Siap Beroperasi, Mesin Pirolisis di Klungkung Ditarget Olah 30 Ton Sampah Per Hari
Ida Ayu Suryantini Putri July 30, 2026 12:24 PM

 


TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Mesin pengolah sampah berbasis teknologi pirolisis di TOSS Center, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan sudah siap untuk beroperasi.

Sebelum mulai operasional, digelar upacara pecaruan dan melaspas di Blok C TOSS Center, Rabu (29/7/2026).

Upacara yang bertepatan dengan Rahina Purnama Sasih Karo itu, dihadiri Bupati Klungkung I Made Satria, Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra, Ketua TP PKK Klungkung Ny. Eva Satria, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah.

Prosesi penyucian dipuput Ida Pandita Dukuh Celagi Dharma Kherti dari Padukuhan Sida Swasti.

Baca juga: Bupati Terima Bantuan TJSP CSR Dua Unit Mesin Pencacah Sampah Organik dari The Apurva Kempinski Bali

Upacara tersebut diharapkan menjadi awal pengoperasian fasilitas pengolahan sampah modern, yang diharapkan mampu mengurangi penumpukan sampah residu di Kabupaten Klungkung.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Klungkung, Dewa Komang Aswin mengatakan, mesin pirolisis yang kini terpasang memiliki kapasitas empat ton.

Teknologi yang digunakan sama seperti mesin uji coba berkapasitas 750 kilogram yang sebelumnya telah berhasil diuji.

Menurutnya, mesin tersebut mampu mengolah berbagai jenis sampah, mulai dari sampah plastik, ban bekas hingga sampah organik menjadi bahan bakar minyak (BBM), karbon atau briket, serta kawat hasil pemisahan ban.

Baca juga: Viral TPS3R Sempidi Bali Tak Olah Sampah, DLHK Badung Tegur Pengelola, Bupati Badung Turun Tangan

Selain itu, fasilitas di TOSS Center juga dilengkapi mesin pemilah sampah berkapasitas delapan ton per jam sehingga proses pengolahan sampah dapat berlangsung lebih cepat.

"Keberadaan mesin ini diharapkan mampu mempercepat penanganan tumpukan sampah residu di TOSS Center," ujar Dewa Komang Aswin.

Aswin menjelaskan, pada tahap awal pengoperasian, tenaga ahli dari luar negeri masih mendampingi proses instalasi dan commissioning mesin.

Namun, perusahaan juga telah menyiapkan program pelatihan bagi teknisi lokal agar nantinya mampu mengoperasikan sekaligus melakukan perawatan mesin secara mandiri.

Menurut dia, keterlibatan tenaga kerja lokal menjadi salah satu komitmen yang telah disampaikan sejak awal kerja sama pengadaan teknologi tersebut.

"Seperti yang sudah disampaikan Pak Bupati sebelumnya, perusahaan memang melihat pentingnya tenaga kerja lokal. Saat ini sudah ada teknisi lokal dari Klungkung yang mendapat pelatihan khusus," katanya.

Ia menambahkan, selain teknisi dari Tiongkok, pengembangan teknologi pirolisis juga mendapat dukungan tenaga ahli dari Cook Islands sebagai negara asal teknologi Andersons Group yang diproduksi melalui PT Inpac Solutions Indo.

Direktur PT Inpac Solutions Indo, Anak Agung Pablo, memastikan progres pemasangan mesin berjalan sesuai jadwal.

Saat ini dua unit mesin telah siap digunakan, yakni mesin berkapasitas empat ton dan mesin uji coba berkapasitas 750 kilogram.

Dengan dua unit tersebut, kapasitas pengolahan sampah ditargetkan mencapai sekitar 26 hingga 30 ton per hari.

Sementara empat mesin yang nantinya terpasang penuh diproyeksikan mampu mengolah hingga 168 ton sampah setiap hari.

"Sesuai jadwal kita operasi penuh akhir bulan ini. Untuk pemasangan alat sudah on progress. Jadi kita bisa memproses 26 hingga 30 ton per harinya. Dan kita hajar setiap hari," ujar Pablo.

Ia menambahkan, BBM hasil pengolahan sampah melalui teknologi pirolisis masih menjalani uji laboratorium untuk memastikan kualitasnya memenuhi standar sebelum dimanfaatkan.

Hasil pengujian tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan mutu produk yang dihasilkan dari proses pengolahan sampah di TOSS Center Kusamba. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.