Tribunlampung.co.id, Sukabumi - Penyebab terjangkitnya 39 siswa SDN Bojongkoneng, Kelurahan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang diduga mengalami keracunan massal usai menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis ( MBG ) pada Selasa (28/7/2026) akhirnya terkuak.
Baca juga: Dugaan Penggelapan Dana MBG Rp740 Juta, Kader Gerindra Lampung Datangi Mapolda
Insiden memilukan tersebut ditengarai akibat dikonsumsinya produk susu cair yang telah melewati batas tanggal kedaluwarsa.
Atas temuan kasus tersebut, pihak pengelola penyedia makanan mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara seluruh suplai pengiriman MBG khusus ke sekolah terdampak.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukabumi Cibadak 02 (Dapur Nazran), Rizal Ramadhan membenarkan, pemicu utama gangguan kesehatan puluhan murid tersebut berasal dari kemasan susu UHT yang terlewat dari pemeriksaan kualitas.
"Memang ada indikasi, memang sebagian kecil dari susu tersebut ada yang lewat dari masa expired (kedaluwarsa) yaitu pada tanggal 28 Juni 2026," terang Rizal, Rabu (29/7/2026) malam, dilansir TribunJabar.id.
Rizal menjelaskan, pada hari kejadian pihaknya menyajikan menu MBG berupa nasi liwet, telur, jagung, wortel, kelengkeng, dan susu UHT.
Kelalaian terjadi saat proses sortir bahan baku, di mana petugas melewatkan dua karton susu UHT varian rasa cokelat yang ternyata telah kedaluwarsa satu bulan sebelumnya.
Guna mencegah bertambahnya korban serta mematuhi petunjuk teknis (juknis) penanganan kejadian luar biasa, pihak dapur memutuskan untuk memutus sementara rantai distribusi makanan ke SDN Bojongkoneng hingga batas waktu yang belum ditentukan.
"Untuk adanya sekolah yang terdampak tersebut yaitu SDN Bojongkoneng, kami tidak melakukan pendistribusian. Kami menunggu instruksi dari pusat bagaimana selanjutnya," ujar Rizal.
Kendati demikian, SPPG Sukabumi Cibadak 2 memastikan operasional dapur secara umum tetap berjalan untuk melayani sekolah-sekolah lain yang tidak terdampak.
Pihak penyedia juga menegaskan komitmen penuh untuk bertanggung jawab menanggung seluruh biaya perawatan medis dan memantau kondisi para siswa hingga sembuh total.