TRIBUNJATENG.COM, BATANG – Upaya Pemerintah Kabupaten Batang menarik investasi melalui peluncuran platform digital BATANG INVESTA, PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) justru menjadi contoh bagaimana kepatuhan investor terhadap regulasi menjadi fondasi penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat.
Pengelola PLTU Batang itu dinobatkan sebagai Perusahaan Terbaik kategori Penanaman Modal Asing (PMA) pada LKPM Award 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam peluncuran BATANG INVESTA pada 29 Juli 2026 dan diterima langsung oleh Chief Operating Officer PT Bhimasena Power Indonesia, Naofumi Yasuda.
Apresiasi diberikan atas konsistensi BPI menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) secara tertib, tepat waktu, dan sesuai ketentuan.
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menegaskan, kehadiran BATANG INVESTA bukan sekadar digitalisasi layanan, tetapi juga upaya memperkuat kepercayaan investor melalui pelayanan yang cepat, transparan, dan memberikan kepastian hukum.
"Kami ingin memberikan layanan dan kepastian kepada para investor terkait proses perizinan dan kemudahan investasi di daerah ini agar proses pelayanan lebih terbuka, lebih transparan, akuntabel, dan juga memiliki kepastian kepada para investor," kata Bupati Batang kepada Tribunjateng, Kamis (30/7/2026).
Baca juga: Update Harga BBM Hari Ini Kamis 30 Juli 2026, Nonsubsidi Turun Jadi Lebih Murah, Kini Rp19.300
Dia menyebut pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang sepanjang 2025 mencapai 7,79 persen.
Capaian tersebut ditopang meningkatnya realisasi investasi yang berdampak pada pembukaan lapangan kerja dan tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.
Bagi BPI, penghargaan tersebut bukan hanya bentuk pengakuan administratif, melainkan cerminan komitmen perusahaan dalam menjalankan investasi secara bertanggung jawab.
General Manager Stakeholder Relation sekaligus Juru Bicara PT Bhimasena Power Indonesia, Aryamir H. Sulasmoro, mengatakan kepatuhan terhadap regulasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari investasi berkelanjutan.
Menurut Aryamir, penghargaan tersebut menjadi penyemangat bagi perusahaan untuk terus mendukung pembangunan daerah sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik nasional.
Sebagai pengelola PLTU Jawa Tengah berkapasitas 2 x 1.000 MW di Kabupaten Batang, BPI tidak hanya berperan dalam penyediaan energi nasional, tetapi juga berupaya menghadirkan praktik investasi yang mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik, kepatuhan hukum, serta kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat.
LKPM Award yang diraih BPI sekaligus memperlihatkan bahwa keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai modal yang ditanamkan, tetapi juga dari kepatuhan terhadap regulasi dan kontribusi dalam menciptakan iklim usaha yang sehat.
Di tengah persaingan menarik investor, konsistensi semacam ini menjadi modal penting bagi Batang untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu kawasan investasi strategis di Jawa Tengah.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Batang atas penghargaan ini.
Sejak awal berinvestasi di Batang, kami berkomitmen membangun hubungan yang baik dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.
Bagi kami, kepatuhan terhadap regulasi merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menjalankan investasi secara berkelanjutan," kata Aryamir. (Ito)