TRIBUNGORONTALO.COM -- Sosok Fajar Sadboy melejit di dunia hiburan karena ekspresi murung yang menjadi ciri khasnya di mata masyarakat.
Karakter tersebut justru mengantarkannya meraih popularitas sekaligus berbagai peluang yang menghasilkan pendapatan.
Namun, di balik perjalanan kariernya, Fajar mengungkap pengalaman yang selama ini jarang diketahui publik.
Pemuda berusia 19 tahun itu mengaku pernah mengalami peristiwa mati suri.
Pengakuan tersebut pertama kali ia sampaikan saat menjadi bintang tamu dalam podcast Denny Sumargo.
Dalam kesempatan itu, Fajar menceritakan pengalaman pribadinya yang menurutnya belum pernah ia ungkap secara luas.
Saat dimintai konfirmasi, Fajar menegaskan bahwa kisah tersebut memang benar terjadi.
Baca juga: Fajar Sadboy Ungkap Kronologi Kecelakaan di Jakarta Timur, Tangan Cedera hingga Kuku Jempol Copot
Sosok yang dikenal dekat dengan Amanda Manopo itu memastikan pengakuannya bukan sekadar sensasi atau upaya mencari perhatian publik.
"Iya, cerita itu (mati suri) benar," ungkap Fajar Sadboy ketika ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (29/7/2026).
Fajar kemudian mengisahkan bagaimana peristiwa mati suri yang dialaminya bermula.
Menurut pengakuannya, kejadian itu terjadi secara tiba-tiba saat ia berada di rumah. Tanpa diduga, tubuhnya ambruk hingga tak sadarkan diri.
Melihat kondisi tersebut, anggota keluarganya segera memberikan pertolongan dengan mengangkat tubuh Fajar dan membaringkannya di atas tempat tidur agar mendapatkan penanganan lebih lanjut.
"Tiba-tiba jatuh aja, pingsan di kamar terus tidur selama 13 hari. Yang dirasain itu lemas, lesu, lumpuh, sama berat di badan. Susah bangun, nggak bisa ngapa-ngapain, akhirnya dibawa ke rumah sakit," tuturnya.
Setelah menjalani pemeriksaan medis, pria yang memiliki nama lengkap Fajar Labatjo itu mengungkapkan bahwa tim dokter belum dapat memastikan penyakit yang menyebabkan kondisinya.
Akibatnya, ia sempat berada dalam keadaan tidak sadarkan diri selama 13 hari.
"Pas dicek orang tua aku katanya panas tinggi, pusing, tapi pas diperiksa dokter nggak ada penyakit sama sekali," ujarnya.
"Kata Mama emang ada penebangan pohon di belakang rumah yang udah 100 tahunan lebih," lanjutnya.
Lantaran kondisi Fajar tidak menunjukkan perkembangan meski telah menjalani penanganan medis, pihak keluarga kemudian berupaya mencari jalan lain dengan meminta bantuan sejumlah tokoh spiritual atau orang yang dianggap memiliki kemampuan supranatural.
Seiring berjalannya waktu, kesehatannya berangsur pulih hingga akhirnya kembali membaik.
"Setelah mati suri ya pasti ada perubahan ya. Kayak dulu bisa melihat (makhluk halus), sekarang cuma bisa merasakan aja," ungkapnya.
"Bahkan aku pernah mimpi tetanggaku meninggal dunia. Pas bangun dan gak lama beneran meninggal," sambungnya.
Guna menanggulangi hal tak diinginkan, Fajar Sadboy memilih untuk mengambil banyak kegiatan agar tidak kepikiran dan terbawa beban.
"Makanya aku nggak betah di rumah karena suka ngerasain sesuatu. Aku pengin cari teman, main PS sama kawan-kawan. Nikmatin hidup aja biar rileks," kata Fajar Sadboy. (*)