TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Viral di media sosial, SDN 13 Lasusua di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra), memiliki kondisi bangunan yang memprihatinkan.
Murid tampak belajar di ruang kelas yang masih berlantai tanah dan berdinding kayu, serta kalsiboard yang sudah bolong.
Sekolah tersebut berada di Dusun Tobau, Desa Batu Ganda, Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara.
Jaraknya sekira 10 kilometer (km) dengan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kolaka Utara di Kompleks Perkantoran Pemda, Desa Ponggiha, Kecamatan Lasusua.
Sementara jarak Desa Batu Ganda dengan Kendari, ibu kota Provinsi Sultra sekira 309 kilometer, waktu tempuh darat kurang lebih 7 hingga 9 jam.
Baca juga: Siswa Tak Bisa Pindah Sekolah Jika Kuota Penuh, Dikbud Sultra: Dapodik Bermasalah Kalau Dipaksakan
Sejak berstatus sekolah negeri pada 2015, sebagian ruang belajar di SDN 13 Lasusua masih menggunakan lantai tanah.
Dari lima ruang kelas yang tersedia, dua ruangan telah berlantai semen, sedangkan tiga lainnya masih beralas tanah.
Keterbatasan ruang belajar juga membuat siswa kelas I dan kelas II harus mengikuti pembelajaran di ruangan yang sama.
Meski belajar dengan fasilitas terbatas, semangat para siswa tidak surut.
Mereka tetap mengikuti proses belajar mengajar setiap hari.
Baca juga: Melihat Kondisi Jalan Baru Menuju Sekolah Rakyat Kendari di Abeli Dalam, Akses Warga Lebih Cepat
SDN 13 Lasusua memiliki delapan guru dan seorang kepala sekolah.
Namun, saat musim hujan, kegiatan belajar mengajar kerap terkendala karena akses menuju sekolah berada di kawasan pegunungan dan hanya dapat dilalui melalui jalan setapak.
Akibat kondisi tersebut, terkadang hanya satu guru yang berhasil tiba di sekolah untuk mengajar seluruh siswa dari Kelas I hingga Kelas VI.
“Di sini kami mengajar secara shift. Tapi kalau cuaca buruk, saya sendiri yang menangani pembelajaran semua kelas,” kata Guru SDN 13 Lasusua, Usman, kepada awak media, Kamis (30/7/2026).
Sementara itu, Kepala SDN 13 Lasusua, Kirman, mengatakan pihak sekolah telah melaporkan kondisi bangunan kepada dinas pendidikan dan pemerintah setempat.
Baca juga: Harga Seragam Sekolah SD, SMP hingga SMA di Kendari Mulai Rp180 Ribu per Pasang, Pembeli Masih Sepi
Menurutnya, usulan tersebut telah mendapat respons dan perbaikan sekolah direncanakan mulai dilaksanakan pada tahun ini.
“Katanya tahun ini sudah mulai diperbaiki. Lokasi yang rencananya mau dibangun juga sudah saya konsultasikan dengan kepala desa. Mudah-mudahan bisa," ujarnya.
"Kalau memang belum bisa ditambah lahannya, mungkin pembangunannya disesuaikan dengan kondisi yang ada,” jelasnya. (*)
(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)