Oleh : RP. John Lewar SVD
Biara SVD St. Josef Freinademetz STM
Nenuk Atambua - Timor
POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik Hari Kamis Biasa Pekan XVII– 30 Juli 2026 dari RP. John Lewar SVD berjudul: Menemani langkahmu setiap hari dengan Sabda Tuhan
Renungan Harian Katolik RP. Jhon Lewar SVD ini merujuk pada Bacaan I :Yeremia 18:1-6; Mazmur 146:1b-6 dan Matius 13:47-53.
DIBENTUK TUHAN
Menjadi Bejana yang Berharga
KISAH NYATA
Tangan yang Tidak Pernah Menyerah
Baca juga: Renungan Harian Katolik Hari Kamis 30 Juli 2026, “Seumpama pukat”
Seorang pengrajin gerabah di sebuah desa di Jawa Timur setiap hari membuat kendi dan pot dari tanah liat. Suatu hari, seorang anak kecil melihat sang pengrajin meremas, memukul, bahkan menghancurkan kembali sebuah kendi yang hampir selesai dibuat.
Anak itu bertanya, "Mengapa dihancurkan? Bukankah sudah hampir jadi??"
Pengrajin itu tersenyum dan menjawab, "Karena di dalamnya masih ada retakan kecil. Kalau dipaksakan selesai, kendi itu akan pecah ketika dipakai. Lebih baik saya membentuknya kembali sekarang daripada rusak nanti."
Kisah sederhana ini mengingatkan kita bahwa Tuhan pun sering membentuk ulang hidup kita. Kadang kita mengalami kegagalan, teguran, atau perubahan yang tidak kita inginkan. Namun itu bukan tanda bahwa Tuhan membenci kita, melainkan tanda bahwa Ia masih bekerja menjadikan hidup kita lebih kuat dan lebih indah.
RENUNGAN
Bacaan pertama dari Yeremia 18:1-6 menggambarkan Nabi Yeremia yang diperintahkan Tuhan pergi ke rumah tukang periuk. Di sana ia melihat bejana yang rusak di tangan tukang periuk, lalu dibentuk kembali menjadi bejana lain sesuai kehendaknya.
Tuhan berkata: _"Seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku."_ (Yer 18:6)
Pesan ini sangat relevan bagi kehidupan kita zaman sekarang. Banyak orang merasa hidupnya tidak sempurna: ada keluarga yang bermasalah, usaha yang gagal, kesehatan yang menurun, atau masa lalu yang penuh luka. Kita sering berpikir bahwa hidup yang "retak" tidak lagi berguna.
Namun Tuhan melihat berbeda. Di tangan-Nya, hidup yang retak masih bisa dibentuk menjadi bejana yang baru.
Dalam Injil Matius 13:47-53, Yesus memakai perumpamaan tentang pukat yang menangkap berbagai jenis ikan. Pada akhirnya ikan yang baik dikumpulkan, sedangkan yang tidak baik dibuang.
Perumpamaan ini mengingatkan kita bahwa hidup adalah proses penyaringan. Tuhan memberi kesempatan kepada setiap orang untuk bertobat dan berubah. Selama kita masih hidup, kita masih berada dalam tangan Sang Pembentuk Agung.
Sering kali kita ingin Tuhan segera mengubah situasi di luar diri kita, padahal Tuhan terlebih dahulu ingin mengubah hati kita. Ia membentuk kesabaran melalui penderitaan, membentuk kerendahan hati melalui kegagalan, dan membentuk kasih melalui pengampunan.
Mazmur hari ini menegaskan: _"Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong."_ (Mzm 146:5)
Kebahagiaan sejati bukan karena hidup tanpa masalah, tetapi karena kita percaya bahwa Tuhan tidak pernah berhenti membentuk hidup kita.
TIGA PESAN UNTUK HIDUP KITA
1. Jangan putus asa ketika hidup terasa "rusak"
Kegagalan bukan akhir dari segalanya. Tuhan mampu membentuk kembali hidup yang hancur menjadi berkat bagi banyak orang.
2. Izinkan Tuhan membentuk hati kita
Tanah liat yang keras sulit dibentuk. Demikian juga hati yang keras karena kesombongan, dendam, atau keegoisan akan sulit menerima karya Tuhan.
3. Gunakan waktu untuk bertobat
Pukat Kerajaan Allah masih terbuka bagi semua orang. Hari ini adalah kesempatan untuk memilih hidup yang baik, jujur, dan setia kepada Tuhan.
PENUTUP
Saudara-saudari terkasih, mungkin saat ini ada bagian hidup kita yang terasa retak: relasi yang terluka, harapan yang tertunda, atau dosa yang terus menghantui.
Jangan takut datang kepada Tuhan. Ia adalah Tukang Periuk Ilahi yang tidak pernah membuang tanah liat-Nya. Ia tidak melihat kita sebagai barang gagal, tetapi sebagai karya yang sedang disempurnakan.
Maka marilah kita berkata dengan iman:
_"Tuhan, bentuklah aku sesuai kehendak-Mu. Jadikan hidupku bejana yang membawa kasih, damai, dan harapan bagi sesama."_
DOA PENUTUP
Tuhan Yesus, Engkau adalah Sang Pembentuk hidup kami.
Ketika kami jatuh dan merasa tidak berharga, jangan biarkan kami menjauh dari-Mu.
Bentuklah hati kami menjadi lebih sabar, rendah hati, dan setia.
Semoga hidup kami menjadi bejana yang memancarkan kasih-Mu bagi keluarga, Gereja, dan sesama. Amin. (*)
*Pastor John Lewar, SVD*
Biara SVD St. Josef Freinademetz
STM Nenuk Atambua - Timor