Warga Blitar Kembali Tanam Pohon di Tengah Jalan Rusak, Tagih Janji Perbaikan yang Belum Terwujud
Samsul Arifin July 30, 2026 12:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Samsul Hadi

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Kesabaran warga Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, tampaknya telah habis. 

Setelah menunggu berbulan-bulan tanpa kepastian, mereka kembali melakukan aksi simbolis dengan menanam sejumlah pohon di tengah ruas jalan yang rusak sebagai bentuk protes terhadap lambannya penanganan pemerintah daerah.

Aksi tersebut kembali dilakukan karena janji perbaikan jalan yang sebelumnya disampaikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) belum juga terealisasi hingga penghujung Juli 2026. 

Warga berharap aksi itu kembali menjadi pengingat agar komitmen pemerintah segera diwujudkan.

Penanaman pohon dilakukan di sejumlah titik ruas jalan Desa Karangrejo, Kamis (30/7/2026). 

Jalan tersebut selama ini menjadi akses penting bagi masyarakat sekaligus dilintasi kendaraan bertonase besar setiap hari sehingga kondisinya semakin memprihatinkan.

Sebelumnya, aksi serupa juga pernah dilakukan warga pada akhir April 2026. Saat itu, protes warga mendapat respons dari pemerintah desa dan kecamatan yang kemudian memfasilitasi pertemuan dengan DPUPR Kabupaten Blitar.

Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa DPUPR akan memperbaiki jalan rusak paling cepat pada awal Juli 2026.

Namun hingga akhir Juli, belum terlihat adanya pekerjaan perbaikan di lokasi sehingga warga kembali melakukan aksi serupa.

Baca juga: Kejar Pelaku Jambret, Mahasiswi Bangkalan Malah Jatuh dari Motor Imbas Jalan Rusak

Janji Perbaikan Belum Direalisasikan

Seperti diketahui, pada akhir April 2026 lalu, warga juga menggelar aksi protes dengan menanam sejumlah pohon di tengah jalan rusak.

Aksi warga kemudian direspons oleh pemerintah desa dan kecamatan yang memfasilitasi pertemuan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blitar.

Dalam pertemuan itu, ada kesepakatan bersama bahwa DPUPR berjanji akan memperbaiki jalan rusak paling cepat pada awal Juli 2026.

Namun, hingga akhir Juli 2026, belum ada tanda-tanda perbaikan jalan rusak di lokasi.

Akhirnya, warga kembali menanami sejumlah pohon di tengah jalan rusak pada Rabu (29/7/2026) malam.

Sejumlah pohon pisang, pohon rambutan, dan tanaman hias terlihat ditanam mulai dari depan SMPN 2 Garum hingga depan Kantor Desa Karangrejo.

Warga Siap Cabut Pohon Jika Material Perbaikan Datang

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, warga dari dua RT dalam satu RW sepakat kembali menanami pohon di tengah jalan rusak.

Penanaman pohon tersebut dilakukan sebagai bentuk menagih janji kepada pemerintah terkait rencana perbaikan jalan di lokasi.

"Semalam, warga dua RT serentak kembali menanam pohon di tengah jalan rusak. Warga menagih janji perbaikan jalan rusak di sini," katanya.

Ia mengatakan, warga akan membersihkan pohon-pohon tersebut apabila proses perbaikan jalan benar-benar dimulai.

"Warga sudah sepakat, kalau material datang, warga akan membersihkan pohon yang ditanam di tengah jalan," ujarnya.

Menurutnya, kondisi jalan yang rusak sangat mengganggu aktivitas masyarakat.

Selain rawan memicu kecelakaan, kerusakan jalan juga menimbulkan debu yang masuk ke rumah-rumah warga.

Apalagi, jalan tersebut merupakan akses utama bagi truk pengangkut pasir dan batu.

"Warga sangat terganggu. Apalagi banyak truk pasir dan batu yang lewat di sini. Sehari bisa ada 700 unit truk yang melintas di jalan ini," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.