BANJARMASINPOST.CO.ID - Sebuah video sedang viral di media sosial grup Warganet Kalimantan Selatan (Kalsel), khususnya Banjarmasin.
Video itu berupa suasana antrean pengendara sepeda motor di satu SPBU di Kota Banjarmasin.
Tampak seorang pengendara motor matik warna putih turun lalu menuntun kendaraannya, karena berikutnya giliran dia dilayani operator SPBU.
Tapi saat dia membuka jok, seekor kucing warna putih yang sejak duduk di bagian belakang, enggan beranjak.
Baca juga: Wisata Kalsel: Ada Rumah Kucing di Bukit Bintang, Dihuni Ras Maine coon, Bengal, hingga Persia
Si anabul terlihat berpegangan erat pada jok, meski si pemilik motor berusaha mengusirnya dengan cara menggoyang-goyangkan jok.
Video yang diunggah akun Instagram @banjarfolk ini mendapat respons dari sejumlah Netizen di kolom komentar.
Mereka lontarkan aneka komentar kocak. Berikut di antaranya.
“Bepingut pisit bnr, maka amangnya takutn kucing,” ujar akun @selebgrambanua disertai emoji terbahak.
“Itu pasti karena motor sama warnanya dengan bulu dia,” duga akun @rlipi076227.
“The real ketempelan,” timpal akun @andrynii_mr.
Melansir tulisan Maz Black dari Kompasiana.com, setidaknya ada tiga penyebab kucing suka nongkrong di jok sepeda motor.
Pertama, jok motor menyimpan panas. Setelah dipakai, jok motor tetap hangat dalam waktu yang cukup lama, dan kucing sangat menyukai tempat yang nyaman dan hangat.
Kedua, tekstur jok motor cocok untuk cakaran. Kucing memiliki naluri alami untuk mengasah kuku, dan jika tidak ada tempat khusus, jok motor menjadi sasaran empuk
Ketiga, tinggi dan aman. Jok motor memberikan sudut pandang lebih tinggi yang membuat kucing merasa aman dari ancaman di sekitarnya.
Solusinya simpel saja, gunakan penutup jok berbahan licin atau oleskan wewangian tertentu seperti aroma jeruk yang tidak disukai kucing.
Di banyak tempat, kita sering mendengar anggapan bahwa kedatangan kucing ke rumah adalah tanda datangnya rezeki.
Ada pula yang sengaja memelihara kucing dengan harapan rezekinya semakin lancar.
Tetapi, benarkah kucing membawa keberuntungan?
Dalam Islam, rezeki hanya berasal dari Allah, bukan dari makhluk.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
"Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya Dia akan memberikan rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung; mereka pergi di pagi hari dengan perut kosong dan pulang di sore hari dalam keadaan kenyang." (HR Tirmidzi)
Hadis ini menegaskan bahwa rezeki tidak bergantung pada kucing atau benda apa pun, tetapi kepada Allah.
Sebaliknya, ada pula yang merasa sial jika kucing hitam melintas di depannya.
Ini masuk dalam tatayyur, yaitu anggapan sial terhadap sesuatu, yang dalam Islam sangat dilarang. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
"Tidak ada wabah menular (yang menyebar dengan sendirinya tanpa izin Allah), tidak ada kepercayaan bahwa burung hantu membawa kesialan, dan tidak ada tatayyur (anggapan sial terhadap sesuatu). Namun, aku menyukai al-fa'l (optimisme yang baik)." (HR. Bukhari & Muslim)
Baik anggapan bahwa kucing membawa keberuntungan maupun kesialan sama-sama bertentangan dengan ajaran Islam.
Kita boleh menyayangi kucing, tetapi bukan karena mereka "pembawa rezeki" atau "pembuang sial", melainkan karena Islam mengajarkan kasih sayang terhadap makhluk hidup.
(Banjarmasinpost.co.id/Mulyadi Danu Saputra)