Nama Mantan Wali Kota Nyat Kadir Diabadikan untuk Taman Budaya Batam, Ini Lokasi yang Disiapkan
Dewi Haryati July 30, 2026 01:07 PM


BATAM, TRIBUNBATAM.id
- Pemerintah Kota Batam menyiapkan pembangunan Taman Budaya Batam yang akan diberi nama Taman Budaya Batam Nyat Kadir.

Nama mendiang Nyat Kadir dipilih sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya dalam pembangunan Kota Batam, sekaligus kiprahnya sebagai tokoh Melayu yang aktif melestarikan adat dan budaya.

Selain pernah menjabat Wali Kota Batam periode 2001-2005, Nyat Kadir juga merupakan mantan anggota DPR RI.

Pemerintah menilai, pengabdiannya menjadi salah satu alasan namanya diabadikan sebagai identitas taman budaya tersebut.

Saat ini, rencana pembangunan masih berada pada tahap perencanaan.

Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Kota Batam bersama konsultan perencana yang ditunjuk melalui proses lelang, tengah melakukan kajian teknis terhadap Gedung Beringin di Kecamatan Sekupang, yang diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan.

Kajian dilakukan untuk menilai kondisi bangunan, kekuatan struktur, serta kebutuhan pengembangan kawasan.

Pada saat yang sama, konsultan juga menyusun Detail Engineering Design (DED) sebagai acuan pelaksanaan proyek.

Setelah kajian konstruksi dinyatakan selesai dan DED rampung, pembangunan fisik Taman Budaya Batam Nyat Kadir akan dilaksanakan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan Batam membutuhkan ruang yang dapat menjadi pusat aktivitas seni dan budaya bagi masyarakat.

"Taman Budaya Batam Nyat Kadir bukan hanya menjadi tempat pertunjukan seni, tetapi juga ruang kolaborasi, pembinaan generasi muda, pelestarian budaya Melayu, serta rumah bersama bagi seluruh paguyuban budaya yang hidup dan berkembang di Kota Batam," ujar Ardi, Kamis (30/7/2026).

Menurut Ardiwinata, taman budaya tersebut dirancang sebagai pusat kegiatan seni dan budaya, ruang edukasi, serta wadah bagi komunitas dan paguyuban berbagai etnis di Batam.

Keberadaannya juga diharapkan dapat mendukung pengembangan ekonomi kreatif sekaligus memperkuat daya tarik wisata budaya di Kota Batam.

Pembangunan Taman Budaya Batam Nyat Kadir masuk dalam salah satu program prioritas Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra.

Pemerintah menargetkan fasilitas tersebut menjadi pusat seni dan budaya yang representatif bagi masyarakat Batam.

Terpisah, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan pembangunan Taman Budaya Batam Nyat Kadir menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah.

Menurutnya, keberadaan taman budaya itu diharapkan menjadi ruang bersama bagi seluruh komunitas seni dan budaya di Kota Batam yang memiliki keberagaman etnis.

"Batam ini negeri yang multikultural. Hampir setiap paguyuban memiliki atraksi seni dan budayanya masing-masing. Kalau semua itu bisa berhimpun dalam satu tempat yang kita siapkan, tentu akan menjadi daya tarik untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah kita," kata Amsakar belum lama ini.

Menurutnya, wisatawan yang datang ke Batam nantinya tidak hanya menikmati destinasi wisata Batam.

Namun, juga dapat menyaksikan berbagai pertunjukan yang menampilkan kekayaan budaya dan kearifan lokal dari berbagai daerah.

Politisi NasDem itu mengatakan, pengembangan Taman Budaya sejalan dengan visi Pemerintah Kota Batam menjadikan daerah itu sebagai bandar dunia madani yang inovatif, berkelanjutan, dan berbudaya, sekaligus pusat investasi dan pariwisata terdepan di Indonesia.

Ia menilai sektor pariwisata Batam terus menunjukkan pertumbuhan, baik dari kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Berbagai agenda nasional hingga internasional yang digelar di Batam, termasuk ajang FIBA 3x3 Batam Challenger 2026, turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. 

(Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.