TRIBUN-TIMUR.COM – Suasana Masjid di Desa Malimpung, wilayah perbatasan Kabupaten Pinrang dan Enrekang, Sulawesi Selatan, tampak hidup setiap usai salat Subuh.
Puluhan anak berkumpul mengikuti halaqah Al-Qur'an yang dipandu Ustadz Sudirman, sebagai bagian dari pembinaan keagamaan bagi anak-anak di daerah yang masih minim tenaga pengajar mengaji.
Rabu (29/7/2026) pagi, selepas salat Subuh, anak-anak berpeci dan berpakaian muslim membentuk kelompok kecil sambil membuka mushaf Al-Qur'an.
Di hadapan mereka, Ustadz Sudirman menyimak bacaan para santri satu per satu, membetulkan makhraj huruf dan tajwid hingga menjelang pelaksanaan salat Syuruq.
Bagi masyarakat Desa Malimpung, kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas mengaji, tetapi menjadi harapan baru di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses pendidikan Al-Qur'an.
Program pembinaan itu merupakan hasil kolaborasi Persaudaraan Dai Indonesia (Posdai) DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan bersama Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) Sulsel.
Melalui kerja sama tersebut, dakwah dan pendidikan Al-Qur'an dapat menjangkau daerah pedalaman dan perbatasan.
Mayoritas warga Malimpung bekerja sebagai petani. Aktivitas di sawah dan ladang yang berlangsung sejak pagi hingga sore membuat banyak orang tua memiliki keterbatasan waktu untuk mendampingi anak-anak belajar agama di rumah.
Di tengah kondisi tersebut, kehadiran halaqah Al-Qur'an menjadi solusi bagi masyarakat. Seluruh kegiatan pembelajaran diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya.
"Hadir di tengah anak-anak yang tinggal jauh dari perkotaan merupakan sebuah amanah yang kami syukuri. Kami berusaha membersamai mereka belajar Al-Qur'an tanpa memungut biaya sedikit pun," ujar Ustadz Sudirman.
Menurutnya, pembinaan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur'an sekaligus membentuk karakter dan akhlak yang baik sejak dini.
Program ini juga mendapat sambutan positif dari masyarakat. Para orang tua merasa terbantu karena anak-anak mereka memperoleh pendidikan agama tanpa harus terbebani biaya.
Melalui kegiatan halaqah yang rutin dilaksanakan, diharapkan lahir generasi Qurani dari wilayah perbatasan yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur'an dengan baik, berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat di masa mendatang.(*)