Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Sejumlah petugas dan penumpang terlibat adu mulut di Pelabuhan Laut Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Kamis (30/7/2026).
Aksi adu mulut tersebut dipicu penertiban tiket oleh petugas di Pelabuhan Laut Tulehu.
Kejadian berlangsung pagi, sekira pukul 09.11 WIT, sesaat jelang kapal melepas tambatannya.
Keributan dipicu penumpang yang terlambat namun tidak diizinkan masuk sebelum memiliki tiket elektronik dari loket tiket.
Salah seorang penumpang perempuan menyatakan, ia ditahan dipintu kapal dan diminta membeli tiket di loket.
Sesampai di loket, ia dikabarkan oleh petugas bahwa dokumen menifes penumpang telah dinaikan ke kapal.
Alhasil dirinya tak dapat membeli tiket di loket, dan diarahkan kembali ke pelabuhan.
Namun saat tiba di pelabuhan, kapal telah melepas tambatannya, dan berangkat menuju Pelabuhan Laut Amahai.
Dimana diketahui jarak loket tiket dan pelabuhan diperkirakan sekitar 500 meter.
Ketika diwawancarai, salah seorang penumpang lainnya, Novian Kaman Tutahey, mengatakan, dirinya terlambat tiba di pelabuhan.
"Tadi saya keluar dari rumah menang sudah terlambat," ujar Novian yang adalah Anggota DPRD Maluku Tengah.
Baca juga: Tingkatkan Kualitas Nelayan di Ambon, BMKG Gandeng Pemkot Gelar SLCN 2026, Diikuti 40 Warga
Baca juga: Jalan Banggain–Bula Ambles dan Bergelombang, Pengendara Diminta Ekstra Hati-hati
Dirinya terburu-buru karena memiliki agenda urgen, tak sempat membeli tiket namun langsung menuju pelabuhan lantaran takut ketinggalan kapal.
Dikatakan, sebelum kejadian ini, petugas pelabuhan memberikan kelonggaran untuk penumpang.
"Tapi ini terkesan mempersulit masyarakat, bukan saya saja, ada juga penumpang yang buru-buru," jelas Wakil Rakyat itu.
Menurutnya, pihak pelabuhan jangan membuat kebijakan yang terkesan tidak dijalankan setiap saat. Malah penumpang cenderung masuk melalui jalur orang dalam.
"Saya kira jangan hari ini saja, tapi kedepan ada yang masuk pakai jalur orang dalam," terangnya.
Novian mengaku, ia telah menghubungi Kepala Cabang Dharma Indah Masohi, dan menyebutkan agenda urgen rapat dengan Komisi II
"Saya ini mitra sama Dharma Indah, dan ini mau ke Masohi untuk rapat jam 2 siang, tapi mereka tidak kasih izin. Makanya saya ketinggalan kapal dan penumpang -penumpang lain juga keluar dengan kekesalan yang sama," pungkas Novian.
Merespon itu, pengelola pelabuhan menyampaikan penjelasannya.
Melalui penanggung jawab sementara, La Hane menegaskan bahwa semua penumpang harus memiliki tiket karena masuk ke data manifes penumpang.
"Semua penumpang di atas kapal harus memiliki tiket, karena masuk di data manifes," ujarnya.
Hal tersebut sebagai dasar, ketika kapal mengalami kejadian yang tidak diinginkan, tentu pengelola pelabuhan yang akan disoroti.
"sebagai Sabandar, sebagai pengawas disini kita yang (nanti) akan disalahkan siapa yang mengeluarkan izin berlayar, jika manifes tidak sesuai kondisi real di lapangan," tegas La Hane.(*)