TRIBUNJATENG.COM - Sebuah aksi penggerebekan bandar narkoba di depan SPBU Juli, Kabupaten Bireuen, berakhir duka.
Pratu Galuh Nugraha, seorang anggota POM TNI, gugur akibat terkena pantulan peluru (rekoset) saat berniat membantu polisi menangkap para pelaku yang berusaha kabur.
Peristiwa penangkapan bandar narkoba terjadi di Kabupaten Bireuen, pada Sabtu (25/7/2026).
Baca juga: Nasib Oknum TNI yang Selingkuh dengan Mantan Pacar Semasa SMP di Semarang akan Dilimpahkan Pekan Ini
Pratu Galuh Nugraha tercatat sebagai personil Gakkumwal Subdenpom IM/1-1 Bireuen.
Sedangkan Pratu merupakan kepanjangan dari Prajurit Satu, pangkat kedua terendah dalam jenjang Tamtama TNI Angkatan Darat dan Angkatan Udara.
Pratu Galuh sendiri bukan asli Kabupaten Bireuen, ia berasal dari Gampong Julok Rayeuk Utara, Kecamatan Indra Makmur, Kabupaten Aceh Timur.
Kabar meninggalnya Pratu Galuh turut dibagikan oleh akun Instagram resmi Pomdam Iskandar Muda Aceh.
"Almarhum merupakan Prajurit yang menunjukkan dedikasi, keberanian, dan pengabdian yang tinggi dalam mendukung upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika."
"Ia juga telah menunjukkan naluri prajurit penegak hukum yang luar biasa dalam membantu kepolisian saat penangkapan bandar narkoba, Kepergian Pratu Galuh Nugraha menjadi kehilangan besar bagi keluarga, rekan sejawat, dan institusi TNI AD," demikian tulis Pomdam Iskandar Muda Aceh dalan keterangannya, dikutip Tribunnews.com, Kamis (30/7/2026).
Pratu Galuh sudah dimakamkan di kampung halamannya secara militer pada Minggu (26/7/2026).
Terkena Peluru Rekoset dari Senjata Anggota Polisi
Kabid Humas Kombes Pol Joko Krisdiyanto menjelaskan kronologi lengkap kejadian yang menimpa Pratu Galuh.
Semua bermula ketika jajaran anggota polisi melakukan upaya penangkapan terhadap terduga bandar narkoba.
Saat dikejar, para pelaku berusaha kabur menggunakan mobil.
Hingga sampailah di lokasi kejadian, persisnya depan SPBU Juli, Gampong Cot Meurak, Kabupaten Bireuen.
Korban yang sebenarnya tidak sedang bertugas kala itu berusaha membantu anggota kepolisian.
Petugas kepolisian sempat melepaskan tembakan ke arah pelaku.
Namun, sayangnya peluru rekoset (memantul) mengenai seorang warga yang turut membantu proses penangkapan.
Korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit, yang belakangan diketahui yang bersangkutan merupakan anggota POM TNI.
“Saat kejadian terdapat empat orang terduga pelaku di dalam mobil. Satu orang yang diduga merupakan anggota Brimob telah berhasil kami amankan, sementara tiga terduga pelaku lainnya melarikan diri dan hingga kini masih dalam pengejaran."
"Dalam proses pengejaran, petugas sempat melepaskan tembakan ke arah pelaku. Peluru rekoset kemudian mengenai seorang warga yang turut membantu penangkapan, yang kemudian diketahui yang bersangkutan merupakan anggota POM TNI," urai Kombes Pol Joko, dikutip dalam keterangan tertulisnya.
Ia melanjutkan, dari operasi itu, satu orang yang diduga merupakan oknum anggota Brimob berhasil diamankan.
Sementara tiga terduga pelaku lainnya melarikan diri dan hingga kini masih dalam pengejaran petugas.
Polda Aceh Ikut Berduka
Gugurnya Pratu Galuh turut menjadi duga bagi Polda Aceh.
Oleh karenanya, Kombes Pol Joko menyampaikan turut berbelasungkawa terhadap keluarga korban beserta kesatuannya.
“Peristiwa ini menjadi duka bagi kita semua. Atas nama keluarga besar Polda Aceh, dan seluruh jajaran, sekali lagi kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Pratu Galuh Nugraha, serta kepada seluruh jajaran Tentara Nasional Indonesia."
"Ia telah menunjukkan naluri prajurit penegak hukum yang luar biasa dalam membantu kepolisian saat penangkapan bandar narkoba."
"Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi—Nya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," katanya.
Video Kejadian Viral
Berdasarkan penelusuran Tribunnews.com, detik-detik kejadian tewasnya Pratu Galuh sempat terekam kamera CCTV dan viral lewat medsos.
Pada awalnya terlihat suasana normal jalan di depan SPBU Juli, Gampong Cot Meurak, Kabupaten Bireuen.
Kemudian remakan mulai menunjukkan keterangan saat polisi mulai melakukan operasi penangkapan.
Dimulai dari mencoba menghadang mobil yang ditumpangi terduga bandar narkoba menggunakan sebuah truk dan motor.
Akan tetapi para pelaku nekat menabrak hingga melindas motor tersebut.
Petugas yang tidak ingin kehilangan 'buruannya' lalu melakukan upaya tegas terukur dengan melepaskan tembakan ke arah mobil terduga pelaku.
Namun sayangnya, salah satu peluru memantul hingga merenggut nyawa Pratu Galuh.
Baca juga: Eks Anggota DPR Sebut Pelibatan TNI di Ranah Sipil Langgar Semangat Reformasi, Revolusi Bisa Terjadi
Terkait peristiwa ini, Kombes Pol Joko turut mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta tidak menyebarkan informasi, foto, video, maupun narasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
"Apabila masyarakat ada yang mengetahui atau menyaksikan langsung rangkaian peristiwa tersebut, kami mengharapkan kesediaannya untuk memberikan informasi kepada penyidik guna membantu proses pengungkapan perkara," tutupnya. (*)