Antisipasi Karhutla, Polres Tanjabbar Siapkan 5 Mesin Pompa Air dan 11 Alat Pemadaman
Heri Prihartono July 30, 2026 05:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL – Polres Tanjung Jabung Barat menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Kapolres Tanjung Jabung Barat, AKBP Maulia Kuswicaksono, mengatakan pihaknya telah menyiapkan dua unit mobil pemadam, lima unit mesin pompa air, satu mesin apung, serta 11 unit peralatan pemadaman manual.

"Terkait penanganan karhutla, kami telah menyiapkan seluruh peralatan yang kami miliki," katanya saat ditemui Tribunjambi.com di kantornya, Kamis (30/7/2026).

AKBP Maulia Kuswicaksono mengatakan pihaknya juga bekerja sama dengan PT WKS karena perusahaan tersebut memiliki peralatan pemadaman kebakaran yang terpadu.

"Kami juga telah melaksanakan sosialisasi di Kecamatan Betara dan Kecamatan Merlung yang merupakan daerah rawan karhutla," ujarnya.

Ia menjelaskan personel Polres Tanjung Jabung Barat selalu dalam kondisi siaga agar dapat bergerak cepat apabila terjadi karhutla bersama BPBD dan para pemangku kepentingan lainnya.

Karena itu, AKBP Maulia Kuswicaksono mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Ia juga menegaskan terdapat ancaman pidana bagi pelaku yang sengaja membakar hutan maupun lahan.

"Sekarang sudah memasuki musim kemarau. Dalam pembukaan lahan, jangan dilakukan dengan cara membakar ataupun melakukan tindakan yang dapat menyebabkan kebakaran hutan," pungkasnya.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Tanjung Jabung Barat mencatat sebanyak 56 kejadian karhutla terjadi di sejumlah wilayah sejak awal tahun.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Samsuhadi, mengatakan 16 kejadian karhutla terjadi di Kecamatan Renah Mendaluh, 37 kejadian di Kecamatan Batang Asam, dua kejadian di Kecamatan Merlung, dan satu kejadian di Kecamatan Senyerang.

"Saat ini jumlah kejadian karhutla mencapai 56 kejadian," katanya.

Samsuhadi mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan kepolisian, TNI, perusahaan, serta masyarakat untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan karhutla.

Sebelumnya, BPBD Kabupaten Tanjung Jabung Barat juga mencatat terdapat 389 titik panas (hotspot) yang tersebar di sejumlah kecamatan selama periode Januari hingga Juli 2026.

Dalam periode yang sama, luas lahan yang terdampak hotspot maupun kejadian karhutla mencapai 40,5 hektare.

(Tribunjambi.com/Syrillus Krisdianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.