Profil Hanna Monareh, Psikolog yang Aktif Kampanyekan Isu Kesehatan Mental: Berawal dari Sebuah Buku
Rizali Posumah July 30, 2026 10:22 AM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Menjaga kesehatan mental kini menjadi perhatian yang semakin penting di tengah meningkatnya tekanan kehidupan modern.

Di Sulawesi Utara, salah satu sosok yang aktif mengedukasi masyarakat mengenai isu tersebut adalah Hanna Nina Ireine Monareh, M.Psi., Psikolog, CHt, CI.

Ia adalah seorang psikolog klinis sekaligus pendiri Komunitas Cegah Bunuh Diri (KCBD).

Di balik kiprahnya sebagai praktisi kesehatan mental, perjalanan karier Hanna ternyata tidak dimulai dari dunia psikologi.

Ia justru mengawali pendidikan tinggi di Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Sam Ratulangi, Manado.

Dalam Podcast Tribun Manado yang dipandu Editor Senior David Kusuma, Hanna mengungkapkan bahwa dirinya sempat menjalani kuliah arsitektur selama empat semester sebelum akhirnya memutuskan berpindah ke Fakultas Psikologi Universitas Persada Indonesia YAI Jakarta.

​Hanna datang dengan setelan semi-formal. Memakai jas dusty pink dan rok hitam.

"Saya tidak pernah menyesali perjalanan itu. Justru saya belajar bahwa hidup adalah sebuah proses," katanya.

Menurut Hanna, banyak orang menganggap arsitektur dan psikologi merupakan dua bidang yang tidak saling berkaitan.

Namun baginya, keduanya memiliki kesamaan karena sama-sama membutuhkan kreativitas dan seni dalam memahami manusia.

"Kalau di arsitektur kita berbicara tentang seni membangun. Di psikologi kita berbicara tentang seni memahami manusia, karena setiap orang memiliki pendekatan yang berbeda," ujarnya.

Terinspirasi Buku dan Ibu

Minat Hanna terhadap dunia psikologi tumbuh sejak masih menjadi siswa SMA ketika tinggal di asrama.

Saat itu ia gemar membaca berbagai buku, salah satunya seri Chicken Soup yang banyak mengisahkan pengalaman hidup dan perjuangan seseorang menghadapi persoalan psikologis.

Dari bacaan tersebut, ia mulai mengenal profesi psikolog klinis dan bercita-cita mendalami bidang tersebut.

Selain itu, lingkungan keluarga turut memberi pengaruh.

Ibunya merupakan seorang guru Bimbingan Konseling (BK), sehingga Hanna sejak kecil cukup akrab dengan dunia pendidikan dan pendampingan psikologis.

Meski demikian, ia memilih menjadi psikolog klinis karena ingin memberikan layanan yang lebih luas dibandingkan profesi guru BK.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana psikologi, Hanna melanjutkan pendidikan Magister Profesi Psikologi Klinis di kampus yang sama hingga memperoleh gelar psikolog.

Aktif di Organisasi

Sejak 2014, Hanna bertugas sebagai Psikolog Klinis di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado.

Ia juga mendirikan praktik psikologi serta menjadi Founder Komunitas Cegah Bunuh Diri yang aktif memberikan edukasi mengenai kesehatan mental kepada masyarakat.

Selama lebih dari 14 tahun berkarier sebagai psikolog klinis, Hanna juga dipercaya menjadi narasumber di berbagai instansi pemerintah maupun swasta serta menjadi kontributor edukasi kesehatan mental di Sulawesi Utara.

Di bidang organisasi profesi, Hanna pernah menjabat Ketua Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPK Indonesia) Wilayah Sulawesi Utara selama dua periode, yakni 2017–2022 dan 2022–2026.

Ia juga aktif dalam berbagai organisasi, di antaranya Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Provinsi Sulawesi Utara, Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI), Asosiasi Psikologi Forensik HIMPSI, hingga menjadi Sahabat Saksi Korban Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan Mental

Dalam pandangannya, kesehatan mental memiliki peran yang sama penting dengan kesehatan fisik.

Sayangnya, masih banyak masyarakat yang menganggap persoalan mental sebagai sesuatu yang sepele.

Menurut Hanna, stres merupakan kondisi yang wajar dialami setiap orang.

Namun stres yang tidak dikelola dengan baik dapat berkembang menjadi gangguan psikologis yang lebih serius.

Ia menjelaskan bahwa seseorang perlu mulai mencari bantuan profesional ketika pikiran negatif terus berulang, kehilangan harapan, menarik diri dari lingkungan sosial, hingga muncul keinginan menyakiti diri sendiri.

Selain itu, Hanna menekankan pentingnya mengenali "alarm" yang diberikan tubuh ketika mengalami tekanan berlebihan.

"Kita harus belajar mengenali kondisi tubuh, menentukan prioritas, serta memiliki orang yang dipercaya untuk berbagi cerita. Itu menjadi langkah awal menjaga kesehatan mental," katanya.

Menurut Hanna, keluarga juga memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk kesehatan mental seseorang.

Pola asuh, cara orang tua berkomunikasi, hingga kebiasaan membanding-bandingkan anak dapat memengaruhi perkembangan kepribadian hingga dewasa.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mulai membangun lingkungan keluarga yang sehat secara emosional agar mampu melahirkan generasi yang lebih tangguh dalam menghadapi berbagai tekanan kehidupan.

Pengaruh Sang Ayah

Hanna Monarehmerupakan putri dari Almarhum Harold Paulus Benyamin Monareh SH MH mantan Sekertaris Kota Manado (Sekot) sekaligus Mantan Kadis Pendidikan Sulawesi Utara, meninggal pada 9 Maret 2014.

"Di mata pemerintah dan masyarakat, beliau dikenal sebagai sosok yang sangat bertanggung jawab, tidak pernah mengeluh saat diberikan tugas, dan memiliki dedikasi yang tinggi," ujar Hanna.

Ayahnya juga dikenal sebagai sosok yang punya jiwa sosial yang tinggi. 

Sifat sang ayah ini ikut menurun ke dirinya.

Hingga pada tanggal 21 Mei 2021 ia mendirikan KCBD, sebuah komunitas yang aktif bergiat merangkul individu-individu rentan.

 KCBD berfungsi sebagai wadah untuk mereka bercerita, bersosialisasi dan saling menguatkan untuk bertumbuh menjalani hidup yang lebih positif lagi bermakna

Biodata

Nama: Hanna Nina Ireine Monareh, M.Psi., Psikolog, CHt, CI (Psikolog Klinis & Certified Hypnotherapist)

Pendidikan

2009 – 2012: S-2 Magister Profesi Psikologi Klinis Universitas Persada Indonesia YAI, Jakarta
2004 – 2008: S-1 Psikologi Universitas Persada Indonesia YAI, Jakarta
2002 – 2004: Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Sam Ratulangi (tidak selesai)
1999 – 2002: SMA Kristen Model Tomohon
1996 – 1999: SMP Katolik Pax Christi Manado
1990 – 1996: SD Katolik Santa Theresia Manado
1990: TK Santa Theresia Manado

Pengalaman Kerja

2014 – sekarang: Psikolog Klinis RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado

Pendiri (Founder) Psychological Practice Hanna & Consultant

Pendiri (Founder) Komunitas Cegah Bunuh Diri

Psikolog Klinis YPK Ora et Labora, Jakarta Selatan

Psikolog Klinis & Supervisor di Concentration First, ADHD Centre Gading Serpong, Tangerang

Pegawai Citibank Jakarta

Organisasi

Ketua Ikatan Psikolog Klinis Indonesia Wilayah Sulawesi Utara (2017–2022, 2022–2026)

Pengurus PKK Pokja 1 Kota Manado (2016–2021)

Pengurus Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Provinsi Sulut (2016–2020)

Pengurus Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Provinsi Sulut (2017–2022)

Wakil Kepala Pusat Layanan Autis Provinsi Sulut (2014 – 2020)

Sekretaris Komite Tenaga Kesehatan Lain RSUP Prof. Kandou (2019 – 2023)

Anggota Asosiasi Psikologi Forensik HIMPSi (2016 – sekarang)

Sahabat Saksi Korban Lembaga Perlindungan Saksi & Korban (2024 – sekarang)

Aktivitas Lain

Menjadi narasumber di berbagai instansi, baik pemerintah maupun swasta.

Menjadi kontributor kesehatan mental di Provinsi Sulawesi Utara.

Berprofesi sebagai Psikolog Klinis selama 14 tahun.

Orang Tua

Ayah: Harold Paulus Benyamin Monareh, S.H., M.Si. (alm.) Pernah menjabat sebagai Sekretaris Kota Manado
Jabatan terakhir sebagai Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara

Ibu: Dra. Adelina Juliana Mokalu, M.Si.Pensiunan Guru Bimbingan dan Konseling (BK) di SMA N 1 Manado.

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.