4 Fakta Kasus Satpam Tewas di Waduk Jatiluhur, Diduga Tewas Akibat Benda Keras & Ditemukan 2 Borgol
Talitha Daren July 30, 2026 03:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Kasus kematian satpam bernama Sumarna yang ditemukan di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, hingga kini masih menyisakan banyak tanda tanya.

Hampir sepekan setelah jasadnya ditemukan, polisi belum berhasil mengungkap pelaku maupun motif di balik dugaan pembunuhan tersebut.

Sumarna ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan kedua tangan terborgol dan mulut dilakban, sehingga memunculkan dugaan kuat bahwa ia menjadi korban tindak kriminal.

Penyelidikan pun terus dilakukan untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan pria berusia 42 tahun itu kehilangan nyawa.

Di tengah proses penyelidikan yang masih berlangsung, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto membeberkan temuan awal terkait penyebab kematian korban.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, Sumarna diduga meninggal akibat benturan benda tumpul atau benda keras.

Polisi juga menduga korban telah meninggal dunia sebelum jasadnya dibuang ke perairan Waduk Jatiluhur.

Temuan tersebut menjadi petunjuk penting dalam mengungkap kronologi dan mengidentifikasi pelaku di balik kasus tersebut.

Untuk mempercepat pengungkapan perkara, Polda Jawa Barat telah membentuk tim khusus yang bertugas mendalami seluruh bukti dan keterangan yang ada.

Hingga kini, aparat kepolisian masih terus bekerja mengumpulkan petunjuk demi mengungkap secara tuntas kasus kematian Sumarna.

Baca juga: Kenangan Sumarna Satpam Waduk Jatiluhur dengan Keluarga, Tak Pernah Absen Antar Anak ke Sekolah

Diduga Meninggal Akibat Benda Keras

Satpam yang memiliki dua anak itu diduga meninggal akibat pukulan benda keras.

Sumarna juga disinyalir dalam kondisi meninggal dunia sebelum tubuhnya dibuang ke waduk.

"Diduga (satpam tewas) karena benturan masih benda-benda keras. Atau meninggal sebelum di buang ke dalam air," ujar Irjen Pol Pipit Rismanto.

Guna mengusut kasus tersebut, Polda Jabar membuat tim khusus.

"Para penyidiknya sedang dipanggil untuk dilakukan gelar hasil investigasi mulai dari olah TKP. Kita akan menurunkan tim gabungan untuk back up Polres Purwakarta. Mudah-mudahan ini cepat terungkap," ungkap Irjen Pol Pipit Rismanto.

Selain deretan fakta yang telah disajikan pihak kepolisian, sejumlah kejanggalan tak luput dari kasus kematian Sumarna.

Apa saja?

Baca juga: Kenangan Kebaikan Sumarna, Satpam Waduk Jatiluhur yang Tewas Terborgol, Pernah Bantu Mahasiswa

1. Ditemukan 2 borgol di TKP

Kejanggalan pertama dari dugaan pembunuhan Sumarna adalah soal temuan dua borgol di TKP yakni Waduk Jatiluhur.

Borgol pertama ditemukan dipasang di tangan korban.

Seperti diketahui, jasad Sumarna ditemukan dengan tangan terborgol ke belakang.

Lalu borgol kedua ditemukan di sepeda motor korban dekat pos jaga.

2. Kunci borgol di saku korban

Atas temuan borgol tersebut, paman korban bernama Ocid mengaku heran.

Terlebih dengan cara pelaku menghabisi nyawa Sumarna.

Bukan cuma soal borgol, Ocid juga menyoroti terkait temuan sebuah benda di saku pakaian Sumarna.

Benda tersebut adalah kunci borgol.

"Dengan tangan terborgol, borgol yang dia bawa sendiri, kan dia sebagai security. Cuma kuncinya ada di saku, masa dia bisa borgol sendiri dengan tangan di belakang," kata Ocid.

Baca juga: Satpam Waduk Jatiluhur Tewas, Nasib Anak Sumarna, Aldi Taher Iba, KDM Beri Santunan, Dapat Beasiswa

SATPAM TEWAS TERBORGOL - Proses evakuasi satpam Waduk Jatiluhur Purwakarta yang ditemukan tewas
SATPAM TEWAS TERBORGOL - Proses evakuasi satpam Waduk Jatiluhur Purwakarta yang ditemukan tewas (Tribun Trends/Dok Warga/Muhamad Hidayat/Kompas)

3. Sempat tinggalkan pos berjam-jam

Kejanggalan ketiga dari kasus kematian Sumarna adalah terkait momen terakhir sebelum sang satpam ditemukan meninggal dunia.

Untuk diketahui, Sumarna pamit ke sang istri untuk berangkat kerja ke pos jaga Waduk Jatiluhur adalah pukul 19.00 Wib.

Setelah itu, warga yang merupakan anggota Linmas kabarnya sempat mendatangi pos jaga pukul 23.00 Wib untuk bertemu Sumarna.

Alasannya adalah karena ingin mengambil yang ganti pembayaran BPJS yang sudah cair.

Sebagai pimpinan Linmas, Sumarna lah yang dipercaya memegang uang senilai Rp1.050.000.

Tapi saat mendatangi pos, warga tidak berhasil bertemu Sumarna.

Kata tukang parkir di sekitar pos, Sumarna sudah tidak ada di pos sejak pukul 21.00 Wib.

"Mereka sekitar jam 11 pada ke pos, kan di pos banyak anak muda di sana ada yang suka parkir. Katanya dari jam 9 pak Marna udah enggak ada," ujar kades dalam tayangan Youtube Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Dari sana lah warga berusaha mencari keberadaan Sumarna.

Selain warga anggota Linmas, istri Sumarna juga mencari keberadaan sang suami sekira pukul 23.30 Wib.

"Linmas nyari di situ tapi enggak ketemu sampai ke Gardu Induk. Malamnya si ibu nyari," ujar kadese.

"Jam setengah 12 udah enggak ada di pos," timpal KDM.

Pencarian Sumarna berlangsung hanya sampai tengah malam.

Warga mengira kala itu Sumarna pergi ke suatu tempat lantaran membawa sepeda motor.

"Berarti malam itu sudah dilakukan pencarian? ketika di pos enggak ada enggak di cari?" tanya KDM.

"Kan sama motornya enggak ada. Mungkin dipikir lagi ke mana," ujar kades.

"Jadi sekarang motornya ditemukan di mana?" tanya KDM lagi.

"Ada di situ, ada di pos, disinyalir almarhum pulang ke pos baru terjadi (pembunuhan)," imbuh kades.

Baca juga: Satpam Waduk Jatiluhur Tewas, Nasib Anak Sumarna, Aldi Taher Iba, KDM Beri Santunan, Dapat Beasiswa

SATPAM JATILUHUR - Sumarna (42), petugas satpam, ditemukan meninggal dunia di perairan Waduk Jatiluhur, Purwakarta, pada Jumat (24/7/2026). Korban ditemukan masih mengenakan seragam dinas lengkap dengan kedua tangan dalam kondisi terborgol, sehingga memunculkan dugaan adanya tindak pidana. (Kolase TribunTrends/TribunJabar Deanza)

4. Gelagat terakhir

Sempat pergi meninggalkan pos berjam-jam, jejak Sumarna diketahui dari warga sekitar.

Rupanya ada warga yang sempat bertemu dan melihat Sumarna ada di pos jaga sekira pukul 02.30 Wib.

Dari keterangan warga itu lah Dedi Mulyadi menarik kesimpulan bahwa diperkiraan Sumarna dibunuh saat subuh.

"Jam setengah 3 ada warga pergi ke pasar masih melihat almarhum. Dia lagi gini-gini (streching) di sana," ungkap kades.

"Subuh berarti (diduga dibunuh)," ujar KDM.

(TribunTrends.com/TribunnewsBogor.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.