TRIBUNJABAR.ID - Harga emas hari ini, Kamis (30/7/2026), produksi Antam, Galeri 24, dan UBS terpantau mengalami pergerakan bervariasi.
Logam mulia emas sering dijadikan instrumen safe haven karena kemampuannya dalam menjaga nilai aset dari ancaman inflasi.
Secara sederhana, inflasi menggambarkan kondisi di mana kenaikan harga barang maupun jasa yang terjadi secara bertahap dan terus-menerus.
Di sisi lain, pergerakan harga emas (XAU/USD) di pasar global sangat dinamis, dipengaruhi berbagai faktor mulai dari arah kebijakan ekonomi, kondisi geopolitik global, nilai tukar dolar AS, hingga tingkat permintaan pasar.
Dilansir dari logammulia.com, Kamis pagi pukul 09.00 WIB, harga emas Antam berat 1 gram naik sebesar Rp15.000 dari Rp2.601.000 menjadi Rp2.615.000.
Sementara itu, dilansir dari galeri24.co.id, harga emas Galeri 24 dengan gramasi yang sama mengalami penurunan sebesar Rp14.000 dari Rp2.587.000 menjadi Rp2.573.000.
Penurunan juga terjadi pada harga emas UBS yang terkoreksi sebesar Rp13.000 dari Rp2.599.000 menjadi Rp2.586.000.
Berikut daftar harga emas hari ini selengkapnya:
Baca juga: Tergerus Inflasi, Emas Masih Jadi Instrumen Andalan Jangka Panjang untuk Dana Pendidikan
Harga Emas Antam
Harga Emas Galeri 24
Harga Emas UBS
Biaya pendidikan yang terus meningkat dari tahun ke tahun membuat masyarakat perlu memikirkan cara menyimpan dana yang tidak sekadar aman, tetapi juga mampu menjaga nilainya.
Kepala Bagian Pemasaran dan Penjualan Pegadaian Kanwil X Bandung, Anggi Andriani Puji Lestari, mengatakan investasi emas dinilai masih menjadi salah satu pilihan yang relevan untuk mempersiapkan kebutuhan jangka panjang, mulai dari biaya sekolah hingga dana haji.
Dikatakan Anggi, emas memiliki karakteristik yang mampu mengikuti laju kenaikan harga atau inflasi.
Oleh sebab itu, menyiapkan dana pendidikan dalam bentuk emas dinilai lebih menguntungkan dibandingkan hanya menyimpannya dalam bentuk uang tunai.
"Kalau uang Rp100 juta hanya disimpan di rekening selama 20 tahun, nilainya tetap Rp100 juta. Sementara biaya kuliah bisa naik dua sampai tiga kali lipat. Itu sebabnya daya beli uang akan berkurang," ucapnya, kepada Tribunjabar.id, Senin (13/7/2026).
Berbeda jika dana tersebut dikonversi menjadi emas. Menurutnya, nilai emas cenderung ikut meningkat dalam jangka panjang sehingga daya belinya tetap terjaga ketika dana tersebut digunakan di masa depan.
"Bila Rp100 juta dibelikan emas, misalnya mendapat sekitar 50 gram, nanti ketika 20 tahun lagi harga emas akan mengikuti kenaikan nilainya. Itu yang membuat emas cocok untuk kebutuhan jangka panjang seperti pendidikan," ujarnya.
Selain pendidikan, emas juga dinilai tepat untuk mempersiapkan dana pelunasan haji, membeli rumah, kendaraan hingga dana pensiun.
Menurut Anggi, kenaikan harga barang akibat inflasi menjadi alasan utama masyarakat perlu menyimpan kekayaannya dalam bentuk aset yang nilainya terus bertumbuh.
Dia mencontohkan, dahulu uang Rp100 ribu mampu membeli banyak kebutuhan, sedangkan saat ini jumlah barang yang didapat jauh lebih sedikit.
Fenomena ini menunjukkan daya beli uang terus menurun seiring waktu.
"Emas menjaga nilai kekayaan kita. Jadi bukan hanya menyimpan uang, tetapi menjaga kemampuan membeli di masa depan," katanya.
Baca juga: Harga Emas Terkoreksi, Pegadaian: Minat Beli Tetap Tinggi Jadi Momentum Koleksi Logam Mulia
(Tribunjabar.id/Rheina, Nappisah)