Eceng Gondok Bercampur Sampah Penuhi Saluran Pembuangan 200 Meter di Sidorejo Polman
Nurhadi Hasbi July 30, 2026 03:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Sampah bercampur tanaman eceng gondok terlihat memenuhi saluran pembuangan yang melintasi Desa Sidorejo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Kamis (30/7/2026).

Kondisi tersebut membuat warga sekitar resah karena menimbulkan bau menyengat.

Saluran pembuangan sepanjang kurang lebih 200 meter itu melintasi sejumlah rumah warga.

Baca juga: Jorok! Sampah Menumpuk di Bahu Jalan Depan Kantor Bupati Mamuju

Baca juga: Mesin Pembakaran Sampah Rp9 Miliar di TPA Paku Polman Tak Kunjung Beroperasi

Berbagai jenis sampah tampak menumpuk dan terbawa aliran air sehingga mengganggu pemandangan.

Keberadaan eceng gondok dan sampah yang tersangkut di antara tanaman tersebut menyebabkan aliran air menjadi tidak lancar.

Warga khawatir kondisi itu dapat memicu penyumbatan apabila tidak segera ditangani.

“Sudah lama kondisinya seperti ini. Pernah kami gotong royong, tapi kembali seperti semula,” ungkap seorang warga, Bayu, kepada wartawan.

Ia menyebut eceng gondok yang memenuhi saluran pembuangan sulit dibersihkan tanpa bantuan alat berat.

Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera melakukan pembersihan melalui normalisasi saluran pembuangan.

Bayu mengaku kerap mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air.

“Sembari kita berharap bantuan pemerintah, masyarakat setempat juga kita ajak untuk sama-sama peduli lingkungan,” ungkapnya.

DLHK Polman Siap Turunkan Tim

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Polman, Syarifuddin Wahab, mengaku siap menurunkan tim petugas kebersihan.

“Meski wilayah itu sebenarnya menjadi kewenangan Pemerintah Kecamatan Wonomulyo, kalau ada permintaan kami selalu siap turun ke lapangan,” kata Syarifuddin Wahab.

Ia menyampaikan, pembersihan saluran air di Desa Sidorejo merupakan kewenangan petugas kebersihan di Kecamatan Wonomulyo.

Menurutnya, pemerintah desa dan pemerintah kecamatan seharusnya berkolaborasi dengan masyarakat untuk melaksanakan gotong royong.

Meski demikian, Syarifuddin menegaskan pihaknya siap menindaklanjuti persoalan sampah tersebut. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.