NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Cuaca buruk yang melanda Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mulai berdampak pada hasil tangkapan nelayan lokal.
Akibatnya, stok ikan di Pasar Rakyat Ranai maupun pengepul menipis dan sejumlah jenis ikan mengalami kenaikan harga.
Pantauan TribunBatam.id di Pasar Rakyat Ranai, Kamis (30/7/2026) pagi, aktivitas jual beli tetap ramai.
Namun, para pembeli mengeluhkan minimnya ketersediaan ikan segar yang biasanya melimpah di pasar tersebut.
Beberapa meja pedagang pun tampak tak terisi penuh, bahkan ada yang kosong memilih tidak berjualan
Salah satu jenis ikan yang paling sulit ditemukan saat ini adalah ikan tongkol ukuran besar.
Kondisi ini dirasakan para pembeli. Lara, warga Ranai, mengaku bingung memilih ikan karena harganya cukup tinggi.
"Ikan sekarang mulai mahal, stoknya sedikit juga. Banyak yang jual ikan beku," ujarnya mengeluh.
Pedagang mengaku stok ikan khususnya jenis tongkol menurun drastis, sehingga sebagian besar yang dijual hanyalah tongkol ukuran kecil.
"Ya, yang ada sekarang tongkol kecil saja. Itu pun dijual per ekor, harganya sekitar Rp15 ribu sampai Rp25 ribu. Kalau tongkol besar mungkin bisa sampai Rp35 ribu per ekor," ujar seorang pedagang ikan di Pasar Ranai.
Tak hanya tongkol, beberapa jenis ikan lain juga mengalami keterbatasan pasokan.
Ikan selayang misalnya, kini dijual sekitar Rp25 ribu per kilogram, naik dibanding harga normal yang biasanya berkisar Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram.
Sementara itu, ikan mahan dilaporkan masih kosong di pasaran.
Adapun ikan karang masih tersedia dengan harga berkisar Rp25 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram, tergantung jenisnya.
Pedagang menyebut minimnya stok ikan dipicu cuaca yang kurang bersahabat dalam beberapa waktu terakhir.
Angin kencang membuat banyak nelayan memilih tidak melaut, sedangkan nelayan yang tetap turun hanya memperoleh hasil tangkapan terbatas.
"Kalau tongkol memang lagi susah sekarang. Kami masih jual, tapi kebanyakan ikan beku dan harganya lebih tinggi. Angin kan lagi kencang, banyak nelayan tak melaut, kalau pun turun hasilnya tidak banyak," ujar Bujang, pedagang lainnya.
Menurutnya, kondisi pasokan ikan diperkirakan akan kembali normal apabila cuaca membaik dan aktivitas nelayan kembali berjalan seperti biasa.
"Kalau ikan mahan memang lagi kosong karena banyak bagan belum turun. Mungkin minggu depan mulai ada stok lagi," katanya.
Meski harga mengalami kenaikan, kebutuhan masyarakat terhadap ikan sebagai lauk utama tetap tinggi sehingga aktivitas jual beli di pasar masih berlangsung normal.
"Karena kan kebutuhan masyarakat, pembeli mau tidak mau tetap belanja. Kami pedagang juga hanya ambil untung kecil, tapi kalau harga modal naik tentu harga jual menyesuaikan," pungkasnya. (Tribunbatam.id/birrifikrudin)