Kemudian ratusan anak TK di Pulau Pagerungan Besar Sumenep diajak belajar mencintai lingkungan lewat lomba mewarnai.
Lalu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, mulai memetakan potensi ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor yang diproyeksikan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Evaluasi secara menyeluruh sebagai upaya perbaikan tata kelola dan efisiensi anggaran saat ini menjadi perhatian serius pihak Badan Gizi Nasional (BGN).
Di bawah Kepala BGN baru, Sudaryono, BGN telah menghentikan secara permanen operasional sebanyak 833 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) terhitung pada Senin (27/7/2026).
Jangankan mendirikan unit baru Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), keberadaan dapur-dapur SPPG yang sudah beroperasi akan dilakukan verifikasi oleh BGN.
Sebagaimana ditegaskan Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Pemkab Bangkalan, Bambang Budi Mustika, Rabu (29/7/2026).
"Alhamdulilllah di Bangkalan tidak ada SPPG yang dihentikan operasionalnya secata permanen. Hasil audiensi dengan KPPG (Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi) Surabaya, sepertinya sulit untuk membuka (SPPG) yang baru. Karena sekarang verifikasi oleh BGN sangat ketat sekali," ungkap Bambang.
Di Kabupaten Bangkalan, pertumbuhan SPPG baru terbilang subur, bahkan dalam satu bulan periode 11 Maret-10 April, jumlah SPPG baru tercatat sejumlah 25 unit atau bertambah 4 SPPG baru dalam sehari.
Saat ini pun jumlahnya sudah mencapai 212 SPPG dengan total penerima manfaat 97.026 orang untuk 18 kecamatan.
Dari total 212 SPPG itu, 128 di antaranya telah beroperasi, 67 SPPG proses persiapan, 17 SPPG hendak beroperasi, 12 SPPG berhenti sementara, 33 SPPG proses Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), 95 SPPG sudah SLHS, 79 SPPG proses halal, dan 22 SPPG sudah halal.
Bambang menjelaskan, ada 12 dapur MBG di Kabupaten Bangkalan yang di-suspend sementara karena terkendala Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), tidak ada ahli gizinya, kasus kejadian luar biasa keracunan, hingga ada SPPG yang virtual account-nya belum di-top up oleh pihak BGN.
"Apalagi informasinya, ke depan BGN akan melakukan verifikasi ke seluruh SPPG yang sudah beroperasi, apakah sesuai standar atau tidak. Nanti kalau memang tidak sesuai, maka akan diklasifikasikan seperti grade A melayani sekian penerima manfaat, grade B lebih sedikit, dan grade C tambah sedikit," jelas Bambang.
Baca Selengkapnya di Sini
Suasana pesisir Pantai Pulau Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Madura, Minggu (26/7/2026) dipenuhi tawa puluhan anak usia dini.
Di bawah rindangnya pepohonan, anak usia Taman Kanak-kanak (TK) itu asyik memegang krayon dan pensil warna, mewarnai hamparan pantai hingga pohon mangrove.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 yang digelar Karang Taruna Laskar Obor Pagerungan Besar bersama pelajar setempat dan SKK Migas-Kangean Energy Indonesia (KEI).
Melalui lomba melukis dan mewarnai bertema alam dan mangrove, panitia berupaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada anak-anak sejak usia dini.
Ketua Karang Taruna Laskar Obor Pagerungan Besar, Imran mengatakan, edukasi lingkungan tidak harus dilakukan melalui metode yang rumit.
Menurutnya, mengenalkan pentingnya menjaga alam dapat dimulai dari kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak.
"Melalui kegiatan melukis dan mewarnai ini, kami ingin mengenalkan pentingnya menjaga alam sejak dini. Anak-anak adalah generasi penerus yang harus kita bekali dengan kesadaran lingkungan," kata Imran pada TribunMadura.com.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal membangun karakter generasi muda yang peduli terhadap kelestarian lingkungan, khususnya kawasan pesisir.
Tak hanya menggelar lomba mewarnai, rangkaian kegiatan juga diisi dengan penanaman 2.500 bibit mangrove dari target keseluruhan 5.000 pohon.
Baca Selengkapnya di Sini
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, mulai memetakan potensi ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor yang diproyeksikan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Langkah tersebut juga diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang usaha dan lapangan kerja bagi generasi muda di ujung timur Madura ini.
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep menilai, sektor ekonomi kreatif memiliki prospek besar, karena mampu melahirkan pelaku usaha baru yang bertumpu pada kreativitas dan inovasi.
Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan, pemerintah terus mengidentifikasi berbagai subsektor ekonomi kreatif yang memiliki potensi untuk dikembangkan di daerah.
Menurutnya, sejumlah sektor yang menjadi perhatian meliputi teknologi informasi, kuliner, kerajinan, seni, hingga budaya yang selama ini terus berkembang di tengah masyarakat.
"Agar keberadaannya mampu memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah," terang Arif Firmanto, Rabu (29/7/2026).
Ia menegaskan, pemerintah tidak hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga harus mampu menciptakan ekosistem yang mendorong lahirnya inovasi dan usaha kreatif.
Dengan dukungan tersebut, generasi muda diharapkan mampu mengembangkan ide-ide kreatif menjadi usaha yang produktif sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
"Anak-anak muda di Sumenep jangan hanya menjadi penonton dalam pembangunan. Mereka harus menjadi pelaku utama melalui kreativitas dan inovasi yang dimiliki," katanya.
Baca Selengkapnya di Sini