Renungan Harian Kristen 31 Juli 2026 - Bau Harum dari Kristus
Bacaan ayat: 2 Korintus 2:15 (TB) Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa.
Oleh Pdt Feri Nugroho
"Siapa ini yang kentut? Baunya menyengat." Dipastikan yang hadir dalam ruangan akan saling menuduh, tidak ada yang mau mengaku.
Biasanya pelakunya tersenyum malu atau teriak kencang menuduh demi mengalihkan perhatian. Padahal bisa kentut itu sehat.
Jika tidak dikeluarkan akan kembung dan perut terasah begah. Paska operasi biasanya kentut akan ditunggu, baru dijinkan untuk mengkonsumsi makanan secara perlahan.
Yach, begitulah sudut pandang. Selalu ada dua sisi yang akan diperdebatkan.
Paulus memakai metafora bau untuk memberikan gambaran bagaimana kehidupan pribadinya membawa dampak yang baik bagi kehidupan banyak orang.
Sampai disini, stop untuk menuduh Paulus sombong! Bukan itu. Paulus dengan jujur melihat apa yang dilakukannya berbeda dengan orang-orang yang mencari keuntungan pribadi dari firman Allah.
Koq bisa? Bisa saja terjadi.
Seseorang ingin menyampaikan firman demi pujian, agar dinilai sebagai orang cerdas.
Penilaian tersebut dapat menjadi dasar bahwa ia akan diperlakukan lebih hormat daripada yang lain. Waspadalah, bahaya kesombongan rohani dapat mengancam siapa saja, tanpa pandang bulu.
Paulus dengan tulus dan jujur berbicara tentang firman, meskipun beberapa orang menolak atau meragukan kerasulannya. Itu sebabnya ia memakai metafora bau untuk mempermudah posisinya.
Ia sebatas pengeras suara yang menyampaikan kebenaran yang bersumber pada Kristus. Itu sebabnya ia menulis, "Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa."
Bahwa hadirnya membawa dampak yang signifikan: orang-orang yang mendengarnya dan percaya akan diselamatkan dan tidak binasa!
Penting untuk setiap hari mengevaluasi kehidupan; benarkah telah membawa dampak yang baik? Benarkah telah menjadi bau yang harum dari Kristus?
Jika belum, teruslah fokus pada Kristus. Jangan pernah putus asa atau mengasihi diri. Atau merasa gagal dalam kehidupan, sebab perasaan gagal akan menjadi lahan yang subur bagi Iblis untuk terus mendakwa.
Tidak perlu undur, sebab pelayanan itu tentang Tuhan yang berkarya. Jadilah orang-orang yang fokus melakukan tugas, seperti seorang hamba yang melakukan tugasnya.
Jadilah bau yang harum dari Kristus. Amin.
Renungan Kristen oleh Pdt Feri Nugroho, GKSBS Siloam Palembang