Terungkap Fakta Pemicu Konflik Ruben dan Sarwendah, Dari Tiket Blackpink, Tanda Seru dan Isu Lelang
Rusaidah July 30, 2026 01:36 PM

 

POSBELITUNG.CO – Terungkap fakta mengejutkan yang menjadi pemicu awal konflik antara Ruben Onsu dan Sarwendah.

Diketahui perseteruan Ruben dan Sarwendah kian memanas pasca-perceraian.

Ruben melalui kuasa hukumnya Minola Sebayang, membeberkan sederet fakta baru mengenai akar keretakan hubungan pasangan yang telah resmi bercerai sejak 24 September 2024 tersebut.

Minola mengungkapkan, perselisihan ini meletus akibat miskomunikasi pesan singkat, tambahan tiket konser, hingga gertakan isu lelang rumah mewah di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

Baca juga: Biodata Lurah Syerly Viral Nyeletuk Ejek ‘Ciyee Curhat Dia Bah Saat Warga Ngadu ke Wali Kota Medan

Meskipun telah berpisah secara sah sebagai suami istri, komunikasi Ruben dan Sarwendah awalnya berjalan sangat harmonis, terutama terkait pengasuhan anak-anak mereka.

Namun, ketegangan mulai muncul pada Oktober 2025 terkait tiket konser Blackpink.

Dari Tiket Konser Blackpink 

Kala itu, Sarwendah meminta tambahan satu tiket konser Blackpink agar bisa duduk di baris yang sama dengan Ruben dan anak-anaknya.

Lantaran tiket sudah dipesan jauh-jauh hari, Ruben tak mampu memenuhi permintaan posisi duduk tersebut.

Kegagalan memenuhi keinginan Sarwendah ini mendatangkan kekecewaan mendalam hingga memicu komunikasi yang makin memanas.

Baca juga: Punya 18 Tanah Bangunan, 11 Kendaraan, Segini Harta Anom Widiyantoro Bupati Pemalang Kena OTT KPK

Seketika setelah perdebatan tiket tersebut, muncul pertanyaan dari Sarwendah yang mengagetkan Ruben. 

"Begitu Ruben mengirim bukti tiket, muncul kata-kata: 'Maaf, ini rumah mau dilelang?' (dengan tanda tanya). Jadi sejak Oktober 2025, kata lelang itu sudah digunakan untuk menekan Ruben dan menjatuhkan mentalnya," ujar Minola Sebayang di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026), dilansir dari Grid.id

Tak berhenti di perkara tiket, ketegangan berlanjut pada insiden unik di ruang obrolan pesan singkat.

Tombol Tanda Seru (!) dan Isu Lelang Rumah

Ruben secara tidak sengaja menekan tombol tanda seru (!) saat membalas pesan Sarwendah.

Hal kecil itulah yang kemudian dipermasalahkan secara serius oleh pihak Sarwendah hingga meledak menjadi percekcokan besar.

"Miskomunikasi itu misalnya Ruben typo, ada tanda seru. Itu jadi pembahasan, 'Kenapa ada tanda seru?'. Akhirnya terjadi keributan, Ruben minta maaf berkali-kali karena kepencet," jelas Minola.

Potret kebersamaan Ruben Onsu dan Sarwendah Tan dalam akun Instagram @ruben_onsu.
Potret kebersamaan Ruben Onsu dan Sarwendah Tan dalam akun Instagram @ruben_onsu. (Instagram @ruben_onsu)

Namun, permintaan maaf yang diucapkan Ruben berulang kali ternyata tak lantas meredakan situasi.

Pihak Ruben mengaku miris karena setelah kejadian itu, Sarwendah justru menyodorkan rincian tagihan bulanan dengan nilai fantastis—mulai dari kebutuhan pokok anak sebesar Rp75 juta hingga tagihan sarang burung walet.

Minola Sebayang menegaskan bahwa rumor rumah Cilandak disita atau dilelang bank merupakan kabar yang sama sekali tidak benar.

Pihaknya telah melakukan konfirmasi langsung kepada pihak perbankan dan memastikan status aset tersebut masih dalam tahap prosedur penyelesaian, bukan lelang kolektibilitas lima.

"Kalau tahun 2025 rumah itu mau dilelang, harusnya sekarang sudah dilelang dong? Faktanya kan tidak. Isu ini terus dipakai agar Ruben terlihat sebagai orang yang tidak bertanggung jawab," tegasnya.

Minola memprotes keras mengapa masalah internal yang sepele terus digiring ke ruang publik hingga menjadi bahan konsumsi netizen.

Baca juga: Biodata dan Sepak Terjang Anom Widiyantoro Bupati Pemalang dan Perkara Kasusnya Kena OTT KPK

Hal ini dianggapnya hanya akan menyulitkan proses mediasi dan perdamaian. 

"Jangan lagi mengeluarkan suatu pernyataan apa pun yang kemudian membuat kami harus melakukan klarifikasi," ujar Minola Sebayang.

"Ketika kami melakukan klarifikasi, mungkin ada bukti-bukti dan fakta-fakta yang akan keluar yang mungkin tidak menyenangkan, mungkin menyakitkan ketika kebenaran itu diungkapkan," katanya.

Ia pun mengimbau agar kedua belah pihak membatasi diri dari memberi pernyataan di media dan lebih fokus menghormati proses hukum terkait hak asuh anak yang kini bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Memang lebih bagus diam, ikuti proses yang sedang berjalan sekarang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan," ucapnya.

Alasan Sarwendah Pindah 

Di sisi lain, konflik ini membuat Sarwendah akhirnya memilih angkat kaki dari rumah pemberian sang mantan suami di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan—rumah yang sama yang sempat disinggung soal isu lelang.

Melalui kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu, Sarwendah membeberkan alasan kepindahannya semata-mata demi keamanan dan kenyamanan anak-anak setelah mendapati ancaman situasi yang dinilai tidak kondusif.

"Situasi-situasi yang tidak aman seperti ini yang tidak baik bagi anak-anak. Ada pihak-pihak lain lah yang mencari orang lain yang enggak ada lagi di rumah itu," kata Chris Sam Siwu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2026).

Baca juga: Hellyana Bakal Sidang Perdana Kasus Dugaan Ijazah Palsu yang Sudah P21 Mabes Polri

Pihak Sarwendah mengklaim mengantongi bukti dokumentasi perihal kedatangan orang-orang asing ke rumah tersebut yang diduga hendak menagih utang.

"Kita juga bawa nih, ini masih hangat belum lama ya, kira-kira 11 Juli. Diduga debt collector memang datang ke rumah menyampaikan adanya tagihan. Lebih kurang ada lima orang yang mendatangi jam 21.52 WIB," ujarnya.

Chris menambahkan bahwa informasi mengenai ancaman lelang membuat kliennya enggan mempermasalahkan pembagian harta gono-gini tersebut.

"Klien kami mendapat informasi bahwa rumah itu sudah harus dilelang. Jadi klien kami tidak mau dong diberikan gono-gini yang seperti itu. Jadi ya sudahlah, enggak mau ambil pusing," ucapnya.

(TribunStyle.com/Tribunnews.com/TribunSumsel.com/Bangkapos.com/Posbelitung.co)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.