Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA Halaman 273 274 275 276 277 Kurikulum Merdeka
Fitri Wahyuni July 30, 2026 03:03 PM

BANGKAPOS.COM -- Inilah kunci jawaban mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 10 SMA Kurikulum Merdeka terbitan Pusat Kurikulum dan Perbukuan dengan nomor ISBN 978-623-118-376-7, serta ditulis oleh Fadillah Tri Aulia, Sefi Indra Gumilar, Alvian Kurniawan.

Siswa diminta untuk mengerjakan tugas Bahasa Indonesia kelas 10 SMA Kurikulum Merdeka di halaman 273 274 275 276 277.

Tugas tersebut ada di Bab 6 yang berjudul Berkarya dan Berekspresi melalui Pusisi bagian Uji Kompetensi.

Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA Halaman 179 180 Kurikulum Merdeka: Biografi Tokoh

Sebelum melihat kunci jawaban siswa harus mengerjakan tugas secara mandiri terlebih dahulu.

Selengkapnya berikut kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 10 SMA halaman 273 274 275 276 277 Kurikulum Merdeka.

Pilihan ganda dan essai

Bacalah teks puisi berikut dengan saksama untuk menjawab soal nomor 1 dan 2! Pilih salah satu jawaban yang tepat! 

Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 145-147 Kurikulum Merdeka

Di tepi malam yang gelap, bintang-bintang bertanya,
Kisah apa yang terpatri dalam detak hati malam ini?
Bunyikan seruling, wahai malam yang sepi,
Agar kita bisa mendengar rahasia yang tersimpan.

1. Tema utama puisi di atas adalah .…

A. keindahan alam malam
B. kesepian malam yang menyelubungi bintang-bintang
C. pertanyaan-pertanyaan yang menggoda
D. hubungan antara musik dan malam
E. rahasia yang tersembunyi di malam hari

Jawaban :

A. Dari teks puisi di atas, kita dapat mengetahui bahwa penyair ingin menyampaikan tentang rahasia yang tersimpan di malam hari, yang hanya bisa diketahui dengan bunyi seruling. Hal ini terlihat dari penggunaan kata-kata seperti “terpatri”, “bunyikan”, dan “rahasia”. Tema ini juga sesuai dengan suasana puisi yang gelap, sepi, dan misterius.

2. Larik baris pertama, “Di tepi malam yang gelap, bintang-bintang bertanya,” dapat dianggap sebagai metafora untuk ….

A. pemandangan malam yang sepi
B. keingintahuan bintang-bintang
C. keheningan malam
D. pertanyaan dari langit
E. detak hati malam

Jawaban :

B Dalam larik baris pertama, penyair menggunakan metafora untuk menggambarkan keingintahuan bintang-bintang tentang kisah yang terpatri dalam detak hati malam.

Penyair menghubungkan bintangbintang dengan sifat bertanya, yang merupakan sifat manusia. Metafora ini membantu pembaca merasakan bagaimana bintangbintang menjadi saksi dan penanya tentang apa yang terjadi di bawahnya. Metafora ini juga menciptakan kesan atau imaji yang indah dan mendalam.

3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan “detak hati malam” dalam larik kedua pada puisi tersebut!

Jawaban :

“Detak hati malam” dalam larik kedua pada puisi tersebut adalah sebuah metafora yang menggambarkan suasana atau perasaan malam yang gelap dan sepi. Metafora ini menghubungkan malam dengan hati yang berdetak, yang merupakan simbol dari kehidupan, emosi, atau jiwa.

Dengan menggunakan metafora ini, penyair ingin menyampaikan bahwa malam memiliki kisah atau rahasia yang terpatri dalam detak hatinya, yang hanya bisa diketahui dengan bunyi seruling. Metafora ini juga menciptakan kesan atau imaji yang indah dan mendalam.

4. Jelaskan pesan yang ingin disampaikan penyair dalam puisi tersebut!

Jawaban :

Pesan yang ingin disampaikan penyair dalam puisi tersebut adalah tentang rasa penasaran dan keinginan untuk mengetahui apa yang terjadi di malam hari, yang mungkin tidak terlihat oleh mata biasa. Penyair menggunakan metafora dan imaji untuk menggambarkan malam sebagai makhluk hidup yang memiliki hati, rahasia, dan suara.

Penyair juga mengajak pembaca untuk berimajinasi dan mendengarkan bunyi seruling, yang mungkin merupakan simbol komunikasi, musik, atau keindahan. Puisi ini menciptakan suasana yang gelap, sepi, dan misterius, tetapi juga indah dan mendalam

5. Tabel berikut ini merupakan perbedaan dan persamaan puisi dan cerpen. Berilah tanda centang (√) pada kolom pilihan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan dalam tabel.

A. Cerpen dan puisi sama-sama memiliki tema dan suasana yang dapat ditafsirkan oleh pembaca.
B. Puisi dapat mengandung rima, yaitu persamaan bunyi pada akhir baris-baris tertentu, sementara cerpen umumnya tidak.
C. Cerpen adalah bentuk tulisan yang menggunakan kata-kata yang dipilih secara padat dan cermat untuk menciptakan rasa atau perasaan tertentu.
D. Puisi dan cerpen memiliki struktur yang terdiri atas alur, latar, dan tokoh.
E. Cerpen berbentuk prosa, yaitu bentuk tulisan yang menggunakan kalimat-kalimat yang disusun dalam bentuk alinea atau paragraf-paragraf.

Jawaaban:

A. Benar
B. Benar
C. Salah
D. Salah
E. Salah

6. Tabel berikut ini merupakan beberapa pernyataan tentang puisi. Berilah tanda centang (√) pada kolom pilihan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan dalam tabel!

A. Bait puisi adalah kumpulan baris atau larik puisi yang membentuk satu kesatuan makna.
B. Diksi adalah pilihan kata yang digunakan oleh penyair secara acak serta tanpa tujuan dan maksud.
C. Rima dan irama dapat mengungkapkan makna, tema, atau pesan yang ingin disampaikan oleh penyair melalui puisi.
D. Majas atau gaya bahasa merupakan bahasa kiasan yang digunakan untuk menimbulkan efek atau makna tertentu dalam puisi.
E. Tipograi adalah tata letak atau penampilan visual dari puisi yang tidak berpengaruh terhadap makna dan kesan bagi pembaca.

Jawaban :

A.Benar
B. Salah
C. Benar
D. Benar
E. Salah

Bacalah puisi berikut dengan saksama untuk menjawab soal nomor 7!

Langit biru memayungi dunia,
Bunga-bunga mekar di hamparan hijau.
Angin berbisik pelan di telinga,
Menyampaikan rahasia alam yang abadi

7. Berdasarkan penggalan puisi di atas, pasangkanlah bagian pernyataan dengan jawaban yang sesuai pada tabel berikut!

A. Dalam baris pertama, penggunaan kata “memayungi” memiliki konotasi yang menggambarkan langit dengan cara yang ….
a. personiikasi

B. Diksi pada baris kedua Bunga-bunga mekar di hamparan hijau menciptakan gambaran alam yang ….
b. melindungi

C. Kata-kata “Angin berbisik pelan di telinga” memberikan efek suara yang …
c. penuh warna dan hidup

D. Majas yang terdapat pada larik ketiga puisi tersebut adalah ….
d. halus dan merdu
e. metafora

Jawaban :

A-b
B-c
C-d
D-a

8. Pasangkanlah bagian unsur-unsur puisi dengan contohnya yang sesuai pada tabel di bawah ini!

Jawaban :

A-c
B-e
C-a
D-b

9. Di antara pernyataan di bawah ini, tentukan pernyataan-pernyataan yang tepat tentang pembacaan puisi! Jawaban yang tepat dapat lebih dari satu!

  • Pembacaan puisi harus menyesuaikan gaya, tema, dan suasana puisi dengan pilihan kata, intonasi, rima, irama, majas, dan tipograi yang digunakan oleh penyair.
  • Pembacaan puisi adalah cara untuk meniru bagaimana penyair membaca puisinya sehingga pembaca tidak perlu menambahkan penafsiran sendiri.
  • Pembacaan puisi harus memperhatikan pelafalan, artikulasi, ekspresi, mimik, gerak tubuh, mental, pernapasan, dan makna puisi agar bisa membaca dengan baik dan benar.
  • Pembacaan puisi tidak memerlukan pemahaman mendalam terhadap makna kata-kata; yang penting hanya membaca dengan lancar.
  • Pembacaan puisi tidak memberikan pengalaman estetik dan edukatif bagi pembaca dan pendengar, hanya untuk hiburan sesaat pengisi waktu luang.

Jawaban :

  • Pembacaan puisi harus menyesuaikan gaya, tema, dan suasana puisi dengan pilihan kata, intonasi, rima, irama, majas, dan tipografi yang digunakan oleh penyair.
  • Pembacaan puisi harus memperhatikan pelafalan, artikulasi, ekspresi, mimik, gerak tubuh, mental, pernapasan, dan makna puisi agar bisa membaca dengan baik dan benar.

10. Di antara pernyataan di bawah ini, tentukan pernyataan-pernyataan yang tepat tentang menulis resensi buku antologi puisi! Jawaban yang tepat dapat lebih dari satu!

  • Dalam menulis resensi buku antologi puisi, tidak perlu memahami tema atau gaya penyair karena pembacaan subjektif lebih penting.
  • Dalam menulis resensi, kita perlu mengidentiikasi kekuatan dan kelemahan masing-masing puisi dalam antologi. Berikan komentar yang konstruktif mengenai apa yang berhasil dan di mana mungkin ada ruang untuk perbaikan.
  • Analisis terhadap diksi dan penggunaan kata tidak perlu mendalam karena puisi bersifat subjektif dan setiap pembaca dapat memberikan penafsiran yang berbeda.
  • Pada penulisan resensi, sangat penting untuk membagikan pengalaman pribadi dan kesan emosional kita ketika membaca
    antologi tersebut, tetapi pastikan untuk memisahkan antara respons pribadi dan evaluasi kritis.
  • Tulis resensi dengan gaya penulisan yang sesuai dan pastikan memiliki struktur yang jelas, dimulai dari pengantar, analisis, hingga kesimpulan. Gunakan bahasa yang mudah dipahami oleh sasaran pembaca.

Jawaban :

  • Dalam menulis resensi, kita perlu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan masing-masing puisi dalam antologi. Berikan komentar yang konstruktif mengenai apa yang berhasil dan di mana mungkin ada ruang untuk perbaikan.
  • Pada penulisan resensi, sangat penting untuk membagikan pengalaman pribadi dan kesan emosional kita ketika membaca antologi tersebut, tetapi pastikan untuk memisahkan antara respons pribadi dan evaluasi kritis.
  • Tulis resensi dengan gaya penulisan yang sesuai dan pastikan memiliki struktur yang jelas, dimulai dari pengantar, analisis, hingga kesimpulan. Gunakan bahasa yang mudah dipahami oleh sasaran pembaca.

(TribunWow.com/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.