Skrining TBC di HST Diperluas, Warga dengan Batuk Menahun Jadi Prioritas
Irfani Rahman July 30, 2026 09:48 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mengintensifkan upaya menemukan penderita tuberkulosis (TBC) lebih cepat melalui skrining aktif dan penelusuran kontak serumah.

Langkah itu dilakukan untuk memutus rantai penularan penyakit yang masih menjadi salah satu persoalan kesehatan masyarakat.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Dinkes HST mencatat sebanyak 360 kasus TBC. Meski lebih rendah dibandingkan total temuan sepanjang 2025 yang mencapai 883 kasus, pemerintah daerah menegaskan penurunan angka tersebut bukan berarti ancaman TBC telah berakhir.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes HST, Mualim, kepada Banjarmasinpost.co.id, rabu, (29/07/2026) mengatakan fokus utama saat ini bukan hanya mengobati pasien, tetapi memastikan penderita dapat ditemukan sedini mungkin sebelum menularkan penyakit kepada orang lain.

"Semakin cepat kasus ditemukan, semakin cepat pengobatan dimulai sehingga peluang penularan kepada keluarga maupun lingkungan sekitar bisa ditekan," ujarnya.

Baca juga: Babak Baru Kasus Gagal Umrah di HST, 36 Jemaah Dijadwalkan Berangkat 2 Agustus

Baca juga: Sakit Hati Sering Diejek, Lansia di Banjar Kalsel Bunuh Tetangga Rekayasa Korban Seolah Gantung Diri

Karena itu, Dinkes mengimbau masyarakat tidak menganggap remeh batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu. Warga dengan keluhan tersebut diminta segera mendatangi puskesmas atau fasilitas kesehatan untuk menjalani pemeriksaan.

Selain memperkuat penemuan kasus, Dinkes juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar pasien TBC menjalani pengobatan hingga tuntas. Penghentian obat sebelum waktunya berisiko menyebabkan pengobatan gagal sekaligus meningkatkan potensi penularan.

Pengalaman itu pernah dialami MF, seorang penyintas TBC. Ia mengaku awalnya menganggap batuk berkepanjangan sebagai penyakit biasa. Namun setelah berat badannya terus menurun dan menjalani pemeriksaan, ia dinyatakan positif TBC.

"Alhamdulillah sekarang kondisi saya jauh lebih baik. Yang penting jangan takut berobat dan obatnya harus diminum sampai selesai," katanya.

Dinkes HST berharap kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri sejak muncul gejala menjadi faktor penting dalam mempercepat penemuan kasus sekaligus mendukung target eliminasi TBC di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

(Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.