Iran Ancam Akan Larang Kapal Perusahaan dari Negara Pendukung Trump Lewati Selat Hormuz
Garudea Prabawati July 30, 2026 02:38 PM

 

 

TRIBUNNEWS.COM - Iran mengancam akan melarang kapal milik perusahaan dan negara yang mendukung langkah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait penggunaan aset Iran yang dibekukan untuk melewati Selat Hormuz.

Juru bicara Markas Besar Khatam al-Anbiya Iran memperingatkan Trump mengenai konsekuensi dari setiap langkah yang dianggap ilegal terkait aset Iran yang dibekukan.

Menurut juru bicara tersebut, Trump sebelumnya mengumumkan bahwa kompensasi atas kerusakan kapal selama konflik dengan Iran akan menggunakan aset Iran yang dibekukan.

Iran menilai kerusakan tersebut berkaitan dengan ketidakamanan yang ditimbulkan oleh militer AS dan kapal-kapal yang melintasi rute yang disebut Teheran sebagai “ilegal dan tidak aman” di selatan Selat Hormuz.

“Kami memperingatkan Presiden kriminal Amerika Serikat tentang konsekuensi dari tindakan ilegal ini,” kata juru bicara tersebut.

Ia menambahkan bahwa peringatan itu juga berlaku bagi perusahaan dan negara yang menerima proposal Trump serta menggunakan aset Iran yang dibekukan dengan alasan tersebut.

Baca juga: AS Lancarkan Serangan Besar-besaran ke Iran, IRGC Tegaskan Perlawanan Teheran Terus Berlanjut

“Mulai sekarang, Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran tidak akan mengizinkan kapal milik perusahaan atau negara tersebut untuk melewati Selat Hormuz,” ujarnya.

Ancaman tersebut meningkatkan ketegangan di sekitar Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu titik utama pelayaran energi dunia.

Namun, di tengah meningkatnya ketegangan, Iran juga menempuh jalur diplomatik dengan negara-negara kawasan.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan pembicaraan melalui telepon secara terpisah dengan Menteri Luar Negeri Oman Badr al-Busaidi dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan.

Menurut Kementerian Luar Negeri Iran, pembicaraan tersebut membahas perkembangan bilateral dan regional serta situasi terbaru di sekitar Selat Hormuz.

Araghchi menekankan pentingnya memperkuat kerja sama dan mendorong upaya diplomatik bersama untuk menjaga stabilitas kawasan serta mengatasi ketegangan di Selat Hormuz.

Pemerintah Iran menyebut ketidakstabilan di jalur pelayaran tersebut berkaitan dengan tindakan agresif Amerika Serikat. Teheran berharap kerja sama dengan negara-negara kawasan dapat membantu mendorong stabilitas dan mengurangi ketegangan.

(*)
 


© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.