The Fed Tahan Suku Bunga, Simak Dampaknya ke Kartu Kredit hingga Tabungan
Arthur Gideon July 30, 2026 11:30 AM

Liputan6.com, Jakarta - Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuannya pada Rabu. Meski tidak ada perubahan suku bunga, keputusan terbaru The Fed tetap dapat memberikan dampak signifikan terhadap keuangan rumah tangga.

Ekonom menilai kenaikan harga energi akibat konflik Iran berpotensi memberikan dampak inflasi berkepanjangan. Kondisi tersebut kemungkinan turut mendorong The Fed mempertahankan suku bunga sambil menunggu dampak konflik terhadap perekonomian.

Situasi ini juga dapat membuat pembuat kebijakan mempertimbangkan kenaikan suku bunga pada pertemuan September. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan negaranya "seharusnya memiliki suku bunga terendah di dunia".

"Sangat sulit membaca sikap ketua dan mengetahui pandangannya mengenai arah kebijakan ke depan," ujar Kepala Ekonom Raymond James Eugenio Alemán, merujuk pada Ketua The Fed Kevin Warsh, dikutip dari CNBC, Kamis (30/7/2026).

Namun, kenaikan suku bunga akan membuat biaya pinjaman konsumen semakin mahal ketika tekanan keterjangkauan sudah meningkat.

"Konsumen akan tetap tertekan ke depan, dan jika mereka mulai menaikkan suku bunga, kondisinya akan semakin memburuk," kata Alemán.

 

Bagaimana Suku Bunga The Fed Memengaruhi Keuangan Konsumen?

Ketua Dewan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh berbicara selama konferensi pers di Federal Reserve di Washington. Rabu, 29 Juli 2026. (AP Photo/Mark Schiefelbein)
Ketua Dewan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh berbicara selama konferensi pers di Federal Reserve di Washington. Rabu, 29 Juli 2026. (AP Photo/Mark Schiefelbein)

The Fed memengaruhi federal funds rate, yakni acuan suku bunga yang menentukan biaya pinjaman antarbank dalam transaksi semalam. Suku bunga ini pada akhirnya turut memengaruhi biaya pinjaman konsumen dan imbal hasil tabungan.

Secara umum, suku bunga jangka pendek pada utang konsumen berkaitan erat dengan prime rate, yang biasanya berada 3 poin persentase di atas federal funds rate.

Sementara itu, suku bunga jangka panjang lebih bergantung pada ekspektasi inflasi dan berbagai faktor ekonomi lainnya.

Kebijakan The Fed karena itu dapat memengaruhi kondisi keuangan konsumen dengan cara berbeda, mulai dari bunga kartu kredit dan kredit kendaraan hingga KPR dan bunga tabungan.

 

Bunga Kartu Kredit Masih Tinggi

Beli Tiket Konser Coldplay sebagai Self Reward, Awas Kebablasan Jadi Utang Konsumtif. Ilustrasi kartu kredit. Foto: Liputan6.com/Ade Nasihudin.
Beli Tiket Konser Coldplay sebagai Self Reward, Awas Kebablasan Jadi Utang Konsumtif. Ilustrasi kartu kredit. Foto: Liputan6.com/Ade Nasihudin.

Sebagian besar kartu kredit menggunakan suku bunga variabel sehingga memiliki hubungan langsung dengan perubahan suku bunga acuan The Fed.

Dengan The Fed mempertahankan suku bunga, rata-rata bunga yang ditawarkan untuk kartu kredit baru telah bertahan di sekitar 24% selama beberapa bulan terakhir, berdasarkan data LendingTree.

"Siapa pun yang berharap The Fed datang menyelamatkan keadaan dan menurunkan suku bunga hampir pasti akan kecewa," ujar Chief Consumer Finance Analyst LendingTree Matt Schulz.

Kondisi tersebut membuat konsumen yang memiliki saldo kartu kredit harus tetap menghadapi biaya bunga tinggi. Terlebih, belum ada kepastian bahwa penurunan suku bunga akan terjadi dalam waktu dekat.

Sebaliknya, peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September dapat kembali menjadi perhatian apabila tekanan inflasi tidak mereda.

 

Kredit Mobil Belum Dapat Angin Segar

Seorang wanita bergegas ke terminal setelah diturunkan di Bandara Internasional Los Angeles, Los Angeles, Amerika Serikat. (AP Photo/Jae C. Hong)
Seorang wanita bergegas ke terminal setelah diturunkan di Bandara Internasional Los Angeles, Los Angeles, Amerika Serikat. (AP Photo/Jae C. Hong)

Berbeda dengan kartu kredit, bunga kredit kendaraan bersifat tetap sepanjang masa pinjaman. Meski demikian, suku bunga kredit kendaraan juga bertahan tinggi, salah satunya akibat tingkat suku bunga acuan The Fed.

Menurut data Edmunds, rata-rata bunga pinjaman enam tahun untuk mobil baru saat ini mencapai 7%. Adapun rata-rata bunga kredit mobil bekas mencapai 10,5%.

"Dengan kembali dipertahankannya suku bunga, kelegaan belum terlihat," ujar Head of Insights Edmunds Jessica Caldwell.

Menurut Caldwell, dampak nyata dari tingginya suku bunga terlihat dari semakin sedikitnya konsumen yang mampu membeli kendaraan baru.

"Suku bunga tinggi yang bertahan membuat produsen mobil kesulitan menawarkan program pembiayaan berbunga nol persen secara luas," kata dia.

"Level suku bunga tinggi tersebut semakin membuat pembeli berpenghasilan menengah dan rendah tersingkir dari pasar mobil baru, sehingga penjualan bergeser ke konsumen berpenghasilan lebih tinggi yang mampu menanggung biayanya," lanjut Caldwell.

 

Pinjaman Mahasiswa dan KPR

Matahari terbenam menyinari gedung apartemen di wilayah Manhattan, New York, Amerika Serikat (AS). (Foto AP/Ted Shaffrey)
Matahari terbenam menyinari gedung apartemen di wilayah Manhattan, New York, Amerika Serikat (AS). (Foto AP/Ted Shaffrey)

Bunga pinjaman mahasiswa federal AS juga bersifat tetap sepanjang masa pinjaman. Dengan demikian, sebagian besar peminjam relatif terlindungi dari perubahan kebijakan The Fed.

Namun, bunga bagi peminjam baru akan meningkat pada tahun mendatang berdasarkan hasil lelang terakhir obligasi pemerintah AS atau Treasury tenor 10 tahun pada Mei.

Hal serupa berlaku pada KPR dengan bunga tetap tenor 15 tahun dan 30 tahun. Suku bunga KPR tidak mengikuti suku bunga acuan The Fed secara langsung, tetapi lebih banyak bergerak mengikuti imbal hasil Treasury jangka panjang.

Seiring kembali meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran, bunga KPR telah mendekati level tertinggi dalam satu tahun, menurut Mortgage News Daily.

Rata-rata bunga KPR tetap tenor 30 tahun tercatat sebesar 6,76% per 28 Juli.

"Mungkin diperlukan satu lagi data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan atau peningkatan klaim pengangguran sebelum suku bunga KPR dapat turun menembus kisaran saat ini," ujar Chief Investment Officer sekaligus Head Economist LoanDepot Jeff DerGurahian.

 

Bunga Tabungan Masih Menarik

Jika biaya pinjaman masih tinggi, kondisi tersebut justru memberikan keuntungan bagi masyarakat yang memiliki tabungan.

Imbal hasil tabungan cenderung berkorelasi dengan perubahan target federal funds rate. Keputusan The Fed mempertahankan suku bunga membuat imbal hasil tabungan secara umum juga relatif stabil.

Menurut Bankrate, sejumlah rekening tabungan online dengan imbal hasil tinggi masih menawarkan bunga di atas rata-rata, yakni sekitar 4%.

"Ini masih menjadi waktu yang baik untuk menabung," ujar Schulz.

"Bunga sertifikat deposito dan rekening tabungan berbunga tinggi memang telah turun dari puncaknya beberapa tahun lalu, tetapi masih kuat dibandingkan standar historis dan kemungkinan akan bertahan seperti itu untuk sementara waktu," tambah dia.

Dengan demikian, keputusan The Fed mempertahankan suku bunga memiliki dua sisi bagi konsumen. Biaya utang tetap mahal, tetapi pemilik tabungan masih dapat menikmati imbal hasil relatif tinggi.

 

Dampak Terpenting bagi Konsumen

Bagi banyak rumah tangga, ekonom menilai dampak terpenting kebijakan The Fed sebenarnya berasal dari upaya bank sentral mengendalikan inflasi.

Jika suku bunga tinggi mampu membantu menstabilkan harga, konsumen dapat lebih mudah memenuhi pengeluaran sehari-hari, termasuk membeli bahan makanan dan pakaian.

Namun, selama proses tersebut berlangsung, tingginya biaya pinjaman dapat menimbulkan tekanan terhadap kondisi keuangan rumah tangga.

Sejumlah studi menunjukkan bahwa melunasi utang berbunga tinggi, menegosiasikan persyaratan pinjaman, serta memperoleh pendapatan bunga dari tabungan dapat membantu mengurangi tekanan terhadap anggaran.

"Anda memiliki kendali atas suku bunga lebih besar daripada yang Anda kira, dan langkah yang Anda ambil dapat memberikan dampak jauh lebih besar dibandingkan kebijakan apa pun yang kemungkinan dilakukan The Fed," kata Schulz.

"Meluangkan waktu untuk mencari dan membandingkan suku bunga ketika mengambil pinjaman baru atau melakukan refinancing pinjaman yang sudah ada dapat menghasilkan penghematan besar," tutup dia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.