TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi tercatat meningkat seiring menguatnya musim kemarau.
Hingga Rabu (29/7/2026), luas lahan yang terbakar telah mencapai sekitar 222 hektare.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, mengatakan kebakaran tersebut tersebar di sejumlah wilayah, seperti Kabupaten Muaro Jambi, Batanghari, Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), dan Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim).
"Hingga hari ini luas lahan yang terbakar sekitar 222 hektare," katanya, Kamis (30/7/2026).
Menurut Bachyuni, pada akhir Juli Provinsi Jambi mulai memasuki puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga akhir September, bahkan berpotensi berlanjut sampai Oktober.
Beberapa lokasi yang mengalami kebakaran antara lain Kecamatan Kumpeh dan Rantau Panjang di Kabupaten Muaro Jambi, Kecamatan Betara di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kecamatan Geragai di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, serta sejumlah titik di Kabupaten Batanghari.
BPBD Provinsi Jambi memastikan seluruh kejadian kebakaran masih dapat dikendalikan dengan cepat berkat kesiapsiagaan petugas di lapangan.
Sebanyak 81 pos telah didirikan di sejumlah daerah rawan karhutla. Pos tersebut menjadi garda terdepan dalam melakukan patroli, deteksi dini, sosialisasi kepada masyarakat, hingga pemadaman awal.
"Kalau pemadaman melalui jalur darat terkendala karena lokasi jauh atau tidak ada sumber air, maka langsung dikoordinasikan dengan tim udara untuk membantu pemadaman," katanya.
Patroli juga terus dilakukan setiap hari berdasarkan data titik panas (hotspot) yang diterima BPBD.
Saat ini jumlah hotspot di Provinsi Jambi telah mencapai hampir 2.000 titik. Namun, hotspot tidak selalu menunjukkan adanya kebakaran karena dapat dipicu oleh pantulan panas dari benda tertentu.
"Hari ini misalnya ada sekitar 30 hotspot. Semuanya kami patroli untuk memastikan apakah benar ada api atau hanya pantulan panas," katanya.
Sementara itu, kebakaran dalam sepekan terakhir tercatat terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Muaro Jambi, Batanghari, Tebo, hingga Merangin.
Di Merangin, api berhasil dipadamkan saat masih berukuran kecil sehingga tidak meluas.
Untuk wilayah gambut, Bachyuni menyebut kebakaran banyak ditemukan di Kecamatan Rantau Panjang dan Air Merah, Kabupaten Muaro Jambi, serta Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Sementara itu, kebakaran di Kecamatan Betara terjadi di kawasan perbukitan dan bukan di lahan gambut.
Selain itu, BPBD juga masih menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) apabila kondisi memungkinkan.
Saat ini BNPB telah menempatkan satu unit pesawat Cassa di Jambi yang dapat digunakan untuk patroli udara maupun penyemaian garam apabila terdapat bibit awan.
Menghadapi puncak musim kemarau, Kalaksa BPBD mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.
"Kami minta masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan membuka lahan dengan membakar dan jangan membuang puntung rokok sembarangan karena sekarang kondisi sangat kering dan rawan kebakaran," pungkasnya.
(Sopianto/Tribunjambi.com)
Baca juga: Bupati Anawar Sadat Dorong Pembentukan Kantor Daops Karhutla