SUV full-size andalan Audi, Q9, akhirnya resmi hadir, dan soal performa mobil ini sama sekali tidak kekurangan tenaga. Baik Q9 maupun SQ9 sama-sama memakai rangkaian penggerak twin-turbocharged, dengan mesin V-8 4.0-liter pada SQ9 yang menghasilkan 591 horsepower dan 590 lb-ft torsi. Dengan performa sebesar itu yang sudah tersedia sejak awal, para petinggi Audi saat ini belum terlalu tertarik menghadirkan versi RS untuk SUV barunya itu—setidaknya untuk sekarang.
“Itu bukan fokusnya. Ya, jangan pernah bilang tidak mungkin. Kami selalu bisa mempertimbangkannya kembali. Tetapi saya rasa di segmen ini, kami merasa inilah keseimbangan yang benar-benar tepat,” kata Filip Brabec, wakil presiden senior manajemen produk di Audi Amerika, kepada Road & Track saat ditanya mengenai kemungkinan hadirnya RSQ9.
Q9 dan SQ9 menjadi langkah yang cukup berbeda bagi Audi, karena sebelumnya merek ini belum pernah membuat SUV sebesar ini. Brabec menggambarkan pelanggan Q9 dan SQ9 sebagai orang-orang yang tidak mau berkompromi dalam kebutuhan akan ukuran dan kemampuan. Karena itu, Audi membekali kedua SUV tersebut dengan konfigurasi tempat duduk yang lapang, kapasitas derek 7700-pound, serta powertrain terdepan di kelasnya. Dan keputusan untuk menyertakan mesin V-8 twin-turbo bagi pasar Amerika Serikat memang dilakukan secara sengaja.
“V-8 ini khusus untuk Amerika Serikat—dan dengan 591 horsepower serta 3.80 detik ke 60 mph, pada dasarnya Anda sudah berada di level yang mendekati RS. Biasanya model RS berada di kisaran 600 horsepower atau sedikit di atas 600 horsepower. Jadi pada dasarnya Anda mendapatkan performa RS dengan harga S, yang cukup keren,” ujar Brabec kepada Road & Track.
Keraguan yang terlihat terhadap kehadiran versi RS bukan semata-mata soal melampaui level performa yang sudah ada; sebagian besar alasannya justru terkait tujuan penggunaan kendaraan ini. Pabrikan Jerman tersebut belakangan memang gencar menghadirkan banyak model RS; RS3 bermesin lima silinder sudah menjadi favorit para penggemar, dan RS5 terbaru memakai teknologi diferensial khusus yang membuatnya sangat liar saat diajak melaju menyamping. Sebagai perbandingan, menurut Brabec, model seperti SQ9 jelas bukan kendaraan yang dibuat untuk lintasan balap.
“Kami benar-benar melihat setiap kendaraan secara spesifik untuk mengatakan, ‘Apakah ini masuk akal atau tidak masuk akal?’ Lalu kami melangkah berdasarkan itu. Ini tidak selalu sekadar formula yang sudah ditentukan sebelumnya,” kata Brabec mengenai pengembangan kendaraan RS.
Saat ini Audi menjual satu SUV bergaya RS, yakni RSQ8, yang menggunakan mesin V-8 4.0-liter twin-turbo yang sama seperti SQ9. Angka tenaganya memang sedikit lebih tinggi pada RSQ8, dengan 631 horsepower dan 627 lb-ft torsi, tetapi label harganya juga lebih mahal lebih dari $20,000 dibanding SQ9. Sementara itu, model Q7 dan SQ7 untuk saat ini belum memiliki varian RS. Apa pun arah yang nantinya dipilih Audi untuk keluarga Q9, satu hal yang jelas: crossover besar ini tidak akan kekurangan akselerasi.