Rupiah Melemah, DKUKMPP Bantul Dorong UMKM Manfaatkan Bahan Baku Lokal
Yoseph Hary W July 30, 2026 05:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, menanggapi kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. 

Sebagaimana diketahui, nilai tukar rupiah per Kamis (30/7/2026) kini kian menurun menjadi Rp18.075 per dolar Amerika Serikat, dibandingkan sebelumnya di level Rp18.073 per dolar  Amerika Serikat.

Kepala DKUKMPP Kabupaten Bantul, , menyampaikan, pihaknya tidak bisa memperkirakan perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ke depan. Namun, melemahnya nilai tukar rupiah diperkirakan berdampak terhadap harga jual barang impor.

"Yang berkaitan dengaPrapta Nugrahan UMKM, sebetulnya memang harus disikapi walaupun kita tidak tahu nanti melemahnya terus atau naik. Dalam arti kan begini, UMKM yang menggunakan bahan dari impor kan tentu ada sedikit dampaknya," katanya, saat dikonfirmasi.

UMKM gunakan bahan baku lokal

Melalui hal tersebut pihaknya berharap bahwa ke depan para pelaku UMKM dapat menggunakan alternatif bahan baku lokal yang bisa menggantikan bahan baku Utama. Menurutnya, penyesuaian akan enak apabila terdapat bahan baku lokal yang bisa mensubstitusi.

Selain itu, pihak pelaku usaha yang kerap mengandalkan bahan baku impor diharapkan pintar-pintar melihat biaya produksi seefisien mungkin, sehingga anggaran untuk produksi tidak membengkak. Walau begitu, pihaknya berharap pelaku usaha di Bumi Projotamansari tetap mengedepankan mutu produk jual mereka.

"Memang harus pintar-pintar dalam melihat biaya produksi seefisien mungkin, sehingga bisa anggaran produksi berkurang tanpa mengurangi mutu yang dihasilkan, mutu dari produk itu. Walau tidak dipungkiri, sebetulnya ada peluang melakukan ekspor. Jadi, dari sisi harga tetap kompetitif saat produk dipasarkan ke luar negeri," ujar dia.

Inisiatif

Kendati demikian, pihaknya menyakini bahwa seluruh pelaku UMKM  yang mengandalkan bahan baku impor sudah berinisiatif untuk memilih bahan baku lain. Bahkan, para pelaku usaha tersebut juga sudah tetap berusaha mempertahankan usaha. 

"Bahan-bahan pernis itu kan juga agak terdampak ya.  Lalu kalau bahan-bahan UMKM olahan ada yang impor. Jadi, kalau pelaku usaha bisa memangkas biaya produksi dan menggunakan alternatif bahan lokal tentu menjadi solusi," terangnya.

Lebih lanjut, pihaknya terus berupaya melakukan monitoring  terkait dengan kondisi jual beli produk lokal ekspor terkait dengan kondisi nilai tukar rupiah ke dolar Amerika Serikat kali ini.

"Kami masih melakukan monitoring terkait kondisi itu. Saya yakin teman-teman UMKM atau pengusaha itu sudah matang dengan berbagai permasalahan, sehingga tentunya dengan adanya nilai tukar rupiah saat ini, mereka sudah mempunyai alternatif lain," tandas dia.(nei)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.