Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) memperkuat pencegahan stunting lewat kelas calon pengantin bertema Sehat Ceria Tanpa Stunting (Secanting) di Aula Kantor Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

"Ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan berumah tangga, termasuk sebagai upaya mencegah anak mengalami gangguan pertumbuhan atau stunting," kata Camat Mampang Prapatan, Angga, di Jakarta, Kamis.

Angga mengatakan para peserta merupakan calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mampang Prapatan.

Kegiatan yang juga merupakan program tanggung jawab sosial perusahaan dari FIF Astra tersebut memberikan pembekalan kepada para peserta mengenai hubungan dalam rumah tangga, kesehatan reproduksi, serta pemenuhan nutrisi yang baik.

Angga berpesan agar para calon pengantin mengikuti seluruh proses edukasi dan pembinaan dengan baik.

"Bersama para narasumber yang berpengalaman, peserta akan mendapatkan bekal untuk membangun keluarga yang harmonis dan mempersiapkan generasi yang lebih sehat," ucapnya.

Selain itu, pembekalan tersebut diharapkan dapat membantu para peserta mempersiapkan kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.

"Calon pengantin ini akan memulai kehidupan baru. Dalam menjalani kehidupan baru tersebut, mungkin situasinya tidak akan selalu seindah masa saat berpacaran. Pasti akan ada berbagai problematika dan dinamika yang akan terjadi setelah menjadi pasangan yang sah," ucapnya.

Sementara itu, salah seorang peserta, Andro Niko, mengaku antusias mengikuti Kelas Calon Pengantin Secanting.

Menurutnya, materi yang disampaikan para narasumber diberikan dengan baik dan mudah dipahami.

"Ada rasa haru dan senang juga mengikuti kelas ini. Materinya ada yang membuat kita waspada dan ada juga yang membuat kita ingin mencoba. Intinya sangat seru, mudah-mudahan saya dan pasangan diberikan kelancaran nantinya," katanya.

Pemerintah Kota Jakarta Selatan mencatat angka stunting (tengkes) di wilayahnya mencapai 14,9 persen pada 2026.

Berdasarkan data yang dihimpun, angka stunting di Jakarta Selatan pada 2026 mencapai 14,9 persen dan ditargetkan turun ke level 11,34 persen pada 2030.

Pemkot Jaksel menangani 794 kasus pencegahan dan penurunan stunting pada 2025 melalui kolaborasi antarpemerintah serta masyarakat.