Laporan Kontributor Majalengka Adhim Mubaroq
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - DPC Gerindra Kabupaten Majalengka menanggapi hasil survei SMRC yang menunjukkan adanya penurunan elektabilitas Presiden Prabowo Subianto dalam simulasi calon presiden.
Partai berlambang kepala garuda itu menilai hasil survei merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang harus disikapi secara wajar.
Sekretaris DPC Gerindra Majalengka, Ano Suksena, mengatakan Presiden Prabowo tetap menjalankan pemerintahan sesuai amanat konstitusi, perencanaan pembangunan nasional, dan target-target yang telah ditetapkan pemerintah.
"Pak Prabowo apa adanya. Beliau menjalankan kebijakan sesuai dengan undang-undang, perencanaan nasional, dan target-target yang sudah ditetapkan," kata Ano saat dikonfirmasi di Majalengka, Kamis (30/7/2026).
Anggota DPRD Majalengka ini menegaskan, berbagai dinamika politik maupun hukum yang berkembang saat ini merupakan hal yang lumrah dalam sistem demokrasi.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak akan mengganggu jalannya roda pemerintahan.
"Adapun dinamika politik dan hukum yang berkembang, kami berharap tidak akan mengganggu proses pemerintahan. Pemerintah tetap bekerja untuk menjalankan program-program yang telah direncanakan," ujarnya.
Ano juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas serta memberikan ruang kepada pemerintah agar dapat menyelesaikan program-program pembangunan yang sedang berjalan.
Menurutnya, stabilitas politik menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan pemerintahan.
Sebelumnya, survei SMRC yang dirilis untuk periode November 2025 hingga Juli 2026 menunjukkan elektabilitas Dedi Mulyadi dalam simulasi semi terbuka meningkat menjadi 35 persen.
Sementara elektabilitas Prabowo Subianto tercatat berada di angka 14,5 persen.
Meski demikian, Ano menilai hasil survei tersebut tidak dapat dijadikan satu-satunya tolok ukur kondisi politik nasional.
Ia menambahkan, pihaknya memilih tetap fokus mengawal program pemerintahan dan mendukung berbagai kebijakan yang dinilai berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Baca juga: Prabowo Pimpin Panen Raya Tebu, Pangkodau I Sebut Budidaya di Majalengka Masih Terbuka Lebar