Manchester United menghadapi keputusan penting terkait sektor penjaga gawang mereka ketika bursa transfer musim panas memasuki tahap akhir. Meski Senne Lammens, pemain internasional Belgia, menjalani musim debut yang menjanjikan, muncul pertanyaan apakah kiper muda itu benar-benar siap memimpin dorongan perebutan gelar.
Tekanan meningkat terhadap Lammens meski baru menjalani tahun terobosan.
United didesak kembali terjun ke pasar transfer untuk mencari penjaga gawang yang lebih berpengalaman guna menggantikan Lammens, terlepas dari musim pertamanya yang mengesankan di Old Trafford. Lammens bergabung ke Manchester musim panas lalu dalam transfer senilai £18,1 juta dari Royal Antwerp pada hari terakhir bursa. Pada awalnya ia dipandang hanya sebagai opsi pelapis, tetapi pemain berusia 24 tahun itu dengan cepat menyingkirkan Altay Bayindir untuk menjadi pilihan utama yang tak terbantahkan di bawah Ruben Amorim dan kemudian penerusnya, Michael Carrick.
Kiper muda itu menutup musim lalu dengan delapan clean sheet dalam 32 penampilan di Premier League, sebuah catatan yang membuatnya menuai banyak pujian dari mantan gelandang United, Owen Hargreaves, yang menyebutnya sebagai “rekrutan terbaik musim ini” bagi klub. Namun, kesalahan mencolok pada perempat final Piala Dunia melawan Spanyol — ketika ia menepis bola ke jalur Mikel Merino — kembali memanaskan perdebatan soal apakah United bisa mengandalkan talenta yang masih berkembang di posisi sekritis itu untuk musim mendatang.
Micky Gray menuntut pengalaman lebih di Old Trafford.
Mantan winger Premier League Micky Gray termasuk di antara pihak yang meyakini United harus melakukan peningkatan. Berbicara kepada talkSPORT, Gray berpendapat klub membutuhkan sosok pemenang yang sudah terbukti di bawah mistar jika ingin bersaing di banyak ajang. “Secara pribadi saya masih akan mencari penjaga gawang berpengalaman dan berkualitas,” kata Gray. “Dan orang-orang mungkin akan berkata, ‘mereka punya Lamens’, yang datang lalu tampil luar biasa. Dia kiper muda, dan saya tahu itu pada akhirnya berhasil dengan David de Gea, yang kemudian menjadi sensasi di Man United. Dia adalah penjaga gawang hebat, salah satu yang terbaik yang pernah mereka miliki.”
Gray kemudian menjabarkan risiko mempercayakan posisi itu kepada Lammens, terutama dengan tambahan beban kompetisi Eropa. “Tetapi apakah Anda memberi Lamens waktu? Apakah Anda memberinya sepak bola Liga Champions? Apakah Anda juga memberinya sepak bola Premier League, dua pertandingan seminggu? Itu tuntutan yang besar. Masih cukup banyak yang harus dibenahi di Manchester United, tetapi saya memang berharap mereka bisa bersaing, setidaknya untuk empat besar lagi,” tambah sang pundit, sambil menekankan perlunya stabilitas dalam skuad.
Kedalaman posisi penjaga gawang kini berada dalam sorotan.
United sudah mengambil langkah untuk menyesuaikan susunan kiper mereka pada musim panas ini dengan mengamankan jasa Karl Darlow lewat transfer bebas dari Leeds. Darlow diperkirakan akan menjadi pelapis utama, memberikan cadangan yang lebih senior dibandingkan yang tersedia pada musim lalu.
Manchester United mengalami perubahan dramatis setelah Carrick ditunjuk sebagai manajer interim pada Januari. Mantan gelandang itu membawa Setan Merah finis di posisi ketiga, sekaligus memastikan kembalinya mereka ke Liga Champions UEFA untuk pertama kalinya sejak musim 2023–24. Sebagai pengakuan atas dampak impresif yang ia berikan, Carrick diganjar kontrak permanen hingga 2028.
Penguatan lini tengah dan strategi transfer.
Sementara situasi penjaga gawang masih menjadi bahan perdebatan, klub juga aktif membenahi area lain di lapangan. United telah memperkuat ruang mesin mereka dengan merampungkan transfer Andrey Santos dari Chelsea dan Youri Tielemans dari Aston Villa. Kedatangan kedua pemain ini menunjukkan niat untuk memberi manajer fleksibilitas taktis yang lebih besar di lini tengah, sesuatu yang dianggap perlu setelah kepergian Casemiro dan cedera Manuel Ugarte, saat United bersiap membuka kampanye Premier League 2026-27 mereka pada 22 Agustus dengan laga tandang melawan tim promosi, Hull City.