GUBERNUR Bobby Minta Ricky Anthony Belajar Lagi Jadi Anggota Dewan Usai Disebut Arogan Oleh NasDem
Ilham Fazrir Harahap July 30, 2026 05:55 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution membalas ucapan politisi NasDem, Ricky Anthony untuk belajar lagi sebagai anggota DPRD usai dituding bersikap arogan saat memilih Walk Out atau meninggalkan rapat paripurna Selasa (21/7/2026) lalu.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara Ricky Anthony mengkritik sikap Gubernur Sumatera Utara yang meninggalkan rapat paripurna bersama DPRD Sumut. 

Sikap Gubernur Sumut Bobby Nasution yang memilih walkout dari Rapat Paripurna DPRD Sumut, menurut Ricky tidak seharusnya terjadi.

Politisi partai NasDem itu menilai, aksi meninggalkan ruang sidang tanpa pamit itu dinilai tindakan emosional, sekaligus menghambat proses pengambilan keputusan bersama yang semestinya menjadi tahapan akhir paripurna.

Baca juga: Tawuran antar Kelompok Remaja di Deli Serdang Makan Korban, Anak di Bawah Umur Tewas

"Bagi NasDem tidak ada kata lain yang bisa menggambarkan hal ini selain arogan. NasDem minta sikap seperti ini dihentikan. Ini merupakan sikap NasDem. Jika fraksi lain memilih diam atau pandangan lain, tentu kita hormati," kata Ricky kepada tribun, Selasa (28/7/2026). 

Gubernur Sumut pun merespon soal pernyataan Wakil Ketua DPRD dari Fraksi Nasdem Ricky Anthony yang mengkritik dengan sebutan arogan. 

Kritikan itu karena Bobby Nasution Walk Out saat Paripurna berlangsung beberapa waktu lalu. 

Bobby Nasition membantah kalau dirinya bersikap arogan karena Walk Out berlangsung. 

"Enggak (ada ribut) saya rasa juga enggak arogan. Kenapa? Gibu rapat bisa dimulai. Kalau dari sisi pemerintah, eksekutifnya yang hadir, ada gubernur," jelasnya, usai menghadiri Paripurna, di DPRD Sumut Kamis (30/7/2026). 

Baca juga: TABIAT Asli Terduga Pencuri Ayam yang Tewas di Bali, Incaran Polisi karena Mencuri, 4 Kali Lolos

Diterangkannya, permasalahannya kemarin adalah permasalahan kourum. Dan terletak pada kehadiran anggota DPRD bukan pada eksekutif.

"Kourum itu bahasanya hrus hadir 2/3 dari seluruh anggota dewan. Yang dipermasalahkan kehadiran legislatif. Atau bahasa pasarnya kehadiran anggota dewannya masak Saya dibilang arogan," ucapnya. 

Dikatakannya, percuma anggota Eksekutif hadir, jika legislatif nya tidak kourum. Tidak akan bisa dilakukan pengesahan.

"Kalau misal satu pihak yang tidak hadir jadi kami yg duduk di sana ngapain. Toh kalau duduk di sana sampe malam kalau kourum gak Tanda Tangan juga," ucapnya.

Baca juga: Fungsi Lapangan H Adam Malik Direnggut Pedagang, Pemko Pematangsiantar Gelar Rakor Penertiban

Menurutnya, bisa dikatakan arogan,jika ia walk out saat Paripurna berjalan langsung dan tertib.

"Kecuali kalau jalannya berjalan tertib, kourum dan berlangsung saya keluar, baru saya arogan," katanya.

Untuk itu, kata Bobby ia menilai Ricky Anthony harus lebih banyak belajar menjadi Anggota DPRD kembali.

"Bok ya belajar lagilah yang baru, baru mungkin. Karena saya sudah pernah dulu sama bang Ihwan di eksekutif mempertanyakan kourum, tapi hak kami tidak ada dari eksekutif tentang kourum tidak ada hak. Karena enggak kourum makanya itu, jadi suruh belajar lagi,"Jelasnya.

Awal Mula Gubernur Walk Out

Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution walk out dari sidang paripurna DPRD Sumut dengan agenda persetujuan laporan pertanggungjawaban APBD 2025, yang berlangsung pada Selasa (21/7), lalu. 

Awalnya, Paripurna saat itu berjalan lancar dan telah memasuki sesi akhir, yakni penandatanganan keputusan bersama. Namun, sesaat sebelum Ketua DPRD Sumut mengetok palu keputusan, salah satu anggota dewan mempertanyakan kuorum sidang.

Setelah itu, pimpinan rapat paripurna, Erni Ariyanti, menanyakan apakah agenda pertama dapat dilanjutkan dengan agenda kedua pengambilan keputusan bersama.

Dalam agenda kedua, perwakilan Badan Anggaran DPRD Sumut menyampaikan laporan. Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan konsep keputusan bersama antara DPRD dengan Gubsu oleh Sekretaris DPRD Sumut Ali Sipahutar.

Setelah itu, saat hendak penandatanganan, anggota DPRD Sumut dari Fraksi PDIP intrupsi soal apakah paripurna kuorum atau tidak. Ia juga mempersoalkan adanya rapat dengar pendapat (RDP) saat rapat paripurna berlangsung.

Saat momen itu, Bobby diketahui keluar ruang rapat dan kemudian menuju pintu depan. Bobby kemudian meminta agar OPD juga keluar dari paripurna.

(Cr5/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.