Jebolan Super League Beraksi: Jejak Barba, Franca & Tubarao Hapus Stigma Penurunan Karier
Dwi Setiawan July 30, 2026 11:57 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Anggapan bahwa berkarier di kompetisi sepak bola Indonesia termasuk Super League merupakan penurunan karier seakan terpatahkan.

Kehadiran pemain asing di Super League, nyatanya tidak hanya sekedar mendongrak level kompetisi domestik saja.

Melainkan juga bisa membuka jalan yang lebar bagi para pesepakbola asing tersebut untuk melangkah ke panggung elit internasional.

Fenomena ini nyata adanya setelah melihat beberapa pemain jebolan Super League punya karier yang tak terduga setelah berkarier di tanah air.

Salah satu bukti yang paling hangat ialah Federico Barba.

Setelah sukses membantu Persib Bandung meraih hattrick gelar juara Super League musim lalu, Federico Barba membuat keputusan pergi dari Kota Kembang.

Barba barangkali tidak hanya meninggalkan Persib, melainkan juga pergi dari Indonesia, dan kembali ke tanah kelahirannya, Italia.

Baca juga: Plot Twist Federico Barba: Bawa Persib Hattrick Juara Liga 1, Musim Depan Berbaju Palermo

Di Italia, Barba diketahui baru saja mendapat kontrak untuk bergabung dengan salah satu klub Negeri Pizza yakni Palermo.

Bergabung dengan Palermo jelas menjadi privellege tersendiri bagi pemain berposisi bek tengah tersebut.

Apalagi tim tersebut dilatih oleh sosok Fillipo Inzaghi, legenda hidup yang pernah membawa AC Milan berjaya di masa lalu.

BERDUEL - Aksi bek Persib Bandung, Federico Barba (kanan) saat berduel dengan penyerang Madura United, Lulinha (kiri) pada pertandingan pekan ke-14 Super League di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Minggu (30/11/2025) malam WIB. (Instagram @persib)

Meskipun Palermo masih berkasta di kompetisi Serie B, hal itu rasanya tidak akan membuat Barba menyesal dengan keputusannya.

Karena disitulah, Barba punya kesempatan untuk membuktikan kualitas terbaiknya guna membawa Palermo promosi ke Serie A musim depan.

Statistik mencatat bahwa Federico Barca terhitung tampil sebanyak 35 laga bersama Persib sepanjang musim 2025/2026.

Menariknya ialah soal produktifitas gol Federico Barba yang cukup lumayan yakni 5 gol dan 2 assist bersama Persib.

Kontribusi tujuh gol dari 35 laga bersama Persib jelas terasa istimewa, apalagi ia berstatus sebagai pemain bertahan bukan penyerang.

Musim depan, Barba tentu dituntut untuk terus meningkatkan kualitasnya, lantaran permainan Serie B jelas berbeda jauh dengan Super League.

Tak kalah fantastis, cerita datang dari Carlos Franca.

Musim lalu, sang penyerang berjuang mati-matian dan menjadi pahlawan yang menyelamatkan Persijap Jepara dari jurang degradasi.

Siapa sangka, hanya dalam hitungan bulan, Franca kini sudah mencatatkan namanya di papan skor kualifikasi Liga Champions.

Momen tersebut terjadi saat Franca yang kini memperkuat klub Ararat (Armenia) saat mengalahkan Kira di leg pertama ronde pertama kualifikasi Liga Champions musim 2026/2027.

Dalam laga yang berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Ararat tersebut, Franca mencetak satu gol bagi timnya.

SELEBRASI PERSIJAP - Pemain Persijap Jepara asal Brasil, Carlos Franca, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Persita Tangerang pada pertandingan pekan ke-6 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Minggu (21/9/2025) sore WIB. (Instagram Persijap - 21/9/2025)
SELEBRASI PERSIJAP - Pemain Persijap Jepara asal Brasil, Carlos Franca, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Persita Tangerang pada pertandingan pekan ke-6 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Minggu (21/9/2025) sore WIB. (Instagram Persijap - 21/9/2025) (Instagram.com/persijap_jepara)

Performa positif Franca bahkan berlanjut di ronde kedua, saat ia mencatatkan satu assist ketika timnya kembali menang 2-0 atas Shamrock Rovert pada leg pertama di ronde kedua pada babak kualifikasi yang sama.

Melihat kontribusi pemain berdarah Brasil tersebut, tentu menjadi bukti bahwa panggung Indonesia mampu menjaga ketajaman insting seorang penyerang di muka gawang lawan.

Sementara itu di Amerika Latin, Bruno Tubarao yang sebelumnya memperkuat Persija, langsung merasakan atmosfer laga panas sesaat setelah menyelesaikan kiprahnya di Indonesia dan kembali ke Liga Brasil. 

Tak tanggung-tanggung, Tubarao langsung berhadapan satu lawan satu di lapangan hijau dengan megabintang dunia, Neymar.

Tepat dalam laga Chapecoense vs Santos yang telah berlangsung pada Minggu (26/7/2026) lalu, Chapeonse bermain selama 90 menit melawan klub yang diperkuat Neymar.

Dalam laga tersebut, baik Chapecoense yang diperkuat oleh Tubarao, maupun Santos yang dibela Neymar, harus rela berbagi poin, setelah laga kedua tim berakhir dengan skor 2-2.

Kisah sukses Barba, Franca, dan Tubarao sejatinya bukanlah kebetulan semata, melainkan bagian dari tren positif yang sudah terbangun.

Super League Indonesia tak lagi sekadar destinasi penutup karier.

Melainkan telah bertransformasi menjadi batu loncatan strategis bagi para bintang untuk menembus panggung tertinggi sepak bola global.

(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.