Tiketing Diperketat, Petugas dan Penumpang Adu Mulut di Pelabuhan Tulehu
Mesya Marasabessy July 30, 2026 03:48 PM

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎‎MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Sejumlah petugas dan penumpang terlibat adu mulut di Pelabuhan Laut Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Kamis (30/7/2026).

‎Aksi adu mulut tersebut dipicu penertiban tiket oleh petugas di Pelabuhan Laut Tulehu.

‎Kejadian berlangsung pagi, sekira pukul 09.11 WIT, sesaat jelang kapal melepas tambatannya.

‎Keributan dipicu penumpang yang terlambat namun tidak diizinkan masuk sebelum memiliki tiket elektronik dari loket tiket.

‎Salah seorang penumpang perempuan menyatakan, ia ditahan dipintu kapal dan diminta membeli tiket di loket.

‎Sesampai di loket, ia dikabarkan oleh petugas bahwa dokumen menifes penumpang telah dinaikan ke kapal.

‎Alhasil dirinya tak dapat membeli tiket di loket, dan diarahkan kembali ke pelabuhan.

‎Namun saat tiba di pelabuhan, kapal telah melepas tambatannya, dan berangkat menuju Pelabuhan Laut Amahai.

‎Dimana diketahui jarak loket tiket dan pelabuhan diperkirakan sekitar 500 meter. 

‎Ketika diwawancarai, salah seorang penumpang lainnya, Novian Kaman Tutahey, mengatakan, dirinya terlambat tiba di pelabuhan.

‎"Tadi saya keluar dari rumah menang sudah terlambat," ujar Novian yang adalah Anggota DPRD Maluku Tengah.

Baca juga: Tingkatkan Kualitas Nelayan di Ambon, BMKG Gandeng Pemkot Gelar SLCN 2026, Diikuti 40 Warga

Baca juga: Jalan Banggain–Bula Ambles dan Bergelombang, Pengendara Diminta Ekstra Hati-hati

‎Dirinya terburu-buru karena memiliki agenda urgen, tak sempat membeli tiket namun langsung menuju pelabuhan lantaran takut ketinggalan kapal.

‎Dikatakan, sebelum kejadian ini, petugas pelabuhan memberikan kelonggaran untuk penumpang.

‎"Tapi ini terkesan mempersulit masyarakat, bukan saya saja, ada juga penumpang yang buru-buru," jelas Wakil Rakyat itu.

‎Menurutnya, pihak pelabuhan jangan membuat kebijakan yang terkesan tidak dijalankan setiap saat. Malah penumpang cenderung masuk melalui jalur orang dalam.

‎"Saya kira jangan hari ini saja, tapi kedepan ada yang masuk pakai jalur orang dalam," terangnya. 

‎Novian mengaku, ia telah menghubungi Kepala Cabang Dharma Indah Masohi, dan menyebutkan agenda urgen rapat dengan Komisi II

‎"Saya ini mitra sama Dharma Indah, dan ini mau ke Masohi untuk rapat jam 2 siang, tapi mereka tidak kasih izin. Makanya saya ketinggalan kapal dan penumpang -penumpang lain juga keluar dengan kekesalan yang sama," pungkas Novian.

‎Merespon itu, pengelola pelabuhan menyampaikan penjelasannya. 

‎Melalui penanggung jawab sementara, La Hane menegaskan bahwa semua penumpang harus memiliki tiket karena masuk ke data manifes penumpang.

‎"Semua penumpang di atas kapal harus memiliki tiket, karena masuk di data manifes," ujarnya. 

‎Hal tersebut sebagai dasar, ketika kapal mengalami kejadian yang tidak diinginkan, tentu pengelola pelabuhan yang akan disoroti. 

‎"sebagai Sabandar, sebagai pengawas disini kita yang (nanti) akan disalahkan siapa yang mengeluarkan izin berlayar, jika manifes tidak sesuai kondisi real di lapangan," tegas La Hane.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.