi tambahan opsi yang sangat dibutuhkan untuk lini serang.

Ketidakpastian terbesar adalah bagaimana Rashford akan diterima rekan-rekannya. Hierarki United telah bekerja keras menekan tagihan gaji, dengan memprioritaskan pemain-pemain lapar yang benar-benar ingin bermain untuk United, seperti Benjamin Šeško, Matheus Cunha, Bryan Mbuemo, dan Patrick Dorgu.

Karena Rashford secara terbuka sempat ingin hengkang dan saat ini menerima gaji dua kali lipat dibanding banyak pemain di ruang ganti, kehadirannya berpotensi memunculkan gesekan.

Ada pula dilema taktis: jika Rashford langsung dikembalikan ke susunan starter dengan mengorbankan Dorgu atau Cunha, apakah itu akan menimbulkan rasa tidak puas? Sebaliknya, jika ia justru diparkir di bangku cadangan sebagai pemain mahal yang hanya jadi pengubah jalannya laga, bagaimana klub bisa membenarkan gaji besarnya?

Bagi lulusan akademi kelahiran Manchester yang mencuri perhatian lewat rentetan gol pada 2016, hubungannya dengan para suporter telah naik turun seperti roller coaster. Pernah menjadi idola yang nyaris tak tersentuh, hampir tak ada suara penolakan ketika ia dipinjamkan ke Villa hampir satu dekade setelah debutnya.

Banyak pendukung senang melihatnya pergi, lelah dengan penampilan yang terkesan kurang bersemangat dan masalah disiplin di luar lapangan.

Namun, waktu adalah penyembuh yang hebat. Rashford belum bermain untuk United sejak Desember 2024. Selama itu, para fans melihatnya menjuarai La Liga di luar negeri dan tampil untuk Inggris di Piala Dunia 2026 musim panas ini. Mereka tahu masih ada pemain kelas dunia di dalam dirinya.

Para suporter yang hadir di stadion akan punya pengaruh besar terhadap proses reintegrasinya. Jika mereka melihat usaha dan hasrat yang dituntut oleh seragam ini, mereka akan memberinya waktu. Tetapi jika bahasa tubuhnya menunjukkan bahwa ia masih tidak ingin berada di sana, suasana akan berubah cepat—dan itu bisa menjadi tanda berakhirnya kisah Marcus Rashford di Manchester United untuk selamanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.