Gelombang Tinggi Ganggu Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, Sistem Buka Tutup Masih Diberlakukan
Thoriq July 30, 2026 05:57 PM

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, BANYUWANGI - Gelombang Tinggi Ganggu Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, Sistem Buka Tutup Masih Diberlakukan

Cuaca ekstrem yang masih melanda perairan Selat Bali membuat operasional penyeberangan di lintas Ketapang-Gilimanuk beberapa kali mengalami penundaan.

Gelombang tinggi dan angin kencang menyebabkan otoritas pelabuhan menerapkan sistem buka-tutup demi menjaga keselamatan pelayaran.

Pada Kamis (30/7/2026), penyeberangan kembali dihentikan sementara karena kondisi cuaca yang belum memungkinkan kapal untuk berlayar. Setelah dilakukan pemantauan, layanan penyeberangan akhirnya kembali dibuka pada pukul 13.20 WIB dari Pelabuhan Ketapang dan pukul 14.20 WITA dari Pelabuhan Gilimanuk.

Gangguan operasional ini sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir.

Baca juga: Motor Kawasaki Ninja Hancur setelah Tabrakan dengan Truk Box di Jalan Nasional Jember-Banyuwangi

Pada Senin (27/7/2026), penyeberangan sempat dihentikan sekitar dua jam akibat gelombang tinggi. 

Kemudian pada Selasa (28/72026), aktivitas penyeberangan kembali ditutup sebanyak dua kali, yakni pukul 10.10-12.45 WIB dan 16.35-17.55 WIB.

Sementara pada Rabu (29/72026), pelayaran kembali dihentikan sementara mulai pukul 10.02 hingga 11.40 WIB mengikuti rekomendasi dari BMKG.

Kondisi gelombang tinggi juga membuat sejumlah kapal mengalami kendala saat hendak bersandar di Pelabuhan Ketapang. Meski begitu, pelayanan penyeberangan tetap dijalankan ketika kondisi perairan dinilai aman.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Arief Eko Kurniansjah, mengatakan keputusan menghentikan sementara operasional penyeberangan dilakukan berdasarkan hasil koordinasi dengan KSOP Kelas III Tanjung Wangi, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur, BMKG, dan kepolisian.

"Keselamatan selalu menjadi prioritas utama. Penundaan operasional dilakukan semata-mata sebagai langkah mitigasi risiko ketika kondisi cuaca belum memenuhi standar," kata Arief.

Untuk mengantisipasi antrean kendaraan selama penundaan berlangsung, ASDP mengaktifkan buffer zone di kawasan Bulusan sebagai tempat penampungan sementara kendaraan.

Selain itu, rekayasa lalu lintas juga dilakukan bersama Polresta Banyuwangi agar arus kendaraan menuju pelabuhan tetap berjalan lancar.

ASDP juga menyiapkan penambahan armada kapal setelah cuaca membaik guna mengurangi antrean kendaraan yang sempat tertahan.

Sementara bagi penumpang yang sudah membeli tiket, tidak perlu khawatir karena tiket tetap dapat digunakan kembali setelah operasional penyeberangan kembali normal.

Masyarakat yang akan menyeberang melalui Pelabuhan Ketapang maupun Pelabuhan Gilimanuk diimbau untuk memantau informasi cuaca dari BMKG sebelum berangkat.

Pasalnya, jadwal penyeberangan dapat berubah sewaktu-waktu apabila kondisi cuaca kembali memburuk.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.