IHSG Amankan Zona Hijau di Sesi Pertama, DOSS hingga TPIA Sukses Pimpin Pergerakan Pasar
Nanda Lusiana Saputri July 30, 2026 02:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Pergerakan pasar modal di Bursa Efek Indonesia menunjukkan tren cukup positif pada penutupan sesi pertama Kamis hari ini (30/7/2026).

Hal ini terjadi setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat di level 6.147,96.

Berdasarkan data penutupan pasar yang dirilis, indeks utama kebanggaan Tanah Air ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 56,57 poin atau melompat 0,93 persen.

Kenaikan senada juga dicatatkan oleh indeks kelompok saham unggulan LQ45 yang memuat emiten-emiten dengan likuiditas tinggi, di mana LQ45 menguat 8,17 poin atau sebesar 1,35 persen hingga bertengger di posisi 614,69.

Tidak ketinggalan, Indeks Saham Syariah Indonesia atau yang dikenal dengan singkatan ISSI turut mengekor di zona hijau dengan penguatan sebesar 1,88 poin atau naik 0,89 persen ke level 212,27.

Aktivitas perdagangan harian terpancar cukup ramai dan dinamis di lantai bursa.

Total frekuensi transaksi yang terjadi di seluruh pasar tercatat menyentuh angka 1 juta transaksi dengan nilai total perputaran uang atau volume nilai transaksi mencapai Rp6,51 triliun.

Sentimen pasar pada sesi perdagangan tersebut didominasi oleh optimisme pelaku pasar yang cukup tinggi, tercermin dari sebaran saham yang mengalami penguatan sebanyak 660 saham, jauh mengungguli jumlah saham yang mengalami pelemahan yang hanya tercatat sebanyak 266 saham.

Kondisi ini memberikan sinyal bahwa minat beli investor domestik maupun asing masih cukup kuat di berbagai lini sektor industri.

Saham Berkapitalisasi Besar Menjadi Motor Penggerak

Baca juga: Kinerja Positif Bank bjb Semester I 2026: Aset Tembus Rp228,2 Triliun, Laba Tumbuh 58,8 Persen

Aktivitas perdagangan harian tidak lepas dari kontribusi sejumlah emiten raksasa yang menjadi pusat perhatian para pelaku pasar melalui nilai transaksi yang masif.

PT Chandra Asri Pacific Tbk dengan kode saham TPIA keluar sebagai emiten dengan nilai transaksi terbesar di pasar, mencatatkan angka fantastis mencapai Rp855,71 miliar melalui perpindahan volume sebanyak 401,54 juta lembar saham pada harga penutupan Rp2.120 per saham.

Menyusul di posisi berikutnya, emiten perbankan raksasa PT Bank Central Asia Tbk dengan kode saham BBCA membukukan nilai transaksi sebesar Rp460,95 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 72,61 juta lembar saham pada level harga Rp6.375 per saham.

Tidak kalah aktif, emiten perbankan Badan Usaha Milik Negara yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan kode saham BBRI mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp345,12 miliar dari volume 116,32 juta lembar saham pada harga Rp2.980 per saham.

Diikuti oleh saudaranya sesama bank pelat merah yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan kode saham BMRI yang membukukan nilai transaksi senilai Rp225,36 miliar dengan volume 54,25 juta lembar saham pada harga Rp4.160 per saham.

Sektor energi dan pertambangan juga turut menyedot perhatian publik melalui PT Bumi Resources Tbk dengan kode saham BUMI yang mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp221,98 miliar dengan volume perdagangan raksasa mencapai 1,38 miliar lembar saham pada harga Rp159 per saham.

Daftar Saham Top Gainers

Selain saham-saham berkapitalisasi besar yang aktif diperdagangkan, bursa saham juga diwarnai oleh deretan emiten yang masuk dalam jajaran pencetak kenaikan tertinggi atau yang populer disebut sebagai top gainers.

PT Global DOSS Indonesia Tbk dengan kode saham DOSS memimpin daftar pemenang setelah sahamnya melonjak signifikan dengan kenaikan sebesar 40 poin atau meroket 29,85 persen dengan volume transaksi mencapai 62,87 juta lembar saham.

Baca juga: Kredit Tumbuh 41,4 Persen, Bank Capital Perkuat Layanan untuk Nasabah

Lonjakan serupa dialami oleh PT Fast Food Indonesia Tbk dengan kode saham FAST yang mengalami penguatan harga sebesar 68 poin atau naik 25 persen dengan volume perdagangan sebanyak 12,32 juta lembar saham.

Kinerja positif juga dibukukan oleh PT TIFICO Fiber Indonesia Tbk dengan kode saham TIFA yang harga sahamnya terkerek naik sebesar 64 poin atau menguat 25 persen dengan volume perdagangan sebesar 1,53 juta lembar saham.

Sementara itu, PT Saranacentral Bajatama Tbk dengan kode saham BAJA turut menikmati tren penguatan dengan kenaikan harga sebesar 45 poin atau bertambah 23,56 persen dari volume 49,61 juta lembar saham.

Emiten tekstil PT Ever Shine Tex Tbk dengan kode saham ESTI juga tidak ketinggalan mencatatkan kenaikan harga sebesar 29 poin atau tumbuh 22,84 persen dengan volume 59,84 juta lembar saham.

Penutupan daftar penguatan dipimpin oleh emiten berkode saham NICK yang melonjak 215 poin atau melesat 21,18 persen dengan volume 67.700 lembar saham, serta PT KJEN yang mencatatkan kenaikan harga sebesar 26 poin atau tumbuh 20,64 persen dengan volume perdagangan sebanyak 84,15 juta lembar saham.

(Tribunnews.com/Bobby)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.