BANJARMASINPOST.CO.ID- Kasus penundaan keberangkatan jamaah umrah oleh dua biro perjalanan di Kalimantan Selatan menjadi sorotan berbagai pihak.
Persoalan ini pun mendapat perhatian serius dari Forum Komunikasi Penyelenggara Travel Umrah dan Haji (FK Patuh), yang menilai perlunya langkah bersama untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan ibadah umrah.
Ketua FK Patuh, H Saridi Salimin, mengatakan, sangat disayangkan sekali akhir-akhir ini kita masyarakat di Kalsel dikejutkan dengan masih adanya kegagalan keberangkat Calon Jamaah Umroh pada tanggal 20 dan 23Juli 2026.
"Hal ini diakibatkan oleh ketidaksiapan travel dalam memberangkatkan calon jamaah umroh, seperti belum tersedianya tiket pesawat, visa, hotel dan lain sebagainya," jelasnya.
Baca juga: Babak Baru Kasus Gagal Umrah di HST, 36 Jemaah Dijadwalkan Berangkat 2 Agustus
Kendala yang dialami oleh travel tersebut menurut hasil investigasi, lanjut Saridi, karena mereka mengalami kerugian akibat naiknya komponen tiket pesawat, hotel, akibat perang antara iran dan Amerika Serikat yang berakibat pada naiknya minyak dunia, sehingga mempengaruhi harga avtur.
Sementara ini menurut Saridi, untuk mengurus visa pemberangkatan umroh baik-baik saja. Asalkan segala prosedur dijalankan dengan baik.
"So far fine-fine saja... tidaklah begitu sulit untuk mendapatkan visa umroh, asalkan kita jauh-jauh hari mengajukan visa ke provider/syarikah, karena saat ini untuk terbit visa, kita harus mempunyai bookingan hotel yang pasti untuk mendapatkan BRN dari Nusuk, Tiket Pesawat Terbang PP," katanya.
Harapan pihaknya, masyarakat lebih jeli dalam memilih travel yang baik, amanah dan mempunya standar pelayanan minimal, dengan memperhatikan 6 Pasti.
"Pastikan travelnya berizin resmi. Pastikan jadwal keberangkatannya. Pastikan penerbangannya. Pastikan hotelnya. Pastikan visanya. Pastikan tour leadernya bersertifikat BNSP," tandas Saridi.
(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)