Dapat Bantuan Bedah Rumah, Lansia Korban Kebakaran di Tanah Patah Bengkulu Menangis dan Sujud Syukur
Ricky Jenihansen July 30, 2026 12:54 PM

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Deti Mirwani perlahan menjatuhkan tubuhnya hingga bersujud syukur di atas tanah bekas rumahnya yang hangus terbakar.

Air mata lansia itu terus mengalir ketika bantuan program bedah rumah diserahkan untuk keluarganya di Kelurahan Tanah Patah, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu, Kamis (30/7/2026).

Di sampingnya, sang suami, Poniman, duduk di kursi roda sambil sesekali mengusap air mata.

Lansia yang masih berjuang melawan penyakit stroke itu mendengarkan ucapan penyemangat dari Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi yang menghampirinya.

Suasana haru itu disaksikan warga, jajaran Pemerintah Kota Bengkulu, Polda Bengkulu, dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estat Indonesia (REI) Bengkulu yang hadir dalam penyerahan bantuan bedah rumah.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid, S.I.K., dan Ketua DPD REI Bengkulu Syamsu Ihwan.

Program Bedah Rumah

Di lokasi yang sebelumnya dipenuhi puing-puing sisa kebakaran, peletakan awal pembangunan rumah dilakukan sebagai tanda dimulainya program bedah rumah bagi keluarga Poniman.

Program tersebut menjadi titik balik bagi keluarga itu setelah musibah kebakaran melanda rumah mereka pada Senin (20/7/2026) malam.

Sekitar sepekan sebelumnya, api yang diduga berasal dari bagian belakang rumah dengan cepat meluluhlantakkan bangunan permanen beserta empat unit sepeda motor yang berada di dalamnya.

Saat kebakaran terjadi, sebagian besar penghuni sedang berada di luar rumah.

Di dalam rumah hanya ada Poniman yang tengah terbaring karena menderita stroke.

Beruntung, warga sekitar bergerak cepat mengevakuasi Poniman keluar rumah sebelum kobaran api semakin membesar dan petugas Dinas Pemadam Kebakaran tiba di lokasi.

Kini, di tempat yang sama, harapan baru mulai dibangun.

Ungkapan Terima Kasih Deti Mirwani

Melihat rumahnya yang mulai dibangun kembali, Deti Mirwani tak kuasa menahan tangis.

Dalam video yang diterima redaksi Tribun Bengkulu, ia terlihat berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Bengkulu, Kapolda Bengkulu, dan Ketua DPD REI Bengkulu yang telah membantu keluarganya bangkit dari musibah.

“Terimakasih pak, semuanya. Kami tidak bisa membalas apa-apa. Insya allah kebaikan bapak semua dibalas oleh Allah SWT. Sehat terus, rezeki lancar, sukses semuanya. Pembangunan di Kota lancar tanpa hambatan,” ujar Deti sambil terisak.

Ucapan tulus itu membuat suasana semakin haru.

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi tampak memeluk erat Deti Mirwani dan mencium tangannya berulang kali untuk menenangkan perempuan lanjut usia tersebut.

Dedy mengatakan sosok Deti yang dikenal sebagai guru ngaji menggerakkan hatinya untuk segera mencari pihak yang dapat diajak bergotong royong membantu keluarga tersebut.

“Saya melihat memang Ibu itu, beliau orang soleh, dia guru ngaji, kemudian beliau juga rubiah. Saya berpikir siapa figur dermawan, orang baik yang bisa kami rangkul. Salah satunya Bang Iwan (Ketua REI),” ungkap Dedy.

Menurut Dedy, kolaborasi antara Pemerintah Kota Bengkulu, Kepolisian, dan REI bukan kali pertama dilakukan untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.

“Hari ini juga REI membuktikan, Bang Iwan juga adalah anggota DPRD Kota Bengkulu, beliau menunjukkan kepeduliannya. Ini mohon maaf tidak ada maksud apa pun, tapi rasa kepedulian kita. Intinya kalau ada warga yang berduka, pemerintah hadir, ini bukti kita hadir,” tegas Wali Kota.

Komitmen Kapolda Bengkulu

Senada dengan itu, Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid mengatakan aksi sosial tersebut merupakan bukti kehadiran Polri di tengah masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

Kapolda juga menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan program kemanusiaan selama mengemban amanah di Bengkulu.

“Kami tidak bisa kerja sendiri, kami bekerja bersama-sama. Inilah untuk membangun Provinsi Bengkulu secara umum, dan khususnya di Kota Bengkulu. Jadi, ini benar-benar harus kita peduli apa yang dirasakan, musibah ya, cobaan yang dirasakan. Sehingga kita juga merasa bagian dari masyarakat ini,” ujar Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid.

Musibah Kebakaran

Sebelumnya, kebakaran melanda rumah keluarga Poniman di Jalan Kuala Alam Gang Samudra, RT 14 RW 04, Kelurahan Tanah Patah, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu.

Selain menghanguskan satu unit rumah permanen, kebakaran juga membakar empat unit sepeda motor.

Poniman yang saat itu berada seorang diri di dalam rumah berhasil diselamatkan warga sebelum api membesar.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Bagi Poniman dan Deti Mirwani, pembangunan rumah tersebut menjadi awal untuk kembali menata kehidupan setelah kehilangan tempat tinggal akibat musibah kebakaran yang mereka alami.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.